Suamiku Seleb Hits

Suamiku Seleb Hits
Gosip Panas


__ADS_3

"Terima kasih" Hanna melepaskan sabuk pengamannya setelah mobil berhenti di depan pagar rumahnya.


"Lain kali jangan keluar malam lagi, nggak baik, bahaya buat kamu" Rayyan mengingatkan, serasa mendapatkan perhatian yang bertubi-tubi dari Rayyan, membuat badannya terasa penuh vitamin. Hanna kembali mengingatkan dirinya agar tidak kepedean dengan semua ini.


"Salam buat ayah dan Nayo" Rayyan kini sudah berada di dekat Hanna yang bersiap membuka pintu pagar, sekeliling nampak sepi karena memang sudah lewat tengah malam. Hanna mengangguk kecil sambil tersenyum, serasa tak bisa berkata-kata.


"Tidurlah" Rayyan mengucek rambut Hanna dan tersenyum, lalu dia mengedikkan dagunya meminta Hanna segera masuk ke dalam rumah. Hanna membuka kunci pagar dan masuk, Rayyan menunggunya hingga Hanna menghilang masuk ke rumahnya.


Rayyan membuka pintu mobilnya dan meninggalkan rumah Hanna. Dia tahu semua apa yang dilakukan oleh Hanna, Rayyan sengaja mengirimkan surat cerai Hanna melalui kurir. Rasanya dia tak sanggup menyerahkan secara langsung. Setelahnya, meskipun dia disibukkan dengan berbagai macam pekerjaan, dia selalu memantau apa yang dilakukan oleh Hanna.


Tiba-tiba laki-laki yang tidak lain ayahnya itu muncul dan merangsek melalui Hanna untuk kembali masuk dalam hidupnya.


Rayyan melihat ke jalan raya yang lengang, berkelebat bayangan laki-laki tua itu dalam pikirannya. Rayyan menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia masih terpaku di kemudi, apa yang sebenarnya diinginkan oleh laki-laki itu?


Bahkan Hanna digunakan sebagai celah untuk masuk.


Dia hanya ingin minta maaf padamu.


Kembali kalimat itu terngiang di telinganya, kalimat yang dikatakan oleh Hanna. Rayyan memutar balik mobilnya menuju sebuah rumah sakit. Beberapa lama dia terdiam di dalam mobil.


Kedatangan Hanna tadi membuatnya terkejut, Hanna yang sudah berapa lama tak ada kabar itu datang hanya untuk menyampaikan maaf dari Andre, laki-laki kurang aj*r itu. Rayyan tak habis pikir. Beberapa saat dia menimbang, apakah dia akan menemuinya atau tidak.


Rayyan akhirnya turun dari mobil, suasana rumah sakit yang tidak seramai di jam-jam siang, dia bertanya ke resepsionis dan resepsionis memberi tahu kamar yang dihuni oleh ayahnya saat dirawat. Rayyan naik lift menuju lantai 5. Dan tepat berada di kamar nomor 5 pula, dia menghentikan langkahnya. Melihat dari celah di balik jendela kaca ruangan tersebut. Nampak seorang laki-laki yang beberapa hari lalu menemui dia di apartemennya. Laki-laki itu sudah tak berdaya.


Dia sama sekali tidak menyangka, laki-laki yang dulu sangat beringas dan seolah tak punya belas kasihan itu kini tergolek di sana, lengkap dengan alat-alat yang menempel di tubuhnya. Pikiran Rayyan masih dipenuhi dengan rasa marah, sehingga dia mengurungkan diri untuk masuk, melihatnya saja menggugah amarahnya.


Rayyan memang tidak masuk kesana, dia kembali ke lantai bawah dan kembali ke mobilnya dengan perasaan yang semakin menjadi. Dia sama sekali tidak bisa memaafkan laki-laki yang membuat Ibunya menderita itu.

__ADS_1


    ***


"Apakah benar jika anda sudah bercerai? dan kini menelantarkan orang tua?" cecar para pewarta gosip yang sudah berkumpul di area syuting Rayyan. Rayyan yang baru saja datang pun kaget dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Rayyan masih saja diam dan menutup pintu mobilnya, dia keluar dan mencoba menyibak kerumunan para wartawan tersebut.


Masih saja dicecar dengan pertanyaan yang sama, Rayyan diam saja dan tetap mencoba mencari jalan. Hingga pada akhirnya dia dibantu oleh keamanan menghindari para wartawan tersebut.


