
"Nada mengatakan jika Ervan baru saja pergi, kita harus cepat, membawa Alvin pergi dari sini." ucap Kelvin.
Pemuda itu dan Syafira berlari di lorong rumah sakit dengan sangat tergesa-gesa. tujuna keduanya saat ini adalah membawa Alvin pulang bersamanya, sebelum Ervan datang.
"Mamy..." Dahi Alvin mengerut dengan bibir yang mengerucut, "Kenapa Mamy datang bersama pria jahat itu." pekik Alvin.
Syafira mengangkat tubuh kecil Alvin dan mencoba menenangkannya. "Alvin tenang, dia adalah Papa Alvin." ucap Syafira lembut.
"Tapi dia jahat!"
"Kita tidak punya banyak waktu, sebelum Ervan menyadari hal ini, kota harus segera pergi." ucap Kelvin kemudian langsung mengangkat tubuh kecil sang buah hati membawanya pergi bersama Syafira.
Tanpa mereka sadari di sudut lain sudah ada Ervan yang memperhatikan hal tersebut dengan mata melotot dan rahang yang mengeras. "Siala*n, ******** itu berhasil membawa mereka!" Ervan mengepalkan tangannya penuh kebencian.
"Aku rasa Ervan mengetahui hal ini, dan dia tidak akan tinggal diam!" tegas Kelvin.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Syafira ketakutan.
"Mamy apa yang terjadi? kenapa kita pergi bersama pria jahat ini" tanya Alvin.
Kedua oranv dewasa itu tidak ada yang menggubrisnya, Kelvin mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Nada.
"Awasi Ervan, aku sedang bersama anak dan istriku membawa mereka pulang." tegas Kelvin.
"Baik Tuan." sahut Nada.
__ADS_1
***
Di tempat lain wanita kepercayaan Kelvin yang tidak lain adalah Nada tersebut terus mengikuti laju kendaraan Ervan dadi rumah sakit sampai rumahnya.
Nada meraih tas dan mengambil teropong kecil miliknya, agar dapat melihat gerak-gerik Ervan dengan jelas.
"Aku pikir setelah aku mengatakan kebenarannya pada Nyonya Syafira, Tuan kejamku akan menendangku." Nada menghembuskan nafas pelan, "Huhh... untung saja Tuan kejam itu tidak membunuhku, dan malah memberiku uang untuk biaya kreamasi nenek, padahal keuangannya sedang bermasalah." gumam Nada.
Nada keheranan, hanya beberapa detik saja ia memalingkan wajah dan Ervan sudah tidak terlihat. "Kemana pria itu?" gumam Nada.
Bruakkk...
"Ahhkkk..." Nada meringis kesakitan saat seseorang memukulnya dari belakang dengan benda keras, kemudian ia menjatuhkan dirinya.
"Kelvin tidak salah mengirimkan wanita ini, ia cukup tangguh dan tidak mudah menyerah." Gumam Ervan, kemudian mengangkat tubuh Nada yang tidak sadarkan diri.
Ervan menyalakan pemantik rokok, menatap Nada dengan penuh kekejaman. "Aku tidak akan pernah melepaskan orang-orang yang berada di pihak Kelvin!" gumam Ervan.
Nada mengerjap, ia meringis merasakan sakit di bagian bahunya. "Ahhhh, kenapa ini sangat sakit." Gadis itu tersentak saat matanya mendapati Ervan sedang memperhatikannya sambil menghembuskan asap rokok keudara.
"Kau sudah sadar rupanya." ucap Ervan memiringkan senyumnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Nada kemudian beranjak mengambil tas kecil berjalan terhuyung ke arah pintu, "Sial!" gumam Nada kesal saat menekan gagang pintu yang tak kunjung terbuka.
"Apa kau akan pergi?" ucap Ervan
__ADS_1
"Bukan urusanmu." sahut Nada kemudian membuka tas mencari ponselnya.
"Ini yang kau cari?"
Nada mengalihkan tatapannya pada Ervan yang sedang memutar-muta punsel miliknya tersebut. "Kembalikan ponselku." pekiknya garang.
Bruakk...
Ervan membanting ponsel tersebut jearah tembok hingga ponsel itu hancur.
"Apa yang kau lakukan?" tegas Nada meninggikan suaranya.
"Aku tahu kau akan menghubungi Tuanmu, dan mengatakan jika kau sedang bersamaku disini." ucap Ervan yang mulai memangkas jarak diantara mereka, hingga membuat Nada sedikit memundurkan langkahnya.
"Hentikan! jangan mendekat!" Tegas Nada.
Ervan terkekeh, ia menatap tajam gadis di hadapannya dengan penuh maksud. "Apa ini? seorang, Nada Hilmaya sekertaris kebanggaan Kelvin terlihat ketakutan saat berhadapan denganku." ucap Ervan.
"Omong kosong! lepaskan aku!" tegas Nada meninggikan suaranya dengan mata melotot
"Tidak semudah itu!" sahut Ervan memiringkan senyumnya.
Nada berdecih, ia melipat tangannya dengan arogant, "Apa kau akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan pada Nona Janne? memberikan aku kepada pria jalanan untuk memperkosaku?" tanya Nada penuh keberanian.
Ervan terkekeh, ia semakin mendekatkan diri pada gadis itu, "untuk apa? kau hanya sekertaris Kelvin! bahkan jika aku membunuhmu sekalipun itu tidak akan ada pengaruhnya untuk Kelvin!" tegas Ervan kemudian merengkuh tubuh gadis itu hingga tidak ada jarak antara Nada dan Ervan.
__ADS_1
"Lepaskan aku baji*ngan!" Nada mencoba memberontak, ia mendorong tubuh Ervan dengan sekuat tenaga akan tetapi usahanya sia-sia.
LIKE KOMEN DAN VOTENYA DONG YANG BANYAK😁