Syafira

Syafira
Chapter 42


__ADS_3

"Bagaimana? apa kau sudah mendapatkan kabar dari, Nada?" tanya Syafira sambil memberikan secangkir kopi untuk Kelvin.


"Belum, dari semalam dia sama sekali tidak menghubungiku. aku khawatir Ervan menyadari kepergianmu, dan menangkap Nada." sahut Kelvin.


Syafira menggigit bibir bawahnya, ia sedikit cemas karna memang semalam dirinya dengan Kelvin pergi begitu saja membawa Alvin dari rumah sakit.


"Apa Alvin sudah bangun?" tanya Kelvin kembali menyambung obrolan.


Syafira mengangguk dan tersenyum tipis. "Sepertinya ia masih sangat membencimu, karna kau telah melakukan kesalahan di depannya."


Kelvin menghembuskan nafas pelan, kemudian berkata. "kau benar, seharusnya aku tidak tepancing oleh si baji*ngan itu."


Syafira menyentuh wajah lesuh Kelvin yang terlihat sangat prustasi, karna sang anak telah membencinya. "Tenanglah, dia akan mengerti jika sudah waktunya. Alvin hanya perlu membiasakan diri dan kau harus sedikit bersabar." ucap Syafira menenangkan.


Kelvin tersenyum tipis dan mengangguk, ia memandang wajah cantik sang istri dengan tatapan intens dan begitu hangat. detik demi detik berlalu, keduanya saling memangkas jarak, dan menyatukan bibir dengan penuh kelembutan pagi itu.


Beberapa waktu sebelumnya...


"Omong kosong! lepaskan aku!" tegas Nada meninggikan suaranya dengan mata melotot

__ADS_1


"Tidak semudah itu!" sahut Ervan memiringkan senyumnya.


Nada berdecih, ia melipat tangannya dengan arogant, "Apa kau akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan pada Nona Janne? memberikan aku kepada pria jalanan untuk memperkosaku?" tanya Nada penuh keberanian.


Ervan terkekeh, ia semakin mendekatkan diri pada gadis itu, "untuk apa? kau hanya sekertaris Kelvin! bahkan jika aku membunuhmu sekalipun itu tidak akan ada pengaruhnya untuk Kelvin!" tegas Ervan kemudian merengkuh tubuh gadis itu hingga tidak ada jarak antara Nada dan Ervan.


"Lepaskan aku baji*ngan!" Nada mencoba memberontak, ia mendorong tubuh Ervan dengan sekuat tenaga akan tetapi usahanya sia-sia.


"Sebaiknya kau diam," Ervan mencengkram wajah Nada dengan kuat, hingga bibirnya memoncong. "Aku peringatkan! tidak ada yang bisa menghentikan aku untuk menghancurkan hidup Kelvin. termasuk dirimu!" Tegas Ervan meninggikan suaranya kemudian melempar Nada keatas ranjang.


"Biad*ap, ba*jingan, tidak waras. seharusnya Tuan Kelvin memasukanmu kerumah sakit jiwa bersama ibumu!" ucap Nada dengan suara memekik.


Ervan memukul wajah Nada dengan sangat kasar, hingga gadis itu tersungkur kemudian menarik rambutnya hingga Nada mendongak keatas merasakan sakit. "Jangan pernah membawa Ibuku! kau sama sekali tidak akan mengerti bagaiamana ibuku mati saat Syekar baji*ngan itu lebih memilih Kelvin dan ibunya dari pada Aku dan ibuku." Tegas Ervan meninggikan suaranya.


"Tapi kenyataannya ibu dari Kelvin juga bunuh diri, kau bukanlah satu-satunya orang yang dikhianati oleh, Tuan Syekar. Sampai kapan kau akan menghancurkan hidup seseorang yang tidak bersalah, berapa nyawa lagi yang akan kau bunuh setelah Nona Janne!" sahut Nada menjerit kesal.


"Ahhhhh.." Ervan mendorong Nada dengan kasar hingga tubuh gadis itu terdorong, dan kepalanya terkena pembatas ranjang. Ervan bahkan langsung mencekik gadis itu. "Seharusnya aku membunuhmu dari awal!"


Nada mengalirkan setetes air matanya, ia sudah kesulitan bernafas, posisi Ervan yang berada diatas tubuhnya menyulitkan Nada untuk bergerak. ia mencoba menahan tangan pria tersebut yang semakin kuat mencengkram lehernya. "Le... lepakss."

__ADS_1


Ervan tiba-tiba saja melepaskan cekikannya, emosinya yang membara sampai membuat nafas Ervan tidak karuan.


"Uhukkk..." tubuh Nada bergetar, ia sangat ketakutan ternyata Ervan lebih berbahaya dari apa yang ia pikirkan.


"Aku tidak ingin kau mati dengan mudah, aku ingin kau hidup merasakan apa yang dinamakan dengan, hidup segan mati tak mau!"


"A...apa maksudmu?" sahut Nada dengan suara bergetar.


Ervan langsung mengelus kaki jenjang Nada dan menatap gadis itu dengan penuh hasrat. "Aku pikir kau sudah mengerti apa maksudku." ucapnya.


Cwihh... Nada meludah kearah wajah Ervan, keberanian gadis ini memang patut diacungi jempol, saat dirinya sedang berhadapan dengan malaikat maut sekalipun. Nada masih saja menantang Ervan. "Aku tidak sudi menyerahkan diriku pada binatang berwujud manusia sepertimu." tegas Nada yang spontan langsung membuat Ervan kehabisan kesabarannya.


"Beraninya aku..." Ervan langsung meninding tubuh gadis itu mengunci pergerakannnya, ia bahkan mengoyak pakaian yang Nada kenakan, dan dalam waktu singkat tubuh Nada sudah polos tanpa berpenghalang.


"Lepaskan aku baj*ingan! aku lebih baik menjadi seorang ******* menjatuhkan harga diriku, dari pada di sentuh oleh pria binatang sepertimu." jerit Nada, saat Ervan mengunci kedua tangannya, dan pria itu terus mencumbunya dengan kasar penuh hasrat. air matanya mengalir, Ervan memperlakukannya dengan sangat kejam, tamparan pukulan terus pria itu daratkan di tubuh indah Nada. Ervan menyalurkan nafsu sekaligus meluapkan emosinya pada seorang gadis yang tidak berdosa.


"Aku bahkan tidak berpikir, jika hal ini akan terjadi padaku." Gumam Nada dalam batinnya dengan air mata yang terus menetes, saat dirinya sudah pasrah dengan tubuh yang melemah, menerima sentuhan ganas yang Ervan berikan.


LIKE KOMEN DAN VOTEENYA DONG YANG BANYAK YANG BAIK HATI...

__ADS_1


__ADS_2