Syafira

Syafira
Chapter 18


__ADS_3

Kelvin Pov


Hari ini adalah tepat hari ulang tahunku, setiap tahunnya aku selalu merayakannya, dan mengundang teman-teman kantorku untuk datang.


Mereka bahkan bertanya, dan sudah mendengar perihal pernikahanku, meskipun aku kabur, aku tetap mengakui Syafira sebagai istriku dimata umum saat aku mengetahui kebenarannya.


Semua sudah disiapkan, aku bahkan sudah membersihkan diriku, memilih setelan jasku sendiri, karna memang Syafira tidak pernah menyentuh barang-barangku sama sekali. padahal aku tidak pernah melarangnya.


Gadis itu pun keluar dari kamar mandi, ia mengenakan setelan baju tidur sexy-nya. aku kecewa, ternyata Fira menolak untuk hadir diacaraku pentingku, padahal rencanaku adalah memperkenalkannya pada teman-temanku.


"Kau tidak akan turunkah?" ucapku santai.


Syafira tidak menggubrisnya, ia malah berbaring diatas ranjang, dan menutupi tubuhnya dengan selimut, sejauh ini sikapnya masih sangat dingin, kau mengerti, aku memang sudah sangat keterlaluan padanya.


"Baiklah, aku akan mencari alasan jika mereka menanyakanmu."


Aku berlalu dengan rasa kecewaku, sepertinya aku harus mencari alasan pada teman-temanku jika mereka bertanya dimana Syafira, suasana di bawah sudah sangat ramai, tamu yang ku undang, semuanya sudah datang.


Aku menuruni tangga, dan menghampiri teman-temanku, dan menyapanya.


"Kelvin, aku sudah tidak sabar, dimana dia?" celetuk salah satu temanku.


"Iya, dimana istrimu? secantik apa dia sehingga berhasil menaklukanmu." celetuk yang lainnya

__ADS_1


Aku hanya tersenyum tipis, dan berpikir sejenak untuk mencari alasan.


"Maaf, istriku sedang tidak enak badan, jadi aku menyuruhnya untuk istirahat saja."


Mereka tidak menggubrisku, pandangannya tertuju kearah lain, semua orang bersorak menyebut-nyebut kata cantik.


"Kelvin, istrimu sangat cantik, bagaimana caramu mendapatkannya?"


Aku mengalihkan pandanganku, melihat Syafira berjalan menuruni tangga dengan sangat anggun, penampilannya sangat elgant, ia berdandan dengan sangat cantik mengenakan gaun tanpa lengan berwarna merah.


Apa ini? Syafira turun? dia menyapa teman-temanku, dan bahkan terus memurahkan senyumnya yang sangat terlihat manis.


Aku segera menghampirinya, aku terus memancarkan senyum kebahagiaan menatapnya.


Syafira memiringkan senyumnya, aku tidak perduli, dia bersedia turun saja itu sudah cukup membuatku sangat bahagia.


Aku menarik tangannya, membawa Syafira menuju meja besar yang sudah terdapat kue ulang tahun berukuran raksasa.


Gadis itu berdiri di sampingku, aku akui, pesonanya bagai magnet, yang bisa menarik siapa saja yang melihat kecantikannya. bahkan semua temanku terus menatap ke arahnya memperhatikan istriku dengan sorot mata kagum.


"Terima kasih, untuk kalian yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara ulang tahunku, sebelum acara ini dimulai, aku ingin berterima kasih kepada Istriku, karna sudah bersedia menemaniku di acara tahunan kali ini." ucapku


Semua orang bertepuk dan bersiul, raut wajah Syafira saat itu hanya tersenyum, ketika aku mengatakan hal tersebut. beberapa orang menyuruh aku dan Syafira untuk meniup lilin tersebut secara bersamaan.

__ADS_1


"Sekarang pembukaan hadiah, aku ingin Kau membuka hadiah dari istrimu." celetuk salah seroang tamu.


Aku melirik ke arah Syafira, raut wajah gadis itu terlihat berbeda, aku mengerti, ia tidak mungkin memberiku sebuah hadiah.


"Euhhh, aku hanya ingin membuka hadiah dari istriku, saat kami sedang berdua."


Aku mencoba mencari alasan, akan tetapi mereka semua semakin menyudutkan aku, agar aku membuka hadiah dari Syafira.


"Tapi a-"


Cup..


Syafira mencium bibirku di depan para tamu undangan, hal itu cukup membuatku terkejut, entah apa maksud dan tujuannya.


"Jika kalian bertanya dimana hadiah Kelvin dariku, jawabannya adalah aku sendiri, aku akan menghadiahkan diriku untuk suamiku, bahkan jika aku menberinya hadiah berupa barang-barang mahal, Kelvin sendiri mampu membelinya, dia sama sekali tidak kekurangan hal itu." ucap Syafira.


Pernyataannya benar-benar mengejutkan, aku tahu ia melakukan hal ini karna tidak ingin membuatku malu, tapi hal itu cukup membuat jantung dan perasaanku tidak karuan.


Semua orang kembali bersiul dan bersorak, Syafira bahkan langsung memelukku dan menatap wajahku dengan intens. ada kesempatan untuk membalas perbuatan kejamku, tapi Syafira malah tetap menjaga harga diriku, di hadapan teman-temanku, hal ini semakin membuat rasa penyesalanku semakin kuat.


"Kau benar Fira, kata maaf saja tidak akan pernah cukup untuk membayar semua yang pernah aku lakukan padamu."


SEMPAT TIDAK SEMPAT AKU UP KOK🤧 JANGAN LUPA LIKE KOMEN YANG PANJANG, DAN VOTE YANG BANYAK.

__ADS_1


__ADS_2