
"Mmmm, ini sudah lebih dari cukup." pekikku dengan mulut penuh dengan suapan makanan.
Pria ini terus memaksaku untuk mengisi perut, bahkan tak hentinya ia menyuruh pelayan untuk menghidangkan makanan kesukaanku setiap jamnya, hanya untuk membuatku senang.
"Kau ini kurus sekali, semua orang pasti akan mengira jika aku tidak memberimu makan disini." celetuk Kelvin
Dia terus menyuapiku, meskpipun aku menolak dia mencengkram wajahku hingga bibirku memoncong kedepan, dan dia terus memasukan makanan.
"Ini namanya penyiksaan." tegasku
"Penyiksaa apa? aku ini sedang memanjakan istri, apanya yang penyiksaan." ujarnya dengan santai
Aku menelan makanan tersebut bulat-bulat, dan beranjak menjauhinya, untuk memgambil segelas air. Kelvin memang terus saja memanjakan aku, meskipun caranya kadang tidak semanis pria-pria dalam film, tapi itu cukup membuatku kagum. Secara terang-terangan ia selalu mengatakan jika dirinya sedang mengejarku, akan membuat aku jatuh cinta. Ia sangat sering membuat jantungku berdebar tidak karuan, dengan hal-hal yang tidak masuk akal.
"Apa kau sudah jatuh cinta padaku?"
Aku tersentak, dan hampir menyemburkan air yang sedang kuminum saat ia menepuk bahuku, dan berkata demikian.
Uhukkk... Uhukk...
"Dasar bodoh, aku hanya menyentuh bahumu perlahan."
"Tapi kau membuatku terkejut." tegasku dengan suara memekik.
Kelvin tekekeh, ia menarik kembali tanganku dan mendudukanku di sofa.
"Sekarang kau duduk, biarkan aku memijatmu."
Pria itu langsung mereemas-remmas bahuku dengan lembut, dan penuh penghayatan, sepintas aku saja kegelian melihat tingkah bodoh pria garang yang tidak lain adalah suamiku tersebut. tidak ada sisi romantis sama sekali darinya, semua terlihat seperti paksaan, saat Kelvin memanjakanku. Pria itu menempelkan wajahnya di ceruk leherku dan berkata, "Kau belum menjawab pertanyanku sayang."
Deg...
Hembusan nafasnya menyentuh kulit sensitifku, sekujur tubuhku menjadi merinding di buatnya. Pria ini benar-benar sudah sangat terlatih dalam melemahkanku.
"Aku... Apa? pertanyaan yang mana?" ujarku dengan gugup.
"Apa kau sudah jatuh cinta padaku?"
Aku menelan salivaku, apa yang harus aku katakan? disisi lain Kelvin selalu sukses membuat jantungku berdebar, dan kagum akan usahanya untuk membuat aku jatuh cinta.
__ADS_1
"Aku... itu aku..."
Astaga aku benar-benar sangat gugup, pria ini memalingkan tubuhku, dengan senyum miring menyeringhai menatapku dengan intens.
"Mengakulah, kau tidak perlu menyembunyikannya lagi dariku."
Tubuhku bergetar, Kelvin mendekatkan wajahnya padaku, hingga aku harus memundurkan diriku kebelakang, sialnya aku sudah terjebak, pembatas sofa dan dirinya sudah menghimpit tubuhku.
"A-apa yang akan kau lakukan?" ucapku dengan suara bergetar.
"Melakukan apa yang seharusnya kita lakukan."
Bodoh, apa dia akan menelanjangiku di ruang keluarga seperti ini? bagaimana jika ada pelayan yang melihat.
"Itu... pelayan... bagaimana jika pelayan..."
"Mereka akan memaklumi apa yang kita lakukan, itu bukan masalah, kita bebas melakukan hal itu dimanapun."
Mataku membulat, aku mendorong tubuhnya agar ia tidak melahapku saat itu, hingga Kelvin menjauh dariku saat itu.
"Dasar bodoh tidak waras." tegasku, sambil berlari menuju kamar.
Kelvin mengejarku, meskipun sikapnya selalu membuatku terkesan, tidak mungkin aku menyerah begitu saja. tentu saja aku harus sedikit jual mahal, enak saja mau meniduriku dengan begitu mudahnya.
"Kenapa kau lari?" tanyanya padaku.
"Apa kau bodoh? bagaimana jika pelayan melihatnya."
"Oke baiklah, cukup masuk akal."
Kelvin menutup pintu kamar dan menguncinya, aura mesumnya kembali terpancar.
"Aku-aku akan membersihkan diriku."
Aku berlalu untuk menuju kamar mandi, akan tetapi pria itu langsung menarik tanganku, hingga aku hampir terjatuh dan memeluknya.
"Aku ikut." ucapnya dengan begitu santai.
"A-apa maksudmu?"
__ADS_1
"Tentu saja kita akan mandi bersama, apalagi?"
Insting kejahilanku datang, aku memancarkan senyum menempelkan tangaku di dada bidangnya, dan mengangguk seolah menyetujui permintaanya.
Kelvin langsung memancarkan senyum kemenangan, tidak butuh waktu lama ia langsung mengankat tubuhku membawaku kedalam kemar mandi.
"Itu artinya kau sudah jatuh cinta padaku." ucap Kelvin dengan begitu percaya diri.
Kelvin bahkan langsung melemparkan pakaiannya kesembarang arah, ia terus menatapku dengan sorot mata nakal.
"Kenapa kau hanya berdiri saja? ayo lepaskan pakaianmu." ucap Kelvin.
Aku mendekatkan diriku padanya, melingkarkan tanganku diatas bahunya. Kelvin begitu bersemangat, ia bahkan membantuku melepaskan pakaian yang aku kenakan, satu tangannya menyalakan shower, dan bibirnya langsung merengkuh bibirku dengan penuh kelembutan. Pria ini benar-benar bodoh, aku sengaja menjadi sedikit lebih agresif, membalas lummatannya, bahkan satu tanganku menyentuh bagian sensitifnya yang sudah mengeras, awalnya aku tidak yakin. Tapi aku memberanikan diri dan mengelus bagian tersebut hingga membuat Kelvin semakin tidak karuan mengecupku dengan penuh gairah.
"Lakukan sekarang, aku sudah tidak tahan." ucapnya dengan wajah memelas
Aku hanya mengangguk saat itu, dan kembali merengkuh bibirnya, tangannya terus memijat dan mengelus tubuhku, sepintas aku pun larut dalam permainannya saat Kelvin menghisap dua gundukanku.
"Ahhh, Fira aku sudah tidak tahan."
Kelvin melenguh kenikmatan saat aku mengelus junior kecilnya.
"Aku akan melepaskan sisa pakaianku."
Kelvin mengangguk, ia terus menatapku tanpa mengedip, apalagi saat aku akan menurunkan lapisan terakhir yang menutupi bagian pribadiku. Kelvin sangat menunggu hal itu.
"Cepatlah Fira."
Aku memiringkan senyumku dan berkata, "Dasar tidak sabaran."
Aku kembali mengecup bibirnya sesaat, dan berlalu begitu saja dari hadapannya.
"Fira... kau?"
"Aku sedang datang bulan lain kali saja." ucapku dengan santai, lalu mengunci pintu kamar mandi meninggalkan Kelvin begitu saja dalam keadaan Kelvin yang sudah sangat bergairah.
"Firaa tunggu, Firaa. Fira jangan tinggalkan aku dalam keadaan seperti ini Fira." Ucap Kelvin dengan suara memekik.
"Jangan habiskan sabunnya." balasku sambil terkekeh, Aku merasa sangat kejam, tapi mau bagaimana lagi? Aku belum yakin dengan perasaanku, tidak mungkin aku menyerahkan diriku sekarang padanya. Hahaa, Ini tidak sekejam saat dia meninggalkanku dikandang pluto bukan
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN VOTENYA DONG YG BANYAKKK