Sesampainya di ruangan make up, Rayyan duduk di depan cermin. Dia memejamkan matanya dan menenangkan dirinya. Sudah cukup lama hidupnya tenang tanpa gosip, dan kali ini diterpa gosip perceraian dan juga penelantaran orang tua.


Kok bisa seperti ini?


Tanya Kamila dari balik ponselnya, hingga Rayyan harus agak menjauhkan ponsel dari telinganya. Suara Kamila yang meskipun belum fit seratus persen sudah sangat memekakkan telinganya.


"Nggak tahu" jawab Rayyan enteng.


Kamu sudah cerai dari Hanna? kok aku nggak tahu?


"Iya, sorry nggak bilang" Rayyan seperti mendapatkan serangan badai mendadak. "Nggak sempat Mil" imbuhnya.


Ya Tuhan Rayyan...kenapa berita ini sampai bocor? nanti bagaimana dengan kontrak kamu dan lainnya?


Kamila benar-benar khawatir.


"Iya kita lihat nanti Mil, aku siap-siap dulu, mau take" Rayyan tak bisa berpikir untuk saat ini.


Ya Sudah, nanti kita bicarakan nanti.


        Tak butuh waktu lama, berita online segara terbit. Ada yang benar-benar memuat berita tentang wajah ayahnya yang sedang dirawat di rumah sakit dengan headline "Sang mega bintang menelantarkan ayahnya yang ternyata masih hidup".

__ADS_1


"Sang mega bintang cerai"


Rayyan menutup ponselnya, dia yang biasanya acuh dengan berbagai macam berita itu nampak tak bisa tenang karena tangannya mendadak gatal membuka ponselnya. Berita begitu cepat berhembus. Satu hal yang yang dia pikirkan, Hanna. Jangan sampai Hanna diserbu oleh wartawan. Bagaimana nasibnya jika Hanna harus menghadapi ini?.


Rayyan duduk di kursinya sambil menunggu scene selanjutnya, dia masih saja cemas dengan berita ini. Dia sedang tak peduli dengan apa yang akan menimpa karirnya, dia hanya memikirkan bagaimana Hanna.


Hari terasa sangat lama menunggu hingga pengambilan gambar hari ini selesai. Dia akan segera menemui Hanna. Rayyan melakukan panggilan pada Hanna, namun ternyata tidak diangkat oleh Hanna. Rayyan kembali mengecek berita online di ponselnya, untung saja tidak ada foto Hanna di sana, itu artinya para pewarta belum mengendus siapa mantan istrinya.


Rayyan benar-benar tidak tenang dibuatnya. Siapa dalang di balik ini semua? dia yakin bukan Hanna yang membocorkan berita ini.


Di luaran sana, para pewarta masih dengan setia bergerombol guna mendapatkan penjelasan dari Rayyan. Rayyan yang hampir selesai dan bersiap untuk meninggalkan lokasi pun harus kembali berjuang untuk sampai di mobilnya.


"Bagaimana Rayyan, apakah berita itu memang benar adanya? anda sudah bercerai? siapa mantan istri anda? apakah Talitha?" cecaran pertanyaan demi pertanyaan itu benar-benar panjang bak kereta api. Rayyan masih diam saja dan menyibak mencari jalan.


"Permisi ya mbak...mas...permisi"


"Beri kami setidaknya konfirmasi atas berita ini, benar atau tidak?"


"Maaf...belum bisa memberikan keterangan apa-apa, nanti-nanti akan ada waktunya" Rayyan menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya. Dia belum bisa berkomentar apa-apa saat ini. "Maaf ya...permisi" Rayyan akhirnya tiba di mobilnya dan segera berlalu meninggalkan kerumunan para pewarta.


Jelas, para pewarta nampak kecewa karena tidak berhasil mendapatkan berita apapun dari Rayyan.


"Siapa sih mantan istrinya? tahu-tahu malah udah cere aja" gumam wartawan cewek.


"Dan lagi, siapa laki-laki yang mengaku sebagai ayahnya itu? apakah benar itu ayahnya? atau hanya mengaku-ngaku saja?" gumam yang lain.


Gosip melebar seperti bola salju yang semakin lama semakin membesar, sementara Rayyan dibuat tak tenang dengan keadaan ini.

__ADS_1


__ADS_2