
LIKE DULUN DONGGG...
Duardrttt...
Malam itu gemuruh terus terdengar, langit sudah mulai memerah, pertanda hujan akan turun, kilat-kilat menyambar Syafira sudah berada di depan rumah besar milik keluarga Ardian.
Tokk... tokk.. tok...
Syafira mengetuk pintu utama itu dengan sangat keras. sudah cukup lama ia menunggu tetapi masih belum ada seorang pun yang membukakan pintu tersebut.
"Kelvin... bukaa pintunya." teriak Syafira dengan amat keras.
Hujan mulai turun, dan pintu besar itu terbuka perlahan.
"Nyonya? Nyonya sudah kembali." ucap pelayan dengan raut wajah terkejut dan senyum yang terukir.
"Dimana Kelvin?" tanya Syafira.
"Tuan di..."
Belum sempat pelayan tersebut menjawab dan mempersilahkannya masuk, gadis itu langsung menerobos dan mencari keberadaan suaminya tersebut.
"Kelvin..." jerit Syafira, menaiki anak tangga menuju kamar Kelvin.
Bruakk...
__ADS_1
Kelvin tersentak dan langsung memalingkan tubuhnya begitu mendengar Syafira mendorong pintunya dengan kasar.
"Kau... apa yang kau lakukna disini?" Tanya Kelvin dengan raut wajah garang.
"Hentikan omong kosong ini, aku sudah tahu segalanya." tegas Syafira, ia bahkan langsung memangkas jarak mendekati pria hangkung tersebut.
"Cukup! jangan bersandiwara lagi." ucap Syafira dengan air mata yang menggenang.
Kelvin menelan salivanya menatap Syafira dengan intens. "Apa maksudmu?"
"Harusnya aku yang bertanya! kenapa kau melakukan ini padaku." jerit Syafira histeris, ia mencengkram kuat pakaian yang Kelvin kenakan, "Aku mencintaimu, kenapa kau melakukan ini padaku." tubuh Syafira melemah, deraian air matanya terus mengalir, ia bersimpuh menggenggam tangan Kelvin dengan begitu erat.
"Hentikan Fira, sebaiknya kau keluar sebelum aku menyeretmu." tegas Kelvin yang seolah tidak memperdulikan sang istri.
Kelvin berdecih, memalingkan wajahnya dari Syafira. "Omong kosong apa yang kau bicarakan?" ucanya memiringkan senyuman.
Syafira beranjak, ia menatap memalingkan wajah Kelvin agar pria itu membalas tatapannya, "Cukup Kelvin! aku mencintaimu." Syafira memeluk Kelvin dengan sangat erat, melepas kerinduan yang sudah ia pendam selama beberapa tahun. "Aku mohon, aku mencintaimu. maafkan aku." Jerit Syafira menangis dalam pelukannya.
Kelvin terdiam, ia meraih wajah Syafira, kali pertama baginya melihat sang istri benar-benar terlihat menyedihkan memohon, dan menyatakan isi hatinya.
Cup...
Kelvin langsung merengkuh bibir Syafira memberikan ketenangan dengan penyatuan tersebut. keduanya saling menikmati, dan saling mendalami ciuman, hal yang benar-benar Kelvin dan Syafira rindukan karna setelah keduanya berpisah mereka tidak pernah melakukan hal tersebut dengan siapapun.
Tubuh Syafira terdorong, tanpa melepaskan ciuamannya Kelvin menjatuhkan tubuh Syafira diatas ranjang, dengan posisi tubuhnya tepat berada di atas sang istri.
__ADS_1
Kelvin melepaskan penyatuan bibirnya, mengecup setiap inci bagian tubuh Syafira yang lainnya, ia bahka meninggalkan jejak-jejak kepemilikan di area selangka sang istri. perlahan pria itu membuka satu persatu kancing kemeja press yang Syafira kenakan dan menyusupkan satu tangannya dibalik penyangga dua gundukan milik sang istri.
"Mmhhh..." Syafira mencoba menahan erangan saat Kelvin menyentuh benda kecil di pucuk gundukannya.
Mereka sudah dibakar api gairah, karna saling menumpahkan kerinduan. sesuatu yang Kelvin inginkan sedari dulu, menyentuh kembali tubuh istrinya yang baru sekali ia gagahi dan cukup membuahkan hasil.
"Maafkan aku." Ucap Kelvin dengan suara terendah
Syafira menatap Kelvin dengan intens, tanpa melepaskan pelukannya. ia hanya mengangguk pasrah saat pria itu terus membuka lapisan-lapisan kain terakhir yang ia kenakan.
Untuk kedua kalinya Kelvin dan Syafira memadu cinta, dinginnya malam yang diguyur hujan itupun semakin menambah api gairah dua pasangan yang sedang dimabuk cinta tersebut.
Ciuman, lum*atan, gigitan menjadi satu. Syafira bahkan sampai melupakan jika dirinya sekarang telah tinggal bersama Ervan, dan buah cintanya bersama Kelvin masih berada di tangan pria lawan dari suaminya tersebut.
"Aku mencintaimu." Ucap Kelvin kemudian menghentak tubuhnya perlahan saat kelelakiannya berhasil menerobos lubang kenikmatan milik Syafira.
Gadis itu mencengkram kuat bahu sang suami, ia mendongak menggigit bibir bawahnya menerima kenikmatan yang sedang Kelvin berikan.
"Aahhmm" Syafira melepaskan lenguhan merdunya, sesaat saat Kelvin sudah akan berada di puncak kepuasan.
"Ahhhhhh..." Keduanya saling mendesah panjang saat mereka saling mendapatkan titik ternikmat, hingga Kelvin menumpahkan cairan hangatnya didalam lubang sang istri.
Kelvin mencium pucuk kepala Syafira yang sudah tidak berdaya dan di penuhi keringat, tanpa melepaskan tubuhnya yang masih menyatu ia kembali memberikan kecupan pada sang istri di seluruh wajah cantiknya.
KOMEN VOTE YANG BANYAKKKKK!!! KECEPATAN UP TERGANTUNG KALIAN...
__ADS_1