
Setelah sampai, Luis langsung turun, mata nya menatap sekeliling mansion yang sudah hancur berantakan, semua pengawal nya mati tak bersisa, lantas Luis langsung berlari menuju ruang bawa tanah, berharap jika Istri nya baik-baik saja....
Tapi baru masuk kedalam ruangan, pintu sudah terbuka lebar, Luis langsung berlari tidak memperdulikan pengawal yang ia injak, dalam pikiran nya hanya ada Kania...
Hati Luis gusar saat melewati beberapa pintu yang terbuka, ia berharap pintu terakhirasih tertutup, tapi baru sepuluh meter, Luis sudah bisa melihat kalau Pintu yang terhubung keruang bawa tanah juga sudah terbuka...
Saat Luis masuk, ia mengedarkan pandangan nya dan melihat Tiara yang sedang berjongkok seraya menggendong bayi nya, Luis mendekat dan melihat apa yang terjadi....
"Kak Fiona bangun...."Seru Tiara menggoyangkan bahu Fiona tapi tidak ada respon sama sekali...
"Tiara, dimana Kania,apa dia baik-baik saja, apa yang sudah terjadi?.."Luis menarik Tiara agar berdiri, dan memegang kedua lengan Tiara, memberondong wanita belia itu dengan pertanyaan...
Tiara tak kuasa menjawab hanya air mata dan isak tangis yang ia perlihatkan....
"Tiara jawab saya? dimana Kania..."Mengguncang tubuh Tiara dengan keras tapi Tiara tak sedikit pun memberikan jawaban, hingga Luis mendorong nya ketembok dan melayangkan tinjuan...
Tiara sangat takut, ia memeluk erat putra nya dan memejamkan mata nya, sungguh ia melihat Luis seperti iblis saat ini...
Bugkkk...
cukup lama Tiara memejamkan mata nya tapi tidak terjadi apa-apa, ia pun perlahan membuka mata nya dan melihat Luis yang sudah terduduk dilantai, terdengar isak tangis yang begitu memilukan...
"Kak Luis, laki-laki bertopeng itu membawa Kak Nia, mereka membawa nya pergi setelah membunuh kak Fiona..."Sahut Tiara terbata-bata, Luis melirik Fiona yang tergeletak dilantai serta tidak memakai sehelai pakaian apa pun...
"Apa yang telah mereka lakukan pada Fiona?...."Tanya Luis dengan suara yang hampir tidak terdengar...
__ADS_1
"Me-mereka menyiksa kak Fiona karna Kak Fiona tidak mau memberitahu keberadaan kami, mereka melenyapkan nya setelah berbuat keji pada nya,dan Kak Nia mereka telah, hikssa hiks...."Tiara tidak mampu lagi menjelaskan, ia sangat syok dengan ini semua, mungkin selama ini ia mengalami kejadian tidak baik, tapi baru kali ini Ia mengalami kejadian mengerikan dalam hidup nya...
"Kembalilah ke kamar mu, anak buahku akan mengurus jenasah Fiona..."Tiara mengangguk perlahan, kemudian ia berdiri dan meninggalkan ruangan mengerikan itu,...
Sepeninggal Tiara,Daren dan Marko pun datang,....
"Apa yang terjadi, kenapa semua ini?..."Daren melihat Fiona yang tergeletak dilantai dalam keadaan telanjang, ia segera memalingkan wajah nya tak kuasa melihat keadaan Fiona...
"Aku bersumpah akan membunuh mereka dengan tanganku sendiri, akan aku lenyapkan mereka satu persatu..."Teriak Luis dengan penuh kemarahan, ia memukul lantai berkali-kali dengan sangat keras...
Marko urus semua jasat dan kuburkan secara layak, termasuk Fiona, kubur dia dipemakaman keluarga, kita harus menghormati pengorbanan nya yang rela mempertahankan nyawa nya demi Kania, walaupun Kania berhasil dibawa..."Marko mengangguk dan memerintahkan anak buah nya mengurus semua Jenasah...
"Luis,ayo bangun, tidak ada gunanya kamu berdiam diri seperti ini, lebih baik kita susun rencana agar bisa menemukan keberadaan Kania..."Perlahan Luis bangkit dan berjalan lunglai keluar dari ruangan itu diikuti oleh Daren...
