
Astaga akhir pekan ini benar-benar sangat membosankan, aku hanya sibuk memandangi anjing besar yang sedang Kelvin mandikan. Lantas apa lagi? sudah lama aku tidak pernah berbaur dengan teman-temanku, tentu hal itu akan terasa sangat aneh, jika aku menemui mereka sekarang. Sudah bukan masaku untuk menghabiskan uang dan waktu bersama mereka, karna sekarang aku sudah mempunyai suami yang benar-benar hanya mengurungku saja. Shitt, membosankan.
Kelvin begitu memanjakan Pluto, sedangkan aku? beberapa waktu lalu Kelvin sendiri yang mengatakan jika dia akan membuatku jatuh cinta. tapi mana? mengerti keinginanku saja tidak, dasar pria garang, tidak punya hati, kejam. tidak ada habisnya jika aku terus-terusan mengumpat suamiku tersebut.
"Ayo." pekik Kelvin hingga membuatku tersentak.
Bagaimana tidak? barusan aku melihatnya masih dibawah memandikan Pluto dengan penuh kelembutan, dan sekarang pria garang ini sudah ada didepan mataku.
"Ke-kemana?" ucapku gugup.
"Bukannya kau bosan?"
Aku menelan salivaku, bagaimana dia tahu? aku tidak mengatakan apapun, apa dia bisa mendengar dan membaca pikiranku.
"Kau lama sekali." Kelvin menarik tanganku begitu saja, hingga aku hampir terjatuh, ia berjalan dengan amat terburu-buru, astaga pria ini benar-benar begitu agresif.
Dia mendorongku masuk kedalam mobilnya, apa ini cara menaklukan hati seorang perempuan? tidak ada hal manis, dia sangat ceroboh, bukannya senang Kelvin malah membuat suasana hatiku semakin buruk. Pria garang ini duduk disebelahku, tepatnya dikemudi mobil dengan santai, tatapannya lurus kedepan mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.
"Belanja? makan? atau kau ingin yang lainnya?"
Aku mengerutkan dahiku dengan bibir yang mengerucut, mataku terus saja menatap kearah luar kaca mobil, pria garang ini sama sekali tidak romantis.
"Fira, aku sedang bertanya. kenapa kau diam?"
"Terserah." ucapku datar.
Kelvin menghela nafasnya, pria itu menghentikan kendaraannya di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota ini, entah apa yang akan ia lakukan, saat aku dengannya mulai berkeliling kami terlihat tidak seperti pasangan, Kelvin berjalan di depanku dengan sangat cepat. bodoh, menyebalkan, dasar pria tidak waras, aku seperti sedang bermusuhan dengan suamiku sendiri.
"Cepat katakan kau mau apa?" tanyanya lagi.
Aku masih terdiam, dengan nafas yang terengah karna berjalan terlalu cepat mengikutinya.
"Aku ingin pulang saja " tegasku senada jengkel.
"Gadis bodoh."
__ADS_1
Kelvin memasuki store bermerk terkenal, yang sudah mendunia, seperti biasa ia berjalan dengan sangat cepat, pria ini benar-benar memuakan.
"Kirimkan semua barang terbaru untuk istriku dari toko kalian ke alamatku."
Mataku membulat, bagaimana tidak, dia mengatakan itu untukku, semua barang terbaru, setauku harga di store ini puluhan juta untuk satu produk saja.
"Jangannn." pekikku
Kelvin memalingkan tubuhnya menatap kearahku, tanpa terkecuali semua orang disekitarku.
"Lantas apa yang kau inginkan Fira? jangan membuang-buang waktu."
Aku kembali mengerucutkan bibir, menatap Kelvin dengan tatapan kejam, hingga raut wajahnya terlihat berbeda. Aku berlalu dengan kesal begitu saja, dari hadapannya.
"Fira tunggu..." pekik Kelvin.
Pemuda itu terus mengejarku sampai aku memasuki kembali mobil yang terpakir.
