Syafira

Syafira
Chapter 30


__ADS_3

Syafira mengerjap, badannya terasa remuk dan hancur. ia melirik ke sebelahnya, mencari soosk pemuda yang telah melumpuhkannya semalam. "Kemana dia? Ashhh..." ucapnya sambil meringis, merasakan nyeri di bagian pribadinya.


Keadaan kamar sangatlah berantakan, dari mulai pakaian yang tergeletak di lantai. sampai noda kesucian Syafira diatas sprei membuat gadis itu kembali mengingat pergulatan panasnya bersama Kelvin semalam.


Syafira menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa jauh lebih lega karna sudah saling menyatakan perasaannya bersama Kelvin. akan tetapi batinnya bertanya-tanya, dimana pria jangkung itu? kenapa pagi-pagi sekali ia sudah bangun. gadis itu beranjak, menutup seluruh tubuh polosnya dengan selimut dan berjalan melangkah menuju kamar mandi guna membersihkan diri.


Setelah itu, Syafira melangkah turun menghampiri meja makan untuk segera menyantap sarapan, sorot matanya masih mencari Klevin yang sedari tadi belum terlihat oleh mata indahnya. "Apa kau melihat Kelvin?" tanya Syafira pada salah seorang pelayan.


"Tuan Kelvin, sudah pergi pagi-pagi sekali. Ia hanya menyuruh saya untuk menyiapkan semua yang Nyonya butuhkan." sahut salah satu pelayan tersebut.


Syafira mengangguk, ia langsung bisa mengklaim jika Kelvin ada pekerjaan penting. yang mengharuskannya berangkat pagi sekali.


Gadis yang sedang dimabuk asmara itu terus menunggu kepulangan suaminya, tak hentinya ia memainkan ponsel mencoba mengirim pesan singkat pada Kevin. namun niatnya selalu ia urungkan, bahkan malam sudsh sangat larut. jam menunjukan pukul 22.00 dan pria jangkung itu masih belum kembali.


Cklekkk...


Terdengar suara dorongan pintu, yang membuat sorot mata Syafira teralihkan.


"Kau belum tidur?" Tanya Kelvin sambil melonggarkan dasi yang melingkar dilehernya.


"Be-belum..." Sahut Syafira tersenyum tipis.


Kelvin melepas seluruh pakaiannya, ia berlalu begitu saja dari hadapan Syafira menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kenapa aku merasa Kelvin berbeda." Gumam Syafira dalam batinnya, sambil menatap tubuh pria jangkung tersebut memasuki kamar mandinya. "Ahhh sudahlah, ini hanya perasaanku saja."

__ADS_1


Syafira langsung menyiapkan pakaian untuk Kelvin kenakan, ia bahkan keluar kamar dan menyuruh seorang pelayan untuk menghangatkan makanan.


"Aku sudah makan tidak usah menganggu istirahat para pelayan." pekik Kelvin yang langsung membuat langkah Syafira terhenti.


Gadis itu menatap Kelvin dengan tatapan datar, entah kenapa perasaanya semakin gelisah. ia kembali memasuki kamarnya dan terus memperhatikan pria jangkung yang sedang bersandar diatas ranjang tersebut.


"Ke-kenapa kau pergi pagi-pagi sekali?" tanya Syafira yang mencoba memulai obrolan-obrolan kecil, guna menghilangkan kegelisahannya.


"Aku ada meeting." sahut Kelvin singkat, sambil terus memainkan ponselnya.


Terjadi keheningan, saat Syafira terdiam, Kelvin juga tidak mengatakan apapun untuk menyambung obrolannya. gadis itu mencoba berpikir jernih mungkin saja Kelvin lelah, itu sebabnya ia tida banyak bicara seperti biasanya.


"Aku... aku akan tidur." ucap Syafira gugup.


"Ya!"


"Apa aku berbuat kesalahan?" Tanya Syafira menatap Kelvin dengan sorot mata tajam.


"Aku lelah." titah pria garang itu dingin.


Syafira menelan salivanya, entah kenapa batinnya terasa sangat sakit. matanya menggenang begitu Kelvin langsung terbaring membelakanginya dan menutupi seluruh tubuhnya. "Ja-jawab aku, kenapa kau memgabaikan aku? apa aku melakukan kesalahan?"


"Tidak. tidurlah, aku sangat lelah." sahut Kelvin.


"Jika ada masalah katakanlah, aku adalah istrimu. aku akan mendengarkan semua perkataanmu."

__ADS_1


"Aku mengerti, sekarang tidurlah." lagi-lagi Kelvin tidak menanggapi ucapan Syafira, dan hanya terus menyuruhnya untuk tidur.


"Aku bisa memaafkan semua kesalahanmu, tapi jika itu menyangkut wanita lain aku menyerah."


Kelvin beranjak, ia rahangnya mengeras, sorot matanya menatap Syafira dengan tatapan mematikan. "Kau sangat cerewet." Kelvin bahkan menarik bantal dan berlalu keluar dari kamar tersebut.


"Tunggu! kau mau kemana?" Ujar Syafira dengan suara memekik.


"Berhentilah mengoceh, aku muak mendengarnya!"


Syafira terkejut, matanya membulat, Kelvin bersikap kasar lagi padanya. entah apa kesalahan Syafira hingga membuatnya seperti itu.


"Kau bilang kau mencintaiku, kenapa kau kasar padaku." Ucap Syafira dengan air mata yang mengalir.


Kelvin terkekeh, ia memalingkan tubuhnya menatap Syafira dengan intens. "Apa kau pikir aku benar-benar mencintaimu?"


Mata Syafira membulat sempurna, mulutnya terbuka dengan tangan yang mrnutupnya. "Jadi kau..."


"Ya... aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, kau terlalu menilai tinggi dirimu, apa kau pikir aku serius dengan ucapanku? seorang laki-laki akan melakukan apapun demi mendapatkan tujuannya! kau mengerti?"


Tubuh Syafira bergetar, dadanya terasa sangat sesak mendengar ucapan-ucapan kejam yang Kelvin lontarkan. disaat gadis itu sudah mencintainya, ternyata Kelvin hanya bersandiwara, untuk mendapatkan tubuhnya.


"Kau jahat, kau tidak punya perasaan."


"Kau tahu aku, betapa bodohnya kau karna sudah mempercayai pria jahat sepertiku." ucap Kelvin memiringkan senyum piciknya sambil berlalu.

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA YG BANYAK PLISS🙄


__ADS_2