Kini mereka sudah berada didalam ruang kerja Luis, tidak ada pembicaraan diantara mereka, hanya keheningan yang menghiasi ruangan itu, Luis hanya diam mematung memikirkan keadaan istri nya, bagaimana keadaan nya, apa dia baik-baik saja, apa mereka memperlakukan istri nya dengan baik? rasanya kepala Luis ingin pecah memikirkan semua itu, sampai ia berdiri dan membuang semua barang yang ada diatas meja kerja nya hingga berhamburan diatas lantai....
"Aku merasa ada musuh dalam selimut...."Ujar Luis setelah lama terdiam....
"Aku juga merasakan hal yang sama, bagaimana bisa laki-laki itu mengetahui semua sandi yang kita biar berbeda-beda, bahkan hanya kamu dan aku yang tau sandi itu...."Luis langsung menatap tajam pada Daren,....
"Hanya kita berdua yang tau bukan, selain itu tidak ada lagi,...."
"Apa kamu menuduhku aku musuh dalam selimut itu? apa kamu berpikir aku tega melakukan itu padamu? untuk apa aku melakukan nya...."Daren yang seakan bisa membaca pikiranan Luis pun bertanya...
"Mungkin kamu iri dengan apa yang aku miliki, atau kamu menyukai Kania..."Luis berteriak marah, ia berusaha meraih kerah baju Daren tapi Daren langsung menghindar dan menepis tagan Luis...
__ADS_1
"Aku tidak sejahat itu Luis, memang benar hanya kita berdua yang tau sandi itu,tapi aku tidak akan sekejam itu, dan aku tidak pernah menyukai Kania, ya aku memang menyanyangi nya tapi sebagai adik, aku sudah menganggap Kania seperti adik kandungku sendiri Luis apa kamu bodoh selama ini kita selalu bersama..."Maki Daren yang tidak terima dituduh oleh Luis
Brakkk...
"Lalu siapa, siapa musuh dalam selimut itu, Sedangkan Marko pun tidak tau sandi dari semua pintu...."Luis menggebrak meja dengan sangat keras, pikiran nya seakan buntuh hanya keselamatan Kania yang ada dipikirin nya saat ini...
"Entahlah aku tidak tau siapa musuh dalam selimut itu, tapi kita harus hati-hati, jika dia bisa memasukkan mata-mata dia bukanlah orang sembarangan...."Luis setuju, mungkin karna selama ini ia selalu sibuk memikirkan cinta nya yang tak kunjung terbalaskan membuat ia lemah dan tidak menyadari jika ada penyusup masuk..
"Ini ponselmu, tadi aku temukan dijalan, seperti nya terjatuh saat kamu berlari...."Luis langsung merampas ponsel nya dan menghubungi nomer yang dipake laki-laki itu menelpon nya....
"Ponsel itu aktif tapi tidak diangkat...."Luis tidak ingin putus asa, ia terus mencoba untuk menghubungi laki-laki yang menculik istri nya, cukup lama Luis mencoba dan pada akhir nya sambungan telfon pun terputus...
"Halo Tuan Luis, apa kabar?...."tanya laki-laki diseberang telfon....
"Cepat katakan dimana istriiku, jika kamu memang laki-laki lawan aku brengsek..."Teriak Luis yang diambang kemarahan...
"Kania aman bersamaku tidak usah khawatir,...."jawab nya santai....
"Jika sampai kamu menyakiti istriku, aku tidak akan segan-segan merobek mulutmu dan mengeluarkan organ tubuhmu..."
"Wow aku sangat takut Tuan Luis, hahaha, jangan bermimpi terlalu tinggi jika kamu jatuh akan sangat sakit rasa nya...."Laki-laki misterius itu tergelak keras membuat Luis semakin marah...
"Aku tunggu tantangan darimu tuan muda Luis..."
Tut,..
__ADS_1
sambungan telfon diputuskan secara sepihak membuat Luis mengamuk, semua benda yang ia lihat hancur seketika....
"Cepat kumpulan anak buah nya yang masih tersisa, bawa dia kehadapanku...."Titah Luis setengah berteriak, Daren hanya mengangguk kemudian keluar dari ruang kerja Luis...