
Kelvin mengulurkan tangan membangunkan Syafira yang terus menangis lirih. "Pulanglah Fira." ucapnya dan langsung membuat Syafira mendongak menatapnya.
"Apa kau melakukan ini karna aku belum mengirimkan dana untuk membantumu?" tanya Syafira dingin dengan wajah tanpa ekspresi.
"Kita lupakan soal dana, awalnya memang aku berencana untuk menormalkan keungan perusahaan terlebih dahulu, dan itu untuk masa depanmu dan Alvin juga. tapi sekarang nyawamu dan Alvin lebih penting." ucap Kelvin penuh kelembutan.
Syafira langsung memeluk tubuh Kelvin dengan begitu erat. entah mengapa meskipun Kelvin pernah bersikap buruk dan sulit untuk dipercaya, batin Syafira sangat kuat jika Kelvij benar-benar tulus padanya. "Aku mencintaimu, tolong jangan bodohi aku. aku bersedia melakukan apapun, asal kita bisa hidup bersama." ucap Syafira lirih.
"Baiklah, sekarang kau tenang. kita jemput Alvin di rumah sakit dan pulang kerumahku, rumah kita." Kelvin mengelus punggung Syafira, meskipun ia kejam dalam hal ini ia sangat mudah untuk meluluhkan dan menenangkan perasaan sang istri.
Syafira melepaskan pelukannya, ia menatap Kelvin dan mengangguk dengan mata yang berlinang.
Drtttt... Drtrt...
Ponsel Kelvin tiba-tiba saja bergetar, dan terdapat nama Nada yang memanggil didalamnya. pria itu langsung melirik kearah Syafira dan tersenyum tipis. "Jika kau masih ragu, aku akan menjawab panggilan ini disini dan mengeraskan suaranya agar kau mendengarnya." ucap Kelvin kemudian menjawab panggilan tersebut.
"Tuan, aku melihat Nyonya dan Ervan berada di rumah sakit, pada saat aku membayar biaya kreamasi nenekku."
"Aku tahu, apa kau masih disana? apa kau melihat Ervan disana sekarang?" tanya Kelvin.
__ADS_1
"Aku masih disini, tapi Ervan sepertinya akan pergi."
"Cepat ikuti dia!" titah Kelvin.
"Ba... baik Tuan."
Kelvin langsung memutuskan panggilan tersebut dan menghapus air mata sang istri. "Percayalah, aku hanya tidak ingin kehilangan orang yang aku cintai, cukup sudah dia membuat, Janne kehilangan nyawanya, aku tidak hal itu terjadi padamu." ucap Kelvin kemudian mengecup bibir Syafira dengan penuh kelembutan.
Beberapa waktu sebelumnya saat Syafira di seret oleh Nada kepemakaman...
"Aku tahu kau membenciku, karna kau pikir aku telah menghancurkan pernikahanmu, tapi inilah kenyataannya."
"Tuan hanya ingin melindungimu, Ervan adalah orang yang bisa melalukan apapun. itu sebabnya ia membiarkanmu pergi." Ucap Nada dengan lengkungan yang terukir dibibirnya.
Syafira masih kebingungan, ia belum mengerti apa maksud dari perempuan yang sudah menghancurkan pernikahannya tersebut. "Tu-tuan? Apa yang kau maksud adalah Kelvin?"
"Ya.."
"Lalu makam siapa ini?" tanya Syafira kebingungan.
__ADS_1
Nada berdiri sejajar di samping Syafira, senyumnya terukir dengan tatapan mata sendu. "Kekasih, Tuan Kelvin."
Syafira menganga, dan menutup mulutnya dengan tangan. "Apa yang terjadi padanya?"
"Tuan dan Nona Janne akan melangsungkan pernikahan, tepat sebelum kau bertemu dengan Tuan. akan tetapi Ervan selalu saja menghancurkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuan Kelvin." Nada meraih bahu Syafira, dan mengelusnya. "Perselingkuhan ayahnya itu adalah petaka. Ervan tidak pernah bisa membiarkan hidup Kelvin tenang karna Tuan Syekar yang meninggalkannya dan lebih memilih hidup bersama Tuan Kelvin."
"Jadi Kelvin..."
"Iya Nyonya, dia hanya tidak ingin kehilangan cintanya! Ervan itu tidak pernah akan membiarkan hidup Tuan tenang. Beberapa hari sebelum pernikahan Nona Janne menghilang, dia di culik oleh beberapa pereman jalanan suruan Ervan. pria itu bahkan menyuruh pereman untuk menggilir Nona Janne agar Tuan Kelvin memiliki istri yang sudah digagahi pria menjijikan. semenjak saat itulah mental Nona Janne terganggu akibat trauma yang mendalam, ia bahkan mengakhiri hidupnya sendiri dan memilih kematian," Nada meraih tangan Syafira, dan menggenggamnya. "Percayalah, Tuan berpikir jika kau pergi hidupmu akan aman, ternyata kau malah jatuh ketangan Ervan dan diperalat olehnya. hidupmu hanya akan berakhir di rumah sakit jiwa, dan setelah itu hanya kematian yang akan menjadi pilihan terakhirmu seperti Nona Janne."
Syafira bergetar, ia membalas tatapan Nada dengan wajah tanpa ekspresi. "Bagaimana aku mempercayaimu?" tanya Syafira dingin.
"Aku memang tidak mempunyai bukti, tapi atas dasar apa Tuan ingin membunuhmu? dia juga mencintaimu. dia bisa kapanpun melukaimu tapi itu tidak pernah ia lakukan." sahut Nada.
****
Nada menghembuskan nafas pelan saat dirinya sedang memata-matai Ervan.
"Huhh... untung saja Tuan kejam itu tidak membunuhku, dan malah memberiku uang untuk biaya kreamasi nenek, padahal keuangannya sedang bermasalah." gumam Nada.
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN VOTENYA DONG YANG BANYAKK :)