Syafira

Syafira
Chapter 27


__ADS_3

Author Pov


"Ahhhhhh." Syafira menjerit begitu ada seseorang yang telah menabraknya, hingga pergelangan kakinya terluka. "Apa kau tidak punya mata?" pekik Syafira, ia meringis dan mencoba bangkit. meskipun hatinya benar-benar sangat jengkel, bagaimana tidak? di sebuah pusat perbelanjaan ia di tabrak seorang pemuda hingga Syafira jatuh tersungkur.


"Maaf,"


Syafira melirik ke arah pemuda tersebut. pemuda yang cukup tampan dengan garis bibir dan visual tubuh yang sempurna.


"Apa ada yang terluka? aku tidak sengaja. kumohon maafkan aku." ucap pemuda tersebut dengan penuh kelembutan, ia bahkan menyentuh kaki Syafira guna memastikan jika ia tidak terluka.


"Awww.." Syafira meringis, saat pemuda tersebut menyentuh kakinya.


"Sepertinya kakimu terkilir, apa perlu aku membawamu kerumah sakit?" tanyanya.


"Tidak, aku akan pulang saja." sahut Syafira dengan dahi yang mengerut.


"Baiklah, aku akan mengantarmu."


Syafira cukup tercengang begitu mendengar hal itu dari mulut pemuda asing yang menabraknya. "Tidak aku bisa pulang sendiri."


Pemuda tersebut memiringkan senyumnya menatap Syafira dengan sorot yang menilai, ia bahkan mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri. "Tidak perlu sungkan, aku Ervan. ini kesalahanku, dan aku harus bertanggung jawab."


Syafira menelan salivanya, ia menyambut uluran tangan Ervan dengan tubuh yang bergetar. "Aku... aku Syafira."


Ervan tersenyum tipis, ia langsung membantu Syafira untuk berdiri dan berjalan dengan penuh kehati-hatian. karna Syafira menolak untuk pergi ke dokter, ia memutuskan untuk mengantarnya pulang.


Tiba sudah keduanya di sebuah rumah besar dan mewah kediaman keluarga Ardian. Ervan masih membantu Syafira untuk melangkah masuk kedalam. para pelayan bahkan sampai terkejut, saat melihat Ervan datang.


"Tu-tuan?"


Syafira mengerutkan dahinya, ternyata para pelayan bahkan sepertinya sudah mengenal Ervan.

__ADS_1


"Astaga, jika Tuan Kelvin tau, dia pasti akan marah besar dan akan kembali menyiksa Nyonya Syafira." Gumam pelayan dalam batinnya.


"Apa Syafira sudah kembali?" pekik Kelvin yang melangkah menurini anak tangga.


Degg...


Para pelayan langsung dibuat ketakutan, jantung mereka berdebar tidak karuan saat Kelvin melangkah menuju sang istri yang datang bersama pria lain.


Mata Kelvin membulat sempurna, begitu melihat Syafira datang bersama Ervan. "Kau... apa yang kau lakukan disini?" tegas Kelvin meninggikan suaranya.


Syafira langsung tersentak, ia sudah menduga jika Kelvin pasti akan sangat marah saat ia kembali bersama pria lain.


"Kelvin, dia Ervan. dia hanya mengantarku karna sudaj tidak sengaja menabrakku." ucap Syafira yang mencoba mererai amarah sang suami.


Kelvin langsung menarik tangan Syafira, agar berada tepat disisinya. rahangnya masih mengeras menatap Ervan dengan tatapan mematikan.


"Apa kabarmu, kakak?" Ervan memiringkan senyumnya membalas tatapan garang Kelvin.


Syafira menganga, saat mendengar ucapan Ervan yang memanggil Kelvin dengan sebutan kakak. "Ka-kakak?"


Syafira masih membisu dengan seribu pertanyaan yang membludak di otaknya. bagaimana Ervan bisa tahu jika Syafira adalah istri dari Kelvin, sedangkan gadis itu belum mengatakan apapun perihal statusanya.


"Untuk apa kau datang?" tanya Kelvin dingin.


Ervan memiringkan senyumnya, ia menatap Kelvin dengan tatapan sinis. "Kau tenang saja, aku hanya mengantarnya."


Kelvin terkekeh, ia semakin menajamkan tatapannya keraha Ervan dengan penuh kebencian. "Sepertinya kau dan ibumu sama saja, selalu mengincar hak milik orang lain.


Mata Syafira membulat, tentu ia langsung mengerti apa maksud ucapan dari Kelvin kepada Ervan.


Ervan mengepalkan tangannya, ingin rasanya ia memukul Kelvin. karna menurutnya Kelvin sudah merebut segalanya dari Ervan. bahkan Kelvin dan keluarganya sudah menghancurkan hidup Ervan dan berhasil membuat sang Mama mendekam dirumah sakit jiwa.

__ADS_1


"Jika tidak ada hal lain sebaiknya kau keluar." tegas Kelvin.


"Kenapa kau sangat buru-buru? bagaimana pun kita memiliki ayah yang sama." ucap Ervan santai.


Tubuh Syafira bergetar, ia cukup ketakutan karna melihat Kelvin dan Ervan terus saja saling menyudutkan.


"Ohh jadi itu tujuanmu? kau tahu ayah sudah meninggal dan kau berharap aku membagi sebagian hartanya untukmu?" Kelvin terkekeh, ia langsung menarik tangan Ervan, menyeretnya untuk keluar. "Tidak ada tempat untuk anak seorang pelacurr sepertimu. enyahhlah dari hadapanku." tegas Kelvin.


Bruakkk...


Ervan melepaskan pukulannya kewajah Kelvin. saat mendengar ucapan tajam dari mulut pria garang tersebut.


Bruakk...


"Beraninya kau memukulku." tegas Kelvin membalas pukulan pada sang adik.


"Ahhhh cukup, kenapa kalian saling memukul." Syafira menjerit, ia mencoba menghetikan pergulata antara Kelvin dan Ervan di bantu oleh beberapa palayan dan keamanan.


Bruakkk...


"Fira..." Kelvin menghentikan perkelahiannya, saat sang istri terkena pukulan darinya.


"Aduhhh, kepalaku." Syafira meringis ia mengerjap, merasakan pusing ya g luar biasa dibagian kepalanya.


Ervan mendekati Syafira, dan mencoba membantunya.


"Jauhkan tangan kotormu dari istriku." tegas Kelvin yang langsung menepis tangan Ervan. "Fira... apa kau baik-baik saja?"


"Aku baik, Ervan sebaiknya kau pulang saja. jangan membuat keributan." ucap Syafira dengan suara terendah.


"Tunggu apa lagi? pergi sana dasar kau anak haramm."

__ADS_1


Ervan memang menyimpan dendam pada Kelvin. dari ucapan-ucapan tajam sang kakak yang berbeda ibu tersebut memang sangatlah menyakitkan, ia bahkan selalu menyalahkan Kelvin atas semua kehancuran yang menimpa hidupnya.


LIKE KOMEN DAN VOTENYAA YANG BANYAKKKK


__ADS_2