
Kelvin sibuk mengoleskan obat pada pergelangan kaki Syafira, keduanya bahkan belum saling bicara setelah kepergian Ervan.
"Aku yakin, dia pasti marah." gumam Syafira dalam batinnya.
Demi apapun Syafira tidak mengetahui sama sekali perilah Ervan yang sebenarnya adalah adik dari Kelvin, hasil perselingkuhan Tuan Syekar. ia jadi merasa sedikit bersalah karna sudah membawa pria tersebut datang untuk mengantarnya.
"Kau marah?" tanya Syafira.
Kelvin terus saja mengoleskan obat dengan begitu lembut dan penuh kehati-hatian. "Untuk apa aku marah?"
Syafira menelan salivanya, sejujurnya ia takut salah bicara, "Ini soal tadi siang." ucap Syafira dengan suara terendah.
"Kau terluka, seharusnya aku khawatir, kenapa kau berharap aku marah?" sahut Kelvin tersenyum tipis, ia bahkan menyentuh wajah cantik Syafira. "Apa kepalamu masih sakit?"
Syafira menggeleng, ia cukup lega karna Kelvin masih bersikap baik seperti biasanya.
"Tidurlah."
Cupp...
Kelvin mengecup pucuk kepala Syafira, ia bahkan langsung menutupi sebagian tubuh gadis itu dengan selimut. ia pun ikut berbaring disamping sang istri. "Boleh aku bertanya?"
"Mmmm..." Syafira hanya bergeming membalas ucapan Kelvin.
"Apa kau sudah mencintaiku?" tanya Kelvin.
Deg...
__ADS_1
Syafira terdiam, jantungnya berdebar. ia hanya menatap Kelvin dengan tatapan intens.
"Diam berarti iya." celetuk Kelvin.
Syafira masih saja terdiam, sejujurnya ia memang sudah tertarik pada pria itu sejak Kelvin memperlalukannya dengan penuh kelembutan.
Cup...
Kelvin membulatkan matanya, saat Syafira mengecup menempelkan bibirnya begitu saja tentu hal ini Kelvin manfaatkan dengan baik ia bahkan langsung membalas ciuman tersebut dengan penuh kelembutan dan penuh kehati-hatian. Kelvin menekan tengkuk Syafira mencoba memperdalam ciuamannya.
Syafira pun mulai terbiasa dengan gaya berciuman Kelvin yang sudah sangat terlatih. semakin lama durasi ciuman tersebut, dan itu cukup mengundang gelombang gairah yang mulai menguasai diri mereka.
"Katakan kau mencintaiku." ucap Kelvin setelah melepaskan penyatuan bibir tersebut. "Katakan jika kau sudah jatuh cinta padaku Fira!"
Syafira hanya terus menenggelamkan dirinya di dua bola mata indah milik Kelvin, ia sendiri belum berani mengatakan hal tersebut. akan tetapi jauh dilubuk hatinya ia benar-benar sudah jatuh cinta pada pria garang yang tidak lain adalah suaminya. "A-aku... aku..."
Cup...
Tidak ada tolakan yang sering Syafira lakukan, kali ini ia terlihat pasrah menerima sentuhan dan kecupan yang Kelvin berikan.
"A-apa kita harus melakukan ini sekarang?" ucap Syafira dengan nafas yang tersenggal, saat ciuman Kelvin turun mengabsen setiap titik dibagian lehernya.
Tidak ada sahutan yang keluar dari mulut Kelvin, pemuda itu terus saja mengecup dada sang istri dan meninggalkan jejak-jejak kepemilikan disana. perlahan Kelvin mengangkat tubuh Syafira, mencari pengait penyangga dua gundukan sang istri, ia mengelus punggung indah Syafira hingga membuat tubuh Syafia semakin dibakar oleh api gairah.
Kelvin menatap dua gundukan yang sudah tidak berpenghalang, wajahnya tidak berekspresi membuat Syafira tersipu dan langsung mencoba menutupnya dengan pakaian yang sudah terlepas.
"Tunggu..." Kelvin menahan tangan Syafira dan menatap wajahnya. "Kenapa kau menutupnya?"
__ADS_1
"Karna kau hanya menatapnya, dan membuatku malu." ucap Syafira gugup.
"Lalu kau ingin aku melakukan apa?" Kelvin tersenyum nanar menggoda Syafira hingga membuat gadis itu semakin salah tingkah.
"Dasar menyebalkan!" Bibir Syafira mengerucut, ia langsung menarik seluruh selimut menutupi tubuhnya membelakangi Kelvin.
"Sebelum aku melalukannya, aku hanya ingin mendengar kau mengatakan. jika kau mencintaiku." bisik Kelvin hingga membuat seluruh tubuh Syafira merinding, saat deru nafas Kelvin menyentuh area selangkanya.
Kelvin membalikan tubuh Syafira ia terus menatap sang istri dan menunggu gadis itu mengatakan apa yang ingin ia dengar. "Kataka jika kau mencintaiku, kataka jika kau tidak bisa jauh dariku walau hanya sesaat."
