
Oke, aku akan melanjutkan hidupku. Aku sudah terbebas dari tanggung jawabku sebagai seorang istri sekarang, selamat datang status baruku, sudah sepekan aku menjadi janda. janda rasa gadis tentunya, aku belun di sentuh dan melakukan hal itu dengan siapapun, jadi dapat aku pastikan jika aku ini masih gadis.
Suasana pagiku terasa sangat santai, biasanya aku harus bangun lebih awal, untuk melayani kebutuhan Tuan Syekar, dan sekarang tidak lagi. perlahan aku menuruni tangga, melangkah menuju meja makan, disana sudah ada Ayah dan ibuku.
"Pagi Ma, Pa."
Aku menarik kursi untuk duduk, dan mengambil satu buah roti tawar dengam olesan selai coklat kesukaanku
Heran, kedua orang tuaku terus saja diam, mereka semua menatap ke arahku dengan raut wajah datar.
"Ada apa?" ucapku santai
Mama mengerjap menatapku, sepertinya kedua orang tuaku masih tidak percaya atas kepulanganku, yang di usir oleh Kelvin.
"Fira, kenapa kau kembali?"
Aku melirik ke arah Mama, pertanyaan macam apa ini? mereka tidak mengharapkan kepulanganku? benar-benar orang tua yang durhaka.
__ADS_1
"Aku sudah di usir, kenapa kalian terus bertanya hal ini?" tegasku.
"Sayang, bagaimana mungkin? maksud Papa, apa kau melupakan permintaan terakhir Syekar?" ucap Papa.
Aku menghela nafas kasar, meskipun kedua orang tuaku berbicara dengan nada lembut, tapi raut wajahnya sangat terlihat jelas jika mereka tidak menginginkan aku kembali.
"Aku mengerti." ucapku pada Papa disertai senyum semu
Dengan raut wajah jengkel aku beranjak, pergi dari hadapan Papa dan Mama, memuakan ternyata setelah Tuan Syekar meninggal saja, mereka masih menginginkan aku untuk tetap tinggal disana, anggap saja ini namanya penjualan anak. Ayah mendapat jaminan agar perusahaannya terus berkembang, dan aku adalah barang yang ia tukar pada keluarga Ardian, untuk mendapat semua hal itu.
Ingin rasanya aku menangis, tidak butuh waktu lama untuk aku membersihkan diri, aku langsung mengemas semua barangku untuk pergi dari rumah besar ini.
Dengan wajah dingin aku menatap Mama, bahkan Papa saja langasung menghampiriku dengan senyum yang berbinar. aku tahu apa maksud dari ekspresinya, pasti dia berpikir jika aku akan kembali pada Kelvin, menjatuhkan harga diriku, menggodanya layaknya seorang jalangg.
"Aku akan pergi, bukannya kalian sudah tidak mengharapkan aku lagi?" ucapku santai.
Aku melangkah berlalu dari hadapan Papa dan Mama.
__ADS_1
"Sayang, semoga kau berhasil meluluhkan Kelvin." ucap Mama
Aku memalingkan wajahku, menatap wajahnya sambil memiringkan senyum.
"Aku tidak akan kembali menginjakan kaki kesana, bahkan kalian lebih senang, jika alu terus-terusan menantang maut dengan berusaha meluluhkan Kelvin." ucapku
Raut kedua wajah orang tuaku terkejut, mereka hanya terdiam dengan mata yang membulat dan terus menatapku.
"Syafira tunggu, kemana kau akan pergi?" ucap Papa.
Tanpa menggubris ucapannya, aku keluar begitu saja pergi dari hadapan orang tuaku. sungguh aku sudah sangat tidak tahan, mereka terus menyudutkanku, agar aku kembali pada Kelvin, tentu itu adalah kebodohan jika aku terus menuruti keinginan kedua orang tuaku, sudah cukup sekali saja tidak untuk yang kedua kalinya.
Untung saja aku masih memiliki jumlah uang yang cukup, untuk menyewa rumah dan biaya hidup selama aku belum mendapat pekerjaan. Semua akan aku mulai dari nol, keputusanku sudah sangat bulat. aku akan membuktikan jika aku ini berguna, jika aku ini mampu menghasilkan uang tanpa harus menjadi jalangg.
Selamat tinggal kehidupanku yang menyedihkan, selamat datang kebahagiaan, baru kali ini aku dapat menghirup udara kebebasa. Tentu saja hal yang tertunda akan aku lanjutkan, kembali menikmati masa muda, misalnya, berkumpul menghabiskan uang bersama teman-temanku, liburan, sampai kepelosok dunia. indahnya, meskipun belum aku lakukan, ada baiknya semua itu aku rencanakan, mudah-mudahan saja semua berjalan sesuai dengan apa yang aku inginkan.
Dan Kelvin, lihat saja aku akan membuatmu menyesal seumur hidup karna sudah menolak, memaki dan bahkan menyiksaku habis-habisan.
__ADS_1
LIKE KOMEN VOTE KASIH 5 BINTANGNYA JUGA DONGGG🤧