Syafira

Syafira
Chapter 51


__ADS_3

Disebuah ruangan bawah tanah rumah sakit yang sangat gelap, tepatnya ruang dimana seseorang menyembuhkan kejiwaan mereka secara pripat dengan seorang dokter profesional. Ervan hanya terduduk menyendiri dengan tatapan kosong. Kelvin dengan berat hati mengiyakan permintaan wanita tersebut, mencabut tuntutannya mengirim orang secara khusus untuk merehabilitas Ervan yang hidup dengan ketergantungan obat terlarang.


Seseorang membuka pintu ruangan tersebut yang terkunci kemudian berkata, "Silahkan Nona..."


Nada tidak merespon, pandangannya terus saja menatap sesosok pria yang hanya terus terdiam memandang kearah tembok dengan tatapan kosong.


Nada terdiam, seolah mengerti dengan sikapnya seseorang yang membuka kunci ruangan tersebut pun berlalu, untuk memberikan waktu pada Ervan dan juga Nada.


"Kenapa?" Ucap Ervan dingin memecah keheningan.


Sesaat Nada terdiam dan berpikir, pria ini tidak akan mengatakan apapun, bahkan diluar dugaan Ervan berbicara tanpa melukainya.


"Aku harap kau berubah! mengakhiri semuanya. Kelvin bahkan masih mempunyai perasaan dan rasa belas kasih, meskipun ia mencabut tuntutan demi bayiku." ucap Nada kemudian tersenyum tipis menatap Ervan.


Pria yang hanya menatap tembok dengan tatapan kosong itu akhirnya memalingkan wajahnya membalas tatapan Nada meskipun ekspresinya masih terlihat sangat dingin dan menyeramkan.


"Aku harap kau bisa menghargainya, bagaimanapun kalian saudara! tidak ada gunanya jika kalian terus saling menyerang dan menjatuhkan."


Nada meraih semangkuk makanan diatas nakas. "Makanlah," ucapnya sambil menyodorkan sendok yang berisikan sup hangat tersebut.

__ADS_1


Ervan masih terdiam, ia terus menatap Nada dengan begitu banyak pertanyaan. "Apa yang gadis ini pikirkan? aku sudah menyiksa dan menghancurkan hidupnya. tetapi ia masih bersikap baik padaku." batin Ervan.


"Setelah ini aku akan pergi, meninggalkan kota ini bersama bayiku, jangan pernah mengganggu hidup Kelvin dan keluarganya lagi. Berubahlah! ini kesempatan terakhirmu." tegas Nada dengan senyum terbaiknya, kemudian menarik tangan Ervan dan meletakan sup tersebut tepat di tangannya, "Selamat tinggal." Nada berlalu begitu saja.


***


"Apa setelah ini akan terjadi sesuatu lagi?" tanya Syafira sambil mengeringkan rambut Kelvin setelah menyelesaikan aktifitas mandinya.


Kelvin tersenyum nanar kemudian menarik tangan Syafira agar memeluknya, "Setelah ini hanya akan ada kebahagiaan!" ucap Kelvin penuh keyakinan.


Syafira mengelus wajah Kelvin perlahan, seperti mimpi, awalnya ia mengira jika pria didepannya sekarang adalah monster. dan sekarang Kelvin ternyata adalah sumber kebahagiannya. terlebih sang buah hati sudah sangat dekat dengan ayahnya.


"Maafkan aku!" ucap Kelvin, entah kenapa dirinya selalu merasa bersalah jika mengingat masa lalu saat dirinya membuat Syafira kesulitan.


"Dimana Alvin?" tanya Kelvin sambil mengelus rambut panjang sang istri.


"Dia sedang memandikan Pluto bersama pelayan."


Kelvin terkekeh, kemudian berkata, "Aku heran kenapa anji*ng itu memiliki selera sepertiku?"

__ADS_1


Dahi Syafira mengerut, ia langsung menatap tajam sang suami dengan sorot penuh tanya, "Apa maksudmu? kau menyamakan dirimu dengan seekor anj*ing"


"Bukan begitu! saat aku menyukaimu dia juga menyukaimu, dan sekarang anakku juga terlihat sangat dekat dengan anj*ing buas itu!"


Syafira tersenyum, ia memajukan wajahnya dan berbisik, "Apa kau sedang cemburu pada seekor anji*ng yang sepertinya lebih mempesona darimu?"


Kelvin terkekeh, ia langsung menin*dih tubuh Syafira dan berkata, "Meskipun ia terlihat lebih menarik, tetapi hanya akulah yang bisa memuaskanmu diranjang."


"Dasar bod..."


Cup... Sesuatu yang selalu Kelvin lakukan, ia mencium Syafira saat gadis itu belum sempat menyelesaikan ucapannya, meskipun begitu untuk kali ini Syafira tidak pernah menolak, justru sebaliknya ia selalu menikmati gaya berciuman Kelvin yang sudah sangat Syafira kenali, lembut dan semakin lama semakin menuntut.


Tangan Syafira mengalung diatas leher Kelvin, sesekali ia bahkan menekan tengkuknya agar ciuman tersebut semakin dalam dan semakin menggairahkan.


"Aku mencintaimu..." ucap Kelvin kemudian, setelah melepaskan penyatuan bibirnya.


"Aku jug..."


Bruakk.... "Mamy....."

__ADS_1


Kelvin dan Syafira tersentak dan pria jangkung itu terdorong hingga terjengkang saat Alvin tiba-tiba saja datang mengejutkan keduanya.


LIKE KOMEN DAN VOTEE....


__ADS_2