Syafira

Syafira
Chapter 48


__ADS_3

"Nyonya, Tuan kecil di bawa oleh, Tuan Ervan." ucap pelayan pada Syafira melalui ponsel.


Syafira menganga, tubuhnya melemah seketika dan ia langsung histeris, ketakutan. "Tidak, Alvin..."


"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Kelvin yang tidak kalah terkejut.


"Alvin... Alvin dibawa oleh Ervan." pekik Syafira dengan air mata yang terus berlinang.


"Baj*ingan!" Tidak butuh waktu lama Kelvin langsung menginjak pedal gas kendarannya, untuk segera menyusul Alvin yang tealh dibawa oleh Ervan.


***


Alvin begitu gembira saat Ervan datang menjemputnya di kediaman Ardian. Yaa... pemuda cilik yang belum mengerti apapun tersebut memang tidak tahu jika Ervan-lah dlaang dibalik semuanya. ia hanya merindukan sosok pria jangkung yang selalu menemaninya tersebut sedari dirinya masih bayi.


"Ayah, Alvin sangat senang. akhirnya Ayah menjemput Alvin." Ucap pemuda cilik tersebut dengan amat polos.


Ervan hanya memiringkan senyum, mobil pun terhenti di kediamannya.


"Ayah, aku ingin bermain dengan, Ayah." pinta Alvin merengek.


"Baiklah, kita akan bermain nanti." ucap Ervan menolak halus.


Alvin langsung menarik-narik jas yang Ervan kenakan solah memaksanya, "Tidak, Alvin ingin bermain sekarang..." rengek bocah tersebut histeris.


Ervan mengepalkan tangannya, rahangnya tiba-tiba saja mengeras. "Diam!" pekik pria tersebut hingga langsung membuat Alvin ketakutan.

__ADS_1


"Ayah..."


"Aku bukan Ayahmu!"


Tubuh Alvin bergetar hebat, matanya menggenang dengan perasaan yang sangat terkejut. karna ini adalah kali pertama dirinya di kasari oleh seseorang.


Ervan langsung menarik tangan Alvin dengan kasar, menyeretnya secara paksa.


"Ayah, sakit lepaskan aku. aku ingin Mamy."


"Kau pasti akan bertemu dengan ibumu, disurga!" sahut Ervan meninggikan suaranya.


Bruakk...


"Ayah, aku takut kenapa kita kesini?" pria cilik yang terlempar tersebut bangkit dan kembali mendekati Ervan memeluk kaki panjangnya.


"Ahhh..." Ervan kembali menendang tubuh kecil tersebuh hingga ia jatuh tersungkur.


"Diam! jika kau tidak menurut aku akan memukulmu lagi." tegas Ervan mengancam.


Alvin terus menangis, dahi dan bibirnya mengalirkan setetes darah segar. "Ayah jahat..." pekik bocah tersebut histeris, ia memeluk lututnya dengan sangat ketakutan, suasana diruangan tersebut sangatlah gelap hingga Alvin tidak bisa melihat apapun.


"Hentikan tangisanmu..."


Alvin mendengar suara, suara wanita yang entah apa wujud dari suara tersebut.

__ADS_1


"Suara siapa itu? apa kau hantu?" tanya Alvin dengan kepolosannya.


"Aku bukan hantu," Nada meraih tubuh Alvin dan memeluknya. "Tenanglah, jangan menangis. Papamu pasti akan datang menyelamatkan kita." ucap Nada memberikan penenangan untuk Alvin.


"Apa yang kau maksud adalah, Kelvin?"


"Yaa... tidak sopan memanggil namanya seperti itu, dia adalah Papamu."


"Tapi dia jahat!"


Nada mengelus tubuh kecil yang ia peluk tersebut, dapat sangat ia rasakan getaran penuh ketakutan yang ada pada Alvin. "Dia tidak jahat, pria yang menendangmu-lah yang jahat."


"Tapi dia selalu bermain dengan Alvin."


"jika dia baik, kenapa dia menendang dan memukul Alvin yang manis ini?" ucap Nada penuh kelembutan.


"Apa kau bisa melihat wajahku?"


"Tidak, tapi aku pernah melihat wajahmu."


"Benarkah? aku sangat takut! aku ingin Mamy." rengek Alvin.


Tidak ada jawaban yang keluar dari kulut Nada, bahkan ia sendiri sebenarnya tidak yakin jika Kelvin dan Syafira bisa menemukannya. bagaimana pun juga pria itu sangatlah licik, bisa saja Ervan membunuh keduanya sebelum Kelvin dan Syafira datang.


LIKE KOMEN DAN VOTEEE...

__ADS_1


__ADS_2