"Apa sebenarnya maumu." tanya Kelvin dengan suara terendah.
"Hey... apa yang kau inginkan?"
Ia mencoba menggodaku, tangannya meraih wajahku dan memalingkannya, agar aku membalas tatapannya. Aura dingin di wajah Kelvin hilang, ia bersikap dengan sangat lembut padaku sekarang, dia sangat tampan, perasaanku tidak karuan setiap kali ia memperlakukanku dengan lembut.
"Maaf jika aku tidak mengerti apa yang kau inginkan, tapi ada baiknya kau mengatakan hal itu padaku, semua keinginanmu pasti aku penuhi." ucapnya dengan penuh kelembutan.
Gadis mana yang tidak akan meleleh mendengar ucapan seperti itu dari mulut suaminya, perasaanku sedikit lebih tenang, jantungku berdebar, entah apa yang terjadi padaku, aku begitu mudah terpengaruh oleh kata-kata manisnya.
"Sekarang apa yang kau inginkan?" tanya Kelvin
Tubuh ini secara reflek merespon ucapannya, aku terus tenggelam dalam dua bola mata indahnya, perlahan aku menggelengkan kepala tanpa mengedip sekalipun.
Kelvin memajukan wajahnya, dan terus menatapku dengan intens, meskipun aku tau apa yang akan ia lakukan, tapi aku sama sekali tidak menolak, dia merengkuh bibirku dengan penuh kelembutan. Aku bisa merasakan kehangatan bibirnya menghisap bibirku dengan sangat terlatih, aku tidak menolak hal yang ia lakukan ataupun membalasnya, aku sangat menikmati hal ini, jantungku berdegup kencang, darahku mendesir, debaran dadaku sama sekali tidak terkendali, ciuman yang awalnya lembut semakin lama semakin menuntut.
Kelvin tiba-tiba saja melepaskan penyatuan bibir tersebut, ia tersenyum tipis menyeringhai menatapku.
__ADS_1
"Jadi ini yang kau inginkan." ucapnya dengan santai
Aku mengerutkna dahiku, sedikit keheranan mendengar ucapannya.
"Apa?"
"Jika kau hanya ingin aku menciumu katakan saja, tidak perlu semerepotkan ini."
Mataku membulat, bodoh, kenapa aku harus larut dalam ciuman tadi. pantas saja pria garang ini semakin narsis, astaga harga diriku lagi-lagi aku jatuhkan begitu saja, aku memalingkan wajah, tidak berani menatapnya.
"Kau... kau yang menciumku, kenapa kau menyalahkan aku."
Kelvin terkekeh, setiap kali aku berdalih ia selalu menertawakanku.
"Aku yang menciummu, tapi kau tidak menolak."
Deg...
Lagi-lagi aku terjebak, ingin rasanya aku kabur dari hadapan Kelvin sekarang, aku benar-benar tidak tahu lagi harus berkata apa, setiap kali aku berbicara ia selalu bisa menelakku dengan begitu mudah.
"Sebaiknya kau hati-hati, dihari berikutnya kau akan jatuh cinta padaku."
"Kau tenang saja, itu tidak akan terjadi." tegasku
"Lalu jika aku yang jatuh cinta padamu bagaimana?"
Mataku membulat saat mendengar pernyataannya, astaga pria ini benar-benar semakin tidak waras, secara terang-terangan Kelvin terus saja menggodaku.
"A-apa maksudmu?"
Kelvin kembali mendekatka wajahnya padaku, dan berbisik di daun telingaku.
"Jika aku mencintaimu? apa yang akan kau lakukan?"
Jantungku teris brrdebar, bulu kudukku berdiri sempurna, saat hembusan nafasnya menyentuh kulit leherku. Astaga, pria garang ini benar-benar akan membuatku gila.
__ADS_1
LIKE KOMEN VOTENYA DONG YANG BANYAK, KECEPATAN UP TERGANTUNG KALIAN