Syafira

Syafira
Bonus Chapter 2


__ADS_3

Alvin menarik kerah kemeja yang Kelvin kenakan kemudian berbisik didaun telinga sang ayah. "Papa, tadi pagi Ayah Ervan mengatakan padaku jika aku ingin adik aku harus memintanya kepada, Papa." celetuk Alvin yang sukses membuat Kelvin terkejut.


"A... apa? adik."


Alvin mengangguk cepat, "Seperti Anna, kecil menggemaskan." ucapnya dengan mata yang berbinar.


Kelvin menelan salivanya, ia melirik kearah Syafira yang sedang sibuk mengecat kuku lentiknya. "Apa yang harus aku katakan? aku takut salah bicara." batin Kelvin.


Sekali lagi Alvin menarik kerah sang ayah, "Ayo, Papa. kita beli adik."


"Beli?"


"Iya beli, jika tidak beli bagaimana Papa akan mendapatkannya?


Kelvin membisu, lagi-lagi ia disudutkan oleh ucapan buah hatinya sendiri. "Si, siapa yang akan menjual adik?" tanya Kelvin gugup.


Alvin mengerucutkan bibirnya, merasa Kelvin telah menolak keinginannya, "Papa jahat."


Sedikit kesal kepada Ervan, sepertinya pria itu juga sudah mengerti bagaimana sikap Alvin. itu sebabnya dengan sengaja Ervan mengatakan hal tersebut pada Alvin agar pria cilik itu merengek pada orang tuanya. meminta sesuatu yang tidak mungkin dapat dikabulkan dengan waktu singkat.


"Mamy...." Alvin berlari sambil merengek kearah Syafira.


"Astaga, kenapa dia datang." batin Syafira karna khawatir cat kukunya yang belum kering berantakan, "Alvin Mamy sedang mengecat kuku, Alvin main sama Papa dulu sebentar."


"Tidak, Papa jahat."

__ADS_1


Syafira keheranan, ia berpikir keras apa yang telah sang suami lakukan hingga membuat Alvin menangis. "Kenapa Papa? apa yang Papa lakukan?"


Sejenak Alvin menghentikan tangisannya. ia mendekati Syafira menatap bola mata indah itu dengan tatapan polos, "Alvin ingin beli adik, tapi Papa menolak."


"Beli adik." ucap Syafira menganga.


Alvin memeluk Syafira kemudian berkata, "Mamy akan membelikan aku adik kan?"


Syafira masih terpelohok, ia kelabakan mencari jawaban untuk menenangkan putranya. karna permintaan Alvin memang tidak biasa.


"Sayang..." Syafira berteriak memangil Kelvin, karna ia sendiri tidak mau menanggapi ochan Alvin.


Kelvin datang, ia menatap Syafira kikuk. kemudian mendudukan bokongnya tepat disebelah Alvin.


"Aku mau adik!" pekik Alvin merengek histeris.


"Aku tidak mengatakan apapun!"


"Tidak mungkin, kau pasti sengaja menyuruh Alvin." gerutu Syafira.


"Dia ingin adik seperti Anna, dan dia berpikir cara mendapatkan bayi adalah membelinya seperti barang." ucap Kelvin menjelaskan.


Syafira melirik kearah Alvin, ia menghela nafasnya kemudian meraih wajah sang buah hati. "Dengar, anak itu tidak diperjual belikan."


"Lalu bagaimana aku bisa mendapatkan adik?" sahut Alvin mengerucutkan bibir.

__ADS_1


Pertanyaan macam apa ini? Syafira malah terjebak oleh pernyataannya sendiri.


"Kau harus bersabar, menunggu Mamy hamil lagi." celetuk Kelvin.


Mata Syafira membulat, ia langsung melempar sebuah bantal sofa kearah Kelvin dengan kesal. "Kau... bagaimana jika Alvin..."


"Bagaimana caranya membuat Mamy hamil?" tanya Alvin polos.


Kelvin dan Syafira terdiam, mereka berdua benar-benar terjebak.


"Mmmm... sepertinya, Mamy. harus mengeringkan kuku, Mamy. terlebih dahulu!" ucap Sayfira gugup, kemudian beranjak meninggalkan ayah dan anak tersebut.


"Fira... kau mau kmna?" pekik Kelvin, kemudian melirik kearah Alvin yang sedari tadi sudah mengintimidasinya.


Alvin mendekati Kelvin, ia menatap ayahnya kemudian berkata. "Bagaimana cara membuat Mamy hamil? beritahu padaku."


Kelvin berpikir keras, setelah cukup lama terdiam ia langsung mengelus pucuk kepala Alvin penuh kelembutan. "Minta pada, Tuhan. syarat punya adik tidak boleh nakal, jika Alvin tidak nakal pasti Mamy bisa cepat hamil lagi."


"Benarkah? dimana aku bisa bertemu Tuhan? aku akan memintanya."


Astaga, seolah tidak ada habisnya jika menanggapi ocehan Alvin. Kelvin mulai sedikit geram, ia mengeratkan giginya, kemudian menghela nafas panjang.


"Tuhan ada dihati Alvin." ucap Kelvin menyentuh bagian dada sang buah hati.


"Di hati? bagaimana caranya Tuhan masuk kadalam sini?" sahut Alvin polos.

__ADS_1


Kelvin mendengus kesal, "Astaga... Firaa......." Pekik pria jangkung itu prustasi.


HOLLAAA, ADA YANG RAINDU? YU SEMUA, TINGGALKAN JEJAK KALIAN...


__ADS_2