
"Ayah..."
Ervan memalingkan tubuhnya saat mendengar suara anak kecil yang menggemaskan memanggilnya.
"Alvin... jagoan kecil Ayah, apa yang kau lakukan disini?" Ervan langsung berjalan mendekati tubuh kecil Alvin yang tidak lain adalah buah hati dari Syafira, pria jangkung itu tidak pernah menyuruhnya untuk memanggil dirinya dengan sebutan Ayah. akan tetapi Alvin yang belum mengerti apapun sudah menganggap Ervan sebagai ayah kandungnya. meskipun Syafira sendiri sudah menegaskan jika Ervan bukanlah ayahnya.
"Aku datang dengan Tuan Doris, Ayah. aku mencari Mamy." ucap Alvin dengan gaya bicara yang khas.
"Mamy-mu sedang bertemu dengan Klien, karna kau sudah disini, ayah akan memanjakanmu dan membeli banyak manisan gula kesukaanmu sekarang." Titah Ervan dengan penuh kelembutan.
***
Kelvin berjalan dengan tergesa-gesa memasuki sebuah gedung perusahaan yang cukup besar di kota tersebut. Demi menemui seorang investor yang akan membantunya dalam menstabilkan perusahaan yang sudah diambang kebangkrutan.
"Maaf sudah membuatmu menunggu." ucap Kelvin pada seorang wanita yang sedang duduk di kursi pimpinan.
"Tidak masalah."
Kelvin mengerutkan dahinya, tentu ia sangat mengenal suara ini, suara wanita yang beberapa tahun lalu pernah mengisi hidupnya. "Syafira kau..." celetuk Kelvin senada terkejut.
"Kau masih mengenalku rupanya." sahut Syafira.
__ADS_1
Kelvin terdiam sejenak, betapa tidak percayanya ia melihat gadis yang pernah ia campakan ternyata sudah berhasil berada di puncak kesuksesan.
"Apa maksud dari semua ini." ucap Kelvin dingin.
"Kau sendiri yang datang ke perusahaanku, seharusnya aku bertanya apa maksud kedatanganmu?"
"Apa kau sengaja menerima undangan pertemuan dariku, untuk memamerkan pencapaianmu saat ini." tegas Kelvin dengan rahang mengeras.
Syafira memiringkan senyumnya, ia duduk dengan posisi yang menantang, kaki jenjangnya menumpang hingga memperlihatkan keindahan kulitnya yang hanya mengenakan rok diatas lutut. "Jika itu yang kau pikirkan aku tidak akan menyangkal." celetuk Syafira.
Kelvin mengepalkan tangannya, begitu muak melihat kesombongan Syafira di hadapannya.
"Apa setelah aku melemparmu kejalanan, kau di pelihara oleh pria kaya, sehingga kau bisa menjadi seperti ini." tegas Kelvin seolah menghina.
"Cukup!!!" pekik Syafira, ia bahkan langsung mendekati Kelvin dan mencengkram kerah pakaiannya dengan mata yang melotot. "Kau sama sekali tidak berhak menghinaku, karna sekarang kau Taun yang hanya akan menjadi sampah." tegas Syafira.
Kelvin mendorong Syafira hingga membuatnya berada didalam posisi celentang diatas meja kerja, pergerakan Syafira Kelvin kunci, pemuda itu bahkan mendekatkan wajahnya dan berbisik. "Bagiku kau hanyalah seorang jala*ng, tidak perlu seangkuh itu untuk berbicara padaku karna bagaimana pun kau pernah menyerahkan tubuh murahmu padaku."
Nafas Syafira tersenggal, ia mencoba melepaskan cengkramannya dari Kelvin tapi pemuda itu terus mendekapnya.
"Lepaskan aku! apa yang kau lakukan!" Pekik Syafira yang mencoba melepaskan dirinya.
__ADS_1
"Kenapa? apa kau takut, Mmmmm." Kelvin menghirup aroma tubuh Syafira dengan deru nafas yang menantang. "Siapa pria itu? bagaimana caramu menaklukannya? tentu saja pasti dengan tubuh ini." ucap Kelvin lalu menempelkan wajahnya di ceruk leher Syafira dan menciumnya.
"Jika kau berbuat kurang ngajar, aku akan membuat laporan jika kau mencoba melecehkanku." pekik Syafira yang masih mencoba berontak.
Kelvin terkekeh, ucapan Syafira begitu menggelikan menurutnya. "Apa kau akan menjebloskan suamimu kedalam penjara?" bisik Kelvin menggigit kecil leher Syafira hingga membuat jejak kepemilikan disana.
"Aku sudah bukan istrimu!"
"Apa kau lupa? kau yang pergi tanpa memberitahuku, dan kita bahkan belum mengurus surat perceraian! aku bisa saja menjadikan beberapa pelayan untuk menjadi saksi jia kau yang telah meninggalkan aku begitu saja demi pria lain yang lebih kaya dariku."
Syafira menatap Kelvin dengan tatapan mematikan. "Kau licik!"
"Kau tahu aku, jadi sebaiknya kau tidak membuang-buang waktu untuk bermain-main denganku."
"Aku membencimu, aku sangat membencimu Kelvin!"
"Tidak masalah, setidaknya kau pernah mencintaiku dan menyerahkan tubuh ini padaku."
"Cukuppp!!!" Syafira berteriak, ia bahkan terus menatap Kelvin dengan tatapan kejam. "Dengar! mencintaimu adalah penyesalan terbesarku, seharusnya aku tidak mengenalmu dari awal. karna kau adalah sumber dari segala masalah dihidupku." tegas Syafira dengan suara memekik.
Kelvin memiringkan senyumnya, ia melepaskan cengkramannya dari Syafira begitu saja kemudian berlalu meraih tas kerjanya dan pergi.
__ADS_1
Ingin rasanya Syafira menjerit, sudah berusaha bertahun-tahun akan tetapi statusnya yang masuh Nyonya dari keluarga Ardian tersebut ternyata cukup berpengaruh, bagaimana jika ucapan Kelvin yang akan memenjarakannya itu benar, terlebih jika Kelvin mengajukan uang konfensasi dari masalah tesebut, ia pasti akan mengajukan dalam jumlah yang besar untuk menutupi kebangkrutan perusahaannya. citra Syafira sebagai CEO dari perusahaan yang beberapa tahun yang irintis berkat campur tangan Ervan pasti akan di pengaruhi akibat khasus ini.
LIKE KOMEN DAN VOTENYA😘