Syafira

Syafira
Chapter 10


__ADS_3

LIKE DULU......


Aku berada di balkon kamar, setelah bertemu Tuan Syekar aku merada beban hidupku terus, dan bahkan makin bertambah, raanya aku ingin kabur kembali ke rumah orang tuaku. Sudahlah itu tidak mungkin, ayahku pasti akan mengirimku kedalam kandang macan ini.


Ya Tuhan. kapan aku bisa keluar dari sini, jika aku kabur, apa yang akan Tuan Syekar pikirkan? dia pasti mengira aku tidak bisa menerimanya, padahal masalahku saat itu bukan pernikahan dan statusku, tapi suamiku sendiri yang terus menyuruhku berselingkuh dengan anaknya.


Malam yang cukup tenang, tapi aku tidak bisa memejamkan mataku, ucapan suamiku terus saja menghantui pikiranku, membuat aku tidak tenang, apa yang harus aku lakukan? aku takut jika aku memulainya lagi, Kelvin tidak akan memberi ampun, dan langsung melenyapkan aku begitu saja.


Aku melirik ke sebuah pohon besar, tidak sengaja aku membaca sebuah banner yang mempromosikan sesuatu. Tantangan. Aku sampai melupakan diriku sendiri, aku ini adalah wanita penikmat tantangan, kenapa aku tidak membuat hal ini menjadi lebih sederhana.


Aku membuka agendaku, menghitung setiap tanggal disana, aku memilih tanggal 23, jika kalian bertanya untuk apa aku melakukannya, jawabannya adalah aku akan membuat sebuah permainan, dua bulan kedepan dalam batas waktu yang sudah aku tentukan, aku harus bisa meluluhkan Kelvin, dan membuat pria garang itu bertekuk lutut padaku.


Sederhana, anggap saja ini adalah sebuah tantangan yang Tuan Syekar berikan, dan aku harus bisa melakukannya.


Brumm...


Suara mobilnya sudah terdengar, sepertinya putra tiriku yang garang sudah kembali, oke baik, aku akan kembalu mencobanya, lagi pula ini sudah tengah malam, suamiku juga pasti sudah terlelap. dasar istri durhaka, aku pun kegelian jika mengingat status dan misiku, yang saling bertentangan.


Dengan cepat aku melangkah menuju lantai dasar, sebelum Kelvin mengetuk, aku harus lebih dulu membuka pintu itu untuknya.


Bruakkk...


Sial aku terkejut, Kelvin mendorong pintu itu dengan kasar.


"Kau sudah pulang?" ucapku, tersenyum manis padanya.


Dia acuh, sudah pasti, aku langsung merebut tas kerjanya, dan berlalu dengan cepat, sebelum ia memakiku.

__ADS_1


"Gadis sialann, apa yang kau lakukan? kembalikan tasku."


Kelvin mengejarku, tentu saja aku tidak kabur, aku membawa tas itu kedalam kamarnya, bersikap seperti istri, padahal aku disini adalah ibu tiri. lucu sekali bukan.


Aku meletakan tas itu di lemari besarnya, handuk dan pakaiannya aku siapkan, aku bahkan langsung berlalu menuju kamar mandi untuk mengatur suhu air hangat.


"Semuanya sudah aku siapkan." ucapku dengan santai.


Dia masih kebingungan, aku yakin, dalam otaknya ia pasti berpikir, jika kau tidak kapok bermain-main dengannya.


"Keluar." ucapnya dingin.


Aku menelan salivaku, berjala perlaham menghampirinya, sumpah demi apapun, aku sendiri ketakutan setengah mati, saat aku meraih dasi yang melingkar di lehernya, perlahan aku menarik dasi tersebut, dan melepaskannya.


"Jangan berteriak, kau bisa membangunkan ayahmu." ucapku dengan santai.


Rahangnya mengeras, wajahnya memerah, sepertinya darah dalam tubuhnya sudah mendidih, Kelvin menatapku dengan tajam, ingin rasanya aku berlari, sepertinya dia akan kembali menyeretku dan mengurungku di kandang Pluto.


Kelvin mendorong tubuhku ke aras ranjang, Ya tuhan kau mohon lindungi aku, Kelvin menindihh tubuhku, dengan raut wajah menyeramkan, apa dia akan mencekikku? tidak-tidak, aku tidak ingin mati konyol.


Nafasku tidak karuan, tubuhku bergetar lagi-lagi aku terjebak dalam permainanku sendiri.


"Ini yang kau inginkan?"


Srekkkkk...


Kelvin merobek pakianku dengan kasar, benar, jiwanya dengan Pluto memang tertukar. Hewan buas seperti Pluto saja tidak segarang ini kemarin.

__ADS_1


"A-apa yang kau lakukan?" ucapku dengan suara bergetar.


Cup...


Diluar dugaan, Kelvin mencium bibirku, Astaga apa ini benar Kelvin? mataku sampai membulat sempurna begitu Kelvin meraup bibirku dengan kasar, aku sendiri saja tidak percaya dengan apa yang ia lakukan.


"Ini yang kau inginkan."


Seketika hawa panas menjalar keseluruh tubuhku, padahal ia menciumku dengan begitu kasar, tapi tetap saja jantungku berdetak hebat saat Kelvin melakukan hal itu padaku.


Tidak, aku belum siap jika harus melakukan hal ini, tapi aku sendiri yang memancingnya, kenapa aku menyerah? tidak ini harus berlanjut.


Kelvin melepaskan aku begitu saja, ia memiringkan senyum kejamnya menatapku dengan tajam.


"Kau sendiri yang memancing, dan sekarang kau bersikap so polos. menjijikan." ucapnya.


"Kenapa kau mengehentikannya? atau jangan-jangan kau tidak bisa melakukannya?" ucapku, tidak perduli dengan harga diriku sendiri, toh sejak aku menggodanya, merangkak ke atas ranjangnya, aku sudah kehilangan harga diriku sendiri.


Kelvin terdiam, tatapannya sangat mengerikan, dia langsung menarik tanganku dengan kasar dan menyeretku keluar.


"Dasae jalangg sialan, aku sama sekali tidak tertarik padamu, meskipun kau memberiaknnya secara cuma-cuma, dengar. bahkan seorang pelacurr saja lebih berharga, dari pada wanita licik sepertimu."


Kelvin melemparku keluar kamarnya, sungguh ucapannya benar-benar sanagt menyakitkan, aku tidak menyangkal, tingkahku padanya memang tidak lebih dari seorang pelacurr.


Bruakkggg...


Dia melempar daun pintu kamarnya dihadapanku, hingga aku tersentak, bagian dada pakaianku sudah ia robek, untung saja keadaan rumah sudah sangat sepi, jadi tidak ada seseorang yang melihatku dalam keadaan memalukan seperti ini.

__ADS_1


Oke.. kali ini gagal, lain kali aku akan mencobanya lagi, meskipun ucapan-ucapannya sangat tajam, bodohh. ini semua permintaan ayahnya, jika bukan karna Tuan Syekar aku sendiri tidak ingin berurusan dengan pria garang sepertinya.


KOMEN LIKE VOTENYA YANG BANYAK, BIAR AKU MAKIN RAJINNN UP.


__ADS_2