Suamiku Seleb Hits

Suamiku Seleb Hits
Rumit


__ADS_3

"Aku minta maaf" urai Brian pada Talitha, hari masih pagi, dia sudah mendapati Talitha berdandan cantik. Memang ini adalah kesalahannya, membiarkan wanita jelita yang ada di depannya menjauh darinya. Awal menikahinya dengan baik-baik, di tengah perjalanan dia mencampakannya. Hingga Talitha berpaling dari dirinya yang masih sah sebagai suaminya.


Talitha melihat ke arah Brian, lelaki tampan itu masih sama, hanya hatinya sudah berbeda, dia tak lagi memiliki cinta yang sama, dia merasa dicampakkan oleh lelaki itu.


"Bukan berarti akan aku urungkan untuk kita berpisah" jawab Talitha. Kini mereka tak tinggal di kamar yang sama, sudah sejak lama sebenarnya.


Brian menghela nafas panjang.


"Kenapa? kenapa baru sekarang kamu menyadarinya? jika aku berharga? bertahun-tahun aku terluka!" Talitha melihat Brian dengan tatapan mata tajamnya, manik matanya sedang menghujam mata Brian yang melemah karena rasa bersalahnya.


"Kamu benar suka dengan Rayyan?" tanya Brian dengan nada lemah. Talitha tak menjawab pasti, yang jelas Rayyan dan Kamila sudah menyusun skenario untuk kebaikan semua.


"Kalau iya benar maka aku tidak akan tinggal diam, aku akan menghancurkan semuanya" ungkap Brian, kali ini dengan nada meninggi.


"Cukup!" Talitha berteriak kencang. "Bukankah kamu sudah tahu jika dia menikahi gadis lain? aku sama dia hanya....hanya teman" kalimat Talitha agak tertahan saat mengucapkan kata teman, terlalu sakit.


Brian mendekat, kedua tangannya memegang kedua bahu Talitha, istri jelitanya itu hanya menunduk, tak ingin dia melihat wajah Brian, dia merasa sudah muak.


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi, aku akan tetap mempertahankan kamu, dan ingat...jika Rayyan berani berbuat macam-macam, maka aku akan menghancurkan dia!" Brian melepaskan tangannya. Talitha masih terdiam, Brian melangkah menjauh dari Talitha. Talitha melihat punggung laki-laki itu sudah berjalan mendekati pintu kamarnya hendak keluar.Talitha


Talitha memang seperti burung di dalam sangkar emas, di berada di rumah mewah dengan segala fasilitas nomor wahid, tapi dia tak bisa lari. Dulu Brian membiarkan Talitha berbuat sesukanya, asalkan dia tetap pulang ke rumah ini.


"Kamu jahat" gumam Talitha, kedua tangannya menggenggam, matanya mulai berkaca-kaca. Andai saja dia terlahir dari keluarga mapan, maka tak akan terjadi hal seperti ini, andaikan saja dia mau berjuang untuk dirinya dan keluarganya dulu, maka kekayaan tak akan membiusnya seperti sekarang. Tapi apa daya, kini adalah kini, hanya menyesal yang dia rasakan.


"Aku dulu mencintaimu, ini semua salahmu" gumamnya lagi, kali ini air matanya mulai menetes di kedua pipinya. Talitha mengusapnya segera. Dia bergegas mengambil tasnya dan keluar dari kamarnya.


        ***

__ADS_1


"Ini kunci kamarmu" Kamila menyerahkan kunci kamar pada Rayyan, mereka telah tiba di kota tujuan, Rayyan akan mengambil pekerjaan di kota ini selama beberapa hari ke depan. "Istirahatlah, nanti jam 3 sore ada acara meet and great, aku nggak mau harus susah payah membangunkanmu" ujar Kamila dengan sedikit ancaman. Rayyan mencebik,, tangannya membenahi topi hitamnya, tak ada kalimat, lalu dia masuk ke dalam kamarnya.


Kamila pun bergegas ke kamarnya yang berbeda lantai, khusus Rayyan dia memesan kamar yang eksklusif, sementara dia kamar biasa saja cukup.


Rayyan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang hotel yang mewah itu, melepaskan topi dan maskernya, perjalanan 3 jam baik udara maupun darat membuat badannya sedikit lelah. Masih ada waktu untuknya untuk beristirahat.


Baru saja Rayyan berusaha memejamkan matanya, terdengar suara pintu diketok, tidak keras memang, tapi dia cukup nyaring mendengarnya. Rayyan sedkit menggerutu.


"Apa lagi sih Mil?" Rayyan dengan langkah malas berjalan mendekati pintu, rambutnya nampak acak-acakan, wajahnya juga nampak sangat mengantuk.


"Apaan sih Mil?" Rayyan membuka pintu sambil mengomel, sejurus kemudian dia melihat siapa yang datang, orang yang sedang mematung di depan pintu kamar hotelnya.


"Kamu?" Rayyan membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang dia lihat. Segera dia menarik tangan Talitha ke dalam kamar, sebelum dia menutup pintu kamar, dia celingukan, memastikan tak ada orang yang melihat kedatangan Talitha.


"Kamu kok bisa kesini?" tanya Rayyan, Talitha tak langsung menjawab, dia menghamburkan diri ke pelukan Rayyan, cukup lama. Rayyan bisa mencium aroma parfum Talitha dengan sempurna, lalu dia juga mengelus punggung Talitha dengan lembut. Sudah beberapa hari dia tidak bertemu dengan Talitha, dia juga merindukan Talitha.


"Kamu nekat banget, kalau sampai ada yang tahu bagaimana?" Rayyan melepaskan pelukan Talitha, dan mendudukkan Talitha di sofa yang tak jauh dati ranjangnya.


"Nggak ada" jawab Talitha percaya diri, Talitha sebagus mungkin melakukan penyamaran dengan rambut palsu dan juga kacamata hitam, tak lupa juga dengan masker.


"Hehm...bagaimana dengan Brian?" tanya Rayyan lagi, dia mengambilkan sebotol air mineral untuk Talitha. Talitha menerimanya dan membuka minuman tersebut.


"Kenapa dengan Brian? kamu takut?" Talitha seolah menantang.


Jujur, akhir-akhir ini Rayyan seperti sedang tidak ingin berbuat salah, jika sampai Brian benar-benar menghancurkan karirnya dan dirinya, maka dia tidak akan bisa memaafkan dirinya. Jika sejak awal dia kekeh untuk menikahi Talitha apapun rintangannya, kini mendadak surut.


"Jangan jadi pengecut kamu" Talitha berbicara sinis, dia melihat sorit mata Rayyan yang meragu.

__ADS_1


"Bukan...bukan itu sayang...aku hanya ingin masalah ini selesai dengan baik"


"Tapi kamu nampaknya ingin mundur" Talitha cemberut.


Rayyan menghela nafas panjang, rasa kantuknya menghilang begitu saja. "Bolehkah aku sedikit kecewa terhadapmu?" Rayyan mencoba mengingat, kala itu Talitha meyakinkan jika dia sudah berpisah dari suaminya.


Talitha terdiam, sewajarnya jika Rayyan kecewa. Talitha mengangguk, "Maaf" ucapnya.


"Jadi ini terasa agak berat sekarang" Rayyan menambahkan.


"Jadi maksud kamu, kamu ingin mundur?" Talitha cemas, dia menatap lekat Rayyan.


Rayyan menggeleng, "Bukan waktunya sekarang untuk membahas itu, tapi aku merindukanmu" Rayyan tersenyum pada Talitha. Talitha ikut tersenyum.


Sejauh ini, rasa kecewanya masih tertutupi oleh cintanya pada Talitha, tapi di sisi lain Rayyan mulai terusik dengan apa yang dilakukannya. Dia merasa salah karena tidak gentle di hadapan Brian.


Talitha merangsek mendekati Rayyan dan memeluknya erat.


"Aku akan tinggal di sini beberapa hari" ujar Talitha, "Sampai kamu pulang"


"Kamar kamu di mana?"


"Sebelah" Talitha tersenyum penuh kemenangan. Rayyan melongo, darimana Talitha tahu dia berada di kamar hotel ini, mereka saling berkabar tapi tidak sedetail itu.


Talitha melepaskan rangkulannya dan menghempaskan tubuhnya di ranjang tersebut, merasa bebas sejenak dari masalah rumah tangganya dengan Brian. Ingin sejenak merasa bahagia melepas rindu pada Rayyan.


Rayyan memilih untuk rebahan di sofa, sementara Talitha nampak tertidur pulas di atas ranjangnya. Rayyan memejamkan mata, sejenak istirahat.

__ADS_1


__ADS_2