Syafira

Syafira
Chapter 34


__ADS_3

Bruakk...


Nada tersentak saat Kelvin melemparkan secangkir kopi kearah tembok dengan penuh amarah.


"Beraninya dia." Rahang Kelvin mengeras, darahnya mendesir hebat saat mengetahui jika Ervan adalah seseorang yang membantu Syafira selama ini.


"Be-berdasarkan informasi yang aku terima, Nyonya Syafira bahkan sudah dikaruniai seorang putra." Ucap Nada dengan suara bergetar.


Kelvin mengepalkan tangannya, amarahnya benar-benar sudah tidak terbendung. "Ervan! cepat atau lambat aku akan melenyapkanmu." Gumam Kelvin dalam batinnya.


***


"Huhhh." Nada menghembuskan nafasnya pelan, gadis yang sudah mengabdi selama 7 tahun lamanya menjadi sekertaris Kelvin itu pun, masih saja ketakutan jika harus menghadapi Tuannya ketika sedang emosi. "Astaga... jika aku terus saja seperti ini maka aku hanya akan menjadi gadis kolot yang tidak kunjung menikah."


Nada melemparkan tasnya kesembarang arah, dalam ruagan yang luasnya sebesar 6x6 tersebut Nada membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Drrrttt... Drrttt...


Ponsel gadis itu bergetar, ia sudah sangat yakin jika yang mengirimi pesan saat ini adalah Kelvin, bos kejam yang terus memperkerjakannya tanpa kenal waktu.


Kelvin : Ikuti Ervan, setiap 20 menit kau harus memberitahu apa yang sedang ia lakukan bersama Syafira.


Umpatan rasa kesal tiba-tiba menggulung didalam otak Nada, bahkan saat Nada baru membaringkan tubuhnya saja Kelvin masih menyuruhnya untuk memata-matai Ervan.


"Dasar!!!!" Nada mengeratkan dahinya meremas ponselnya karna merasa sangat kesal pada Kelvin yang tidak membiarkannya sama sekali untuk beristirahat.


Nada memang orang kepercayaan Kelvin, 7 tahun lamanya menjadi sekertaris Kelvin. ia bahkan mengetahui segalanya tentang permasalahan bosnya tersebut, dari mulai tingkah kejam sampai perseteruannya dengan Ervan, dan masalahnya dengan Syafira.


Tidak hanya cantik, Nada bahkan terbilang gadis yang tangguh itu sebabnya Kelvin mempercayakan segalanya pada gadis tersebut.

__ADS_1


"Ini dia." Nada menghentikan mobilnya dekat kediaman Ervan, rumah tersebut terlihat sepi, karna takut ada seseorang yang mencurigainya, gadis itu memilih memarkirkan mobilnya sedikit lebih jauh.


"Aku sudah seperti anggota mata-mata CBA." Nada mengeluarkan teropong kecil, ia mendekati pagar besar rumah tersebut untuk memata-matai Ervan dan Syafira disana.


Terdengar gelak tawa bocah laki-laki, membuat Nada melangkah dan mencari sudut yang tepat agar dapat dengan jelas melihat mereka dari teropong.


"Tidak ada Nyonya Syafira disini, aku hanya bisa melihat anaknya dan Ervan saja." Nada langsung mengirimkan pesan pada Kelvin saat dirinya hanya bisa melihat Ervan dan anak laki-laki yang sedang bermain bersamanya.


"Ayahhh... itu menggelikan tolong hentikan."


Mata Nada membulat sempurna saat dapat melihat dengan jelas jika wajah bocah laki-laki tersebut sangatlah familiar. "Tu-tuan Kelvin, dia sangat mirip dengan Tuan Kelvin."


Dengan cepat Nada meraih kameranya, mengatur jarak focus pada kamera tersebut guna mendapat gambar yang cukup jelas.


"Dia pasti darah daging Tuan Kelvin, aku yakin!" ucap Nada.


Puas dengan jepretannya, gadis itu langsung bergegas kembali, untuk memindahkan file tersebut kedalam leptopnya dan mengirimnya pada Kelvin.


Seseorang yang berlari karna tergesa-gesa menabrak Nada hingga ia terjatuh.


"Maaf aku... aku..."


Saat Nada menyadari jika yang menabraknya tersebut adalah Syafira ia langsung terkejut dan berusaha menutupi wajahnya.


"Aku tidak sengaja, maafkan aku."


Nada tidak menggubris ucapan Syafira, ia langsung berlari begitu saja, karna takut Syafira mencurigainya.


Beberapa waktu sebelumnya...

__ADS_1


"Kenapa harus Ervan?"


Syafira yang sedang berjalan itu pun tiba-tiba menghentikan langkah dan memalingkan tubuhnya. "Kau..." ucap Syafira senada terkejut.


Kelvin mendekatinya, mencengkram tangan Syafira dengan mata melotot. "Apa didunia ini tidak ada pria lain! sehingga kau harus memilih Ervan." tegas Kelvin meninggikan suaranya.


"Itu sama sekali bukan urusanmu!"


"Tentu itu menjadi urusanku!" bentak Kelvin yang semakin menguatkan cengkramannya.


"Lepaskan aku! kau menyakitiku." ucap Syafira kesakitan.


"Jauhi Ervan!"


"Hah? Jauhi?" Syafira terkekeh, ia berpikir sepertinya pria kejam yang sedang mencengkramnya sekarang sudah ketakutan. karna dua orang yang ingin melihat Kelvin hancur hidup bersama. "Apa kau takut?" Tanya Syafira memiringkan senyumnya.


"Dengar," Kelvin mencengkram wajah Syafira dengan kuat hingga bibir gadis itu memoncong. "Aku sama sekali tidak takut, saat aku memilih untuk bersama, Ervan. itu artinya kau sudah siap untuk mati!" tegas Kelvin mengancam.


"Mmmm..." Syafira mendorong pria itu dengan kasar, matanya menggenang menatap Kelvin dengan tajam. "Aku sama sekali tidak takut dengan ancamanmu!"


"Apa itu terdengar seperti ancaman?" Tanya Kelvin memiringkan senyumnya.


Karna tahu Kelvin adalah pria kejam yang bisa melakukan apapun, Syafira berlari dari hadapannya drngan perasaan sedikit takut.


Kelvin menatap tajam kearah Syafira, ia bahkan mengepalkan tangannya penuh dengan amarah. "Kau akan menyesal Fira, akan aku pastikan, kau sendiri yang akan datang padaku dan memohon!" Gumam Kelvin dalam batinnya.


Drttt... Drttt..


Nada : Tidak ada Nyonya Syafira disini, aku hanya bisa melihat anaknya dan Ervan saja."

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA DONGGG!!! YANG BANYAK😭


__ADS_2