Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat

Suamiku Bersifat Iblis Berhati Malaikat
Dikerjain


__ADS_3

Kania langsung menarik tangan nya dengan kasar saat mereka sampai didalam kamar,....


"Mas, mas itu apa-apaan sih, kenapa Mas Luis malah menyiksa mereka, mereka itu tidak salah mas, mereka sudah berusaha menolong saya., mas jangan seenak nya menyiksa orang,..."Ujar Kania kesal, Luis tak menjawab malah dengan santai nya melepas pakaian nya dan membuang nya kesembarang tempat...


"Hidup mereka saya tentukan Kania, mereka hidup maupun mati itu ada ditangan saya, mereka bekerja bersama saya dengan gaji yang sangat tinggi, dan hidup mereka taruhan nya, jika mereka membuat kesalahan mereka harus siap dihukum..."Kania menggelengkan kepala nya mendengar ucapan Luis, ia langsung menarik tangan Luis yang ingin masuk kedalam kamar mandi...


"Hanya tuhan yang menentukan hidup manusia Mas, bukan kamu, harta yang kamu kamu miliki sekarang itu hanya titipan dan kapan saja bisa diambil oleh tuhan, jangan pernah menyombongkan dengan benda yang kamu miliki, karna disaat kamu mati, hanya Kain kafan yang kamu bawa, harta jabatan dan keluarga tidak akan pernah ikut denganmu, dan do'a dari orang-orang yang menghormati dan menyayangimu yang akan menjadi penolongmu, kalau mas Luis suka menyiksa sesuka hati mas Luis, bukan nya mereka mendo'akan hal baik untuk Mas Luis mereka malah mendo'akan hal buruk untuk mas Luis..."Ujar Kania panjang lebar, Kania membalikkan badan nya dan keluar dari kamar, Luis terdiam, Ia memandang punggung Kania yang semakin lama semakin menjauh...


"Bagaimana apa kalian dari rumah sakit?..."Tanya Kania saat melihat 4 pembantu masuk, keempat pelayan itu mengangguk sopan usai membungkukkan badan nya...


"Sudah Nona muda, terima kasih atas perhatian Nona muda..."Kania mengangguk...


"Maafkan kesalahan suami saya, mungkin tadi dia sangat emosi, jadi berperilaku seperti itu..."


"Nona muda, mungkin Nona muda mengira, Tuan muda sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan kemanusiaan, tapi ketahuilah Nona muda, Tuan muda sangatlah baik, hanya saja ia menutupi nya, rasa sakit ini tidak seberapa dengan kebaikan Tuan muda pada kami semua..."Kania terdiam, ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh salah satu pelayan itu...


"Benar Nona muda, jika kita melihat, Tuan muda sangatlah kejam, ia seperti manusia yang bersifat manusia, tapi hati nya seperti malaikat..."Sahut salah satu pelayan dari keempat orang itu, Kania hanya mengangguk kemudian keempat pelayan itu pun pamit undur diri....


Kania duduk disofa, ia memikirkan perkataan para pelayan tadi,kemudian ia langsung berdiri dan menaiki tangga satu persatu...


Celkk.....

__ADS_1


Kania membuka pintu dengan pelan, ia mengintip keadaan kamar dan tidak melihat Luis, Kania menghela napas lega kemudian membuka pintu lebar-lebar...


"Kamu sedang apa?..."Tanya Luis saat melihat Kania melihat kesana kemari,...


"Akhh, Astaga, Mas Luis bikin aku kaget saja..."Kania terlonjat kaget, ia mengelus dada nya,Luis yang melihat nya hanya tersenyum tipis...


"Lagian kamu masuk kamar ngendap-ngendap gitu kayak maling aja..."Kekeh Luis menyentil jidat Kania dengan pelan...


"Ia,.saya mau maling hati Mas Luis,..."seketika Kania menutup mulut nya saat menyadari ucapan nya, Luis menunduk melihat wajah pucat Kania...


"Mau maling hati saya, untuk apa?..."Tanya Luis tersenyum tipis, sangat lah tipis bahkan Kania pun tak menyadari nya..


"Kamu serius hanya untuk memaafkan para pelayan itu?, bukan untuk mencuri hati saya agar saya mencintai kamu?..."Kania semakin gugup, ia tidak menyangka, perkataan yang tidak ia sadari membuat diri nya terpojok...


"Bu-bukan, itu semua untuk para pelayan..."Kilah Kania...


"Kamu yakin? kenapa saya agak ragu ya?..."Luis makin semangat saja menggoda Kania, yang kini sedang kebingungan mencari alasan...


"Ia saya yakin, lagian ngak percaya bener sih, udahlah, saya mau kekamar mandi..."Kania melangkah melewati Luis, tapi seketika ia berhenti saat tangan nya dipegang kuat oleh Luis...


"Masih bisa nego loh, dengan jawaban kamu..."Kania yang sudah sangat kesal langsung menginjak kaki Luis dengan sangat keras, sehingga membuat Luis kesakitan dan melepaskan tangan Kania...

__ADS_1


"Itu jawaban nya..."Ujar Kania seraya masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Luis yang sedang kesakitan...


"Ihh, Mas Luis nyebelin banget sih, ini juga bibir kenapa harus bilang kayak gitu, pasti mas Luis kepedean tuh..."Ujar Kania kesal...


Setelah cukup lama didalam kamar mandi, Kania pun keluar setelah berdebat lama dengan bayangan nya didalam cermin, ia sangat malu harus bertemu Luis...


"Tenang Kania, tenang!! kamu harus bersikap biasa-biasa saja agar Luis tidak selalu mengganggumu..."ujar Kania membuka pintu kemudian keluar, pandang Kania langsung tertuju kesofa dimana Luis sedang memandang nya dengan menaikkan alis nya bergantian...


"Dasar gila..."maki Kania berlalu dari hadapan Luis, ia keluar dari kamar itu, tak lama kemudian ia kembali masuk dan menghampiri Luis yang tersenyum menggoda kepada nya, Kania bergidik ngeri, ia berfikir jika sekarang Suami nya sedang kerasukan setan...


"Makan malam sudah siap, apa mas Luis akan terus disini tersenyum tidak jelas, seperti orang kerasukan?..."Tanya Kania yang sedikit takut dengan tingkah suami nya, Luis yang mendengar pertanyaan Kania tersenyum tipis, otak licik nya sedang memikirkan rencana jahat untuk mengerjai istri nya...


Luis berdiri, dan menghampiri Kania,Luis langsung memasang wajah datar dan menatap tajam pada Kania, hal itu semakin membuat Kania takut...


"Saya memang kerasukan, kerasukan sama penunggu kamar ini, ia ingin makan, tapi hanya ingin memakanmu..."Ujar Luis seolah-olah ia benar-benar kerasukan, ia memandang tubuh Kania dari ujung kaki sampai kepala...


"Ke-kenapa kamu ingin memakan saya, dan kenapa mas Luis tidak pernah bercerita jika kamar ini ada penunggu nya?..."Tanya Kania seraya berjalan mundur, Kania terus mundur dan mencari arah pintu agar ia bisa langsung keluar, jujur saja ia sangat ketakutan melihat Luis...


"Karna tubuhmu enak dan lezat, tubuhmu juga sangat nikmat jadi saya menginginkan nya, dan saya melarang Luis untuk menceritakan semua nya padamu karna saya ingin kamu..."Luis menahan tawa nya yang ingin pecah melihat wajah pucat Kania...


"Da-dagin saya ngak enak, ngak empuk dan ngak nikmat sama sekali, kamu salah orang..."Ujar Kania panik saat punggung nya membentur pintu, Kania meraba gagang pintu kemudian membuka nya dan tanpa ancang-ancang ia langsung berlari keluar meninggalkan Luis yang sedang tertawa terpingkal-pingkal. seraya memegang perut nya yang terasa kram karna tertawa terbahak-bahak, pipi nya juga terasa sakit, sungguh Luis sangat puas berhasil mengerjai Kania...

__ADS_1


__ADS_2