Syafira

Syafira
Chapter 17


__ADS_3

Syafira Pov


Aku menggerakan tubuhku, jam di atas nakas terus saja berdering hingga membuat aku terbangun, aku merasakan sesuatu yang keras menempel dengan tubuhku.


Benar saja, saat aku tertidur pulas, Kelvin kembali dan tidur di sebelahku, tangan kekarnya memeluk dan mendekapku, meskipun saat itu aku berbaring dalam posisi membelakanginya.


Pria ini benar-benar tidak tahu malu, ia mencari kesempatan saat aku terlelep, suara dengkurannya masih terdengar, aku menggeser tubuhku perlahan, dan berusaha menjauhkan tangan Kelvin yang mendekapku.


Huh.. aku bernafas dengan lega, ia tidak bereakasi, hanya bergerak sedikit lalu kembali mendengkur.


Aku beranjak, dan langsung berlalu menuju kamar mandi, untuk mebersihkan diri, entaj kenapa setiap kali melihat wajah Kelvin, bayang-bayang menyakitkan itu terus saja muncul, aku bisa saja memaafkannya, tapi tidak untuk melupakan semua yang telah ia perbuat padaku.


Hari ini adalah hari libur, setelah aku membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi, Kelvin masih terlelap di atas ranjang dengan sangat nyenyak, aku tidak ingin, membangunkannya berbicara padanya saja aku tidak ingin.


Aku berlalu, menuruni tangga menuju meja sarapan, disana sudah ada beberapa pelayan yang sedang di sibukan dengan aktifitas memasaknya, aku menghampiri mereka, karna merasa heran saat pelayan tersebut menyiapkan banyak sekali olahan makanan.


"Kenapa banyak sekali? untuk siapa makanan-makanan ini?" ucapku pada salah seorang pelayan


"Hari ini adalah uang tahun Tuan, Nyonya. setiap tahun Tuan selalu merayakannya dan mengundang banyak teman kantornya."


Aku sampai melupakan hal ini, semalam Kelvin mengatakan hal tersebut padaku, namun aku tidak menggubrisnya.


"Nyonya sarapanmu sudah siap, aku akan membangunkan Tuan Muda." ucap slaah satu pelayan lainnya


"Tunggu, jangan bangunkan dia." ucapku


Pelayan itu menurut, dan pandanganku tertuju pada pelayan paruh baya yang tepat berdiri di sampingku.


"Kau sepertinya sudah lama bekerja disini."


"Kurang lebih 10 tahun saya mengabdi di keluarga Ardian, sejak umur Tuan Muda masih belasan tahun." ucapnya


Aku terus memperhatikannya saat memasak, sepertinya pelayan ini cukup tahu segalanya tentang masalah Kelvin dan Tuan Syekar.


"Apa kau tahu, apa yang sebebarnya terjadi pada Keluarga ini?"


Pelayan itu mengalihkan pandangannya menatapku, ia tersenyum tipis dan mengangguk.


"Aku tidak tahu persis, akan tetapi saat Tuan Muda masih berusia belasan tahun, ada seorang wanita datang membawa anaknya, dan mengatakan jika itu adalah anak Tuan Syekar. sejak saat itulah Nyonya besar merasa sangat dihianati, meskipun Tuan Syekar meilih untuk tetap bersama Nyonya besar, penghianatan itu membuat Nyonya besar mengakhiri sendiri hidupnya, dan Tuan Kelvin mulai membenci ayahnya, saat ibunya meninggal."

__ADS_1


Aku menelan salivaku, wajar saja sikap Pria garang itu sangat dingin pada ayahnya, ternyata Tuan Syekar pernah menghianati istrinya, aku mengerti, ternyata ini alasan dari sikap angkuhnya.


"Nyonya, apa kau sudah menyiapkan hadiah untuk Tuan Muda?"


Aku tersenyum tipis, dan menggelengkan kepalaku.


"Aku tidak tertarik."


"Aku mengerti, Tuan Muda memang sudah sangat keterlaluan."


Aku melirik ke arah lain, seseorang membawa daging segar di atas nampan.


"Tunggu, apa itu untuk Pluto?"


"I-iya Nyonya."


Aku menghampiri pelayan tersebut dan mengambil alih daging segar itu.


"Berikan padaku."


"Tapi Nyonya."


"Berikan kuncinya, biar aku saja." ucapku dengan santai


Pelayan itu memberikan kunci kandang Oluto padaku, aku segera berlalu menuju kandang peliharaan Pria garang tersebut, tentu saja aku lebih memilih hewan buas ini, karna sebuas-buasnya hewan masih bisa di jinakan, tidak seperti Kelvin, tidak punya hati dan perasaan menyiksaku seenaknya.


Belum sampai di kandang Pluto, anjingg itu menggong dengan sangat ganas menatap kearahku, entah dia merindukanku, atau merindukan daging segar yang ku bawa ini.


Aku mencoba membuka kandang Pluto dengan santai, tapi sesorang berteriak ke arahku dengan sangat keras.


"Nyonya, kau lempar saja daging itu, Pluto sangat buas, Tuan melarang untuk membuka kandangnya, jika tidak ia akan menyerang siapa saja yang mengganggunya."


Aku mengabaikan teriakan pelayan tersebut, dan melanjutkan aksiku, untuk membuka kandang Pluto, suara gonggongan Pluto memang terdengar sangat garang, apalagi jika melihat taringnya yang sangat besar, dan ukuran tubuhnya, warna hitam tubuhnya membuat Anjing itu terlihat sangat buas, aku tidak perrduli, kemarin ia tidak menyerangku, mana mungkin sekarang ia berani, sebuas-buasnya hewan pasti bisa dijinakan, tidak seperti Kelvin, garang, kejam, lebih buas dari hewan peliharaannya.


Aneh, pelayan itu semakin banyak saja menonton apa yang aku lakukan, padahal kandang Pluto belum terbuka, mereka terus saja mengoceh, bahkan tidak berani mendekat.


Author Pov


Kelvin tersentak begitu pelayan menggedor pintu kamarnya.

__ADS_1


"Tuan, Tuan, Nyonya Syafira nekat membuka kandang Pluto Tuan."


Kelvin sedang berusaha mengumpulkan kesadarannya, suara pelayan tersebut terdengar sangat ketakutan, dan Kelvin langsung membuka kamar.


"Apa?"


"Maaf Tuan, Nyonya Syafira berusaha membuka kandang Pluto, dan memberi makan secara langsung, tanpa melempar dagingnya dari luar."


Kelvin terkejut, ia langsung berlari degan tergesa-gesa.


"Bodoh, kenapa kalian tidak mencegahnya."


"Nyonya Fira bersikeras Tuan, tidak mendengarkan kami."


"Jika terjadi sesuatu padanya, aku akan memecat kalian semua." tegas Kelvin.


Kelvin Berlari, ia terlihat sangat cemas dan ketakutan, tentu saja, ia sangat mengenal hewan buas peliharaannya tersebut, bisa sajaa Pluto menikam Syafira dan mengoyak tubuh indahnya.


"Fira tu-"


Pluto memakan sarapannya dengan santai, bahkan tubuh besarnya terus di elus oleh Syafira, membuat anjing itu semakin bermanja dan bahkan menggesekan tubuhnya pada Syafira.


Sesuatu yang aneh, bahkan para pelayan saja tidak ada yang berani mendekati Pluto, Pluto hanya menurut pada Kelvin, tuannya, ia bisa sangat marah ketika seseorang selain Kelvin mendekatinya, meskipun hanya memberinya makan.


"Apa kau bodoh, kau bisa saja di tikam olehnya." tegas Kelvin menghampiri Syafira


Gadis itu mengalihkan pandangannya, tersenyum miring menatap Kelvin.


"Bukannya hal itu pernah kau lalukan beberapa waktu lalu, dia tidak mengoyakku, bahkan seekor hewan saja masih memiliki perasaan, tidak seperti kau." tegas Syafira.


Sambil terus mengelus tubuh Pluto, ia masih saja bersikap dingin pada Kelvin, seorang wanita memang tidak akan pernah melupakan kesalahan pria yang menyakitinya.


"Kau terus membahas hal ini, bukankah aku sudah meminta maaf."


"Maaf? jika saat itu Pluto mengoyaku, menjadikan aku makanannya, apa pantas permintaan maafmu aku terima?"


Kelvin tidak berkutik, pria garang itu menelan salivanya sambil terus menatap Syafira, dengan raut wajah penuh penyesalan.


LIKE KOMEN YG PANJANG, VOTE YANG BANYAK BIAR UPNYA MAKIN RAJIN😂

__ADS_1


__ADS_2