Syafira

Syafira
Chapter bonus 4


__ADS_3

Nada terkekeh, saat Ervan sedang mengecup setiap inci lehernya. wanita tersebut berkata, "Akhirnya kau melepas topengmu."


Sejenak Ervan menghentikan aksinya, ia menatap lekat wajah sang istri tanpa ekspresi. keduanya saling menatap dengan tangan Nada yang sudah mengalung diatas bahu Ervan. Cup... didetik berikutnya mereka kembali saling menyatukan bibir, ciuman yang awalnya sangat lembut akhirnya semakin menuntut. kecupan hisapan sampai luma*tan Ervan berikan.


"Kau sendiri yang mengujiku," ucap pria jangkung tersebut setelah tangannya sudah berada diatas dua gundukan milik Nada.


"Mmmm..." Nada meringis nikmat saat Ervan merem*as bagian tersebut, "Jangan lakukan itu, ini milik anakmu." ucapnya kemudian menggigit bibir bawahnya.


"Tidak, ini milikku."


"Kau ********!" umpat Nada merona.


Ervan begitu piawai, bisa dikatakan ini adalah kali kedua mereka melakukan aktifitas intimnya. pria itu mengecap setiap titik tubuh istrinya, bagian yang langsung membuat Nada merinding saat Ervan mengelus sesuatu dibawah sana sengan penuh kelembutan.


"Mmmmm," Nada mengerang tidak karuan. meskipun terdengar ditahan, Ervan yakin setlah ini wanita tersebut akan mengeluarkan lenguhan indahnya.


Sesuatu yang Nada rasakan berbeda dari sebelumnya. karna dimasa lalu Ervan melajukan hal tersebut dengan sangat kasar penuh paksaan, ternyata semua ini terasa lebih nikmat jika keduanya saling menginginkan. Nada mulai semakin tenggelam dalam lautan gairah, jantungnya kian berdebar, suhu tubuhnya meningkat pesat. Ervan benar-benar sudah memblokir akses jalan pikirannya.


"Cepat sedikit, aku takut Anna terbangun." ucap Nada.


Apa ini? Ervan bahkan belum melakukan apapun, rencananya ingin menikmati setiap detik permainan bercintanya. tapi Nada malah meyuruh Ervan bergerak lebih cepat.


"Apa dalam keadaan seperti ini kau masih memikirkan anakmu?" tanya Ervan menghentikan aksinya.

__ADS_1


"Tentu saja, dia anakku."


"Dia anakku juga!"


Nada menghela nafasnya kasar, Ervan benar-benar pria yang sensitif. bahkan Nada sendiri tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apapun. "Baiklah jika ini selesai," Nada beranjak, ia merapikan kembali dress rumahannya.


"Selesai?" Ervan sepertinya sangat terlihat kesal, ia menajamkan tatapannya menatap Nada sinis. "Kita bahkan belum melakukan apapun!"


"Kau terlalu membuang-buang banyak waktu." sahut Nada santai. ia tersenyum tipis kemudian menyentuh dada bidang milik Ervan, "Selesaikan pekerjaanmu."


Ervan berdecak kesal, ia langsung menarik tangan Nada dan memeluknya. "Dalam hal ini kau sangat tidak bertanggung jawab!"


Nada memiringkan senyum, ia menggantungka tangannya diatas bahu Ervan menatap lekat wajah pria trrsebut. "Jangan salahkan aku, jika aku tidak memulai mungkin sampai saat ini kita akan menjadi pasangan kaku."


"Sial!" Ervan langsung memalingkan tubuh Nada, ia memeluk mendekap sang istri dari belakang kemudian menempelkan wajahnya diceruk leher milik Nada. "Malam ini aku tidak akan melepaskanmu!"


"Kau diam?


"Itu... bagaimana jika Anna terbangun?" tanya Nada kikuk.


Ervan semakin nakal, ia menyusupkan tangannya menyentuh pa*ha sang istri. "Sedikit egois pada anak sendiri sepertinya itu bukan masalah."


"Ayo lakukan," Ervan mengelus dan menyentuh bagian sensitif milik Nada hingga wanita tersebut langsung merapatkan kakinya.

__ADS_1


"Lakukan apa?"


Ervan terkekeh, ia langsung membuka seluruh pakaian yang Nada kenakan. kemudian berkata. "Tadi kau yang menggodaku, sekarang kau malah berlagak sopolos."


Dalam waktu singkat Ervan sudah menghempaskan seluruh pakaian yang Nada kenakan. ia bahkan langsung menikam tubuh Nada mendorong dan menjatuhkan tubuh polos tersebut diatas soffa.


"Ahhhh..." Nada langsung mengeluarkan lenguhan indahnya saat Ervan memainkan lidahnya dengan sangat terampil dibagian bawah sana. wanita tersebut sampai harus menutup mulutnya, karna merasa malu.


"Tidak usah ditahan!"


"Kau bajin*gan, jangan bermain-main lagi." umpat Nada kesal.


Ervan memiringkan senyumnya, ia langsung memposisikan tubuhnya sambil kembali merengkuh bibir sang istri yang terdengar sangat cerewet. "Jangan jadikan Anna sebagai alasan, aku tau kau sendiri sudah tidak tahan." ucap Ervan meledek.


Terserah apapun itu, wajah Nada sampai merona dengan mata yang berair saat seluruh milik Ervan sudah berhasil menerobos lubang kenikmatannya. Ervan mulai menggerakan tubuhnya perlahan, tanpa melepaskan kecupan yang ia berikan dari mulut sampai kepusat dua gudukan sang istri. Entah kapan terkahir kali Ervan melakukannya, ia sendiri sudah melupakan hal itu. meskipun memang pemerkosaan yang dilakukan olehnya terhadap Nada adalah hal terakhir, karna memang sebelumnya Ervan sudah pernah melakukan hal tersebut dengan banyak gadis yang ia bayar.


Asi terus saja keluar, tanpa merasa risih Ervan menghisapnya. "setelah ini, Anna harus mengganti asinya dengan sus*u formula."


"Mmmmhhhh, tidak waras!"


Seolah tidak diijinkan untuk bicara, Ervan kembali membungkam bibir Nada dengan kecupan. ia terus menghentak tubuhnya, menyentuh titik terdalam lubang tersebut. gerakan Ervan mulai tidak karuan, sepertinya pria tersebut sudah akan mencapai puncak kepuasan. tangannya bahkan langsung mencengkram dua gundukan milik Nada, "Ahhmmmmmm..." Ervan berhasil menembakan caira kental tersebut didalam milik sang istri, sejenak ia mendiamkan tubuhnya yang mulai melemah. Ervan menyembunyikan wajahnya diceruk leher Nada.


Mereka tersenggal, saling memeluk satu sama lain dengan keringat yang membasahi tubuh keduanya. "Kau menyukainya?" tanya Ervan.

__ADS_1


Nada tidak menggubrisnya, ia hanya tersenyum menatap dua bola mata indah milik sang suami. Cup... kecupan penutupan aktifitas tersebut Ervan daratkan. mungkin setelah ini mereka bisa saling terbiasa, dan tidak akan merasa kaku selama terus menerus.


LIKE KOMEN DAN VOTE, KALO KALIAN SUKA SAMA BONUS CHAPTERNYA AKU BAKALAN TAMBAH LAGI.


__ADS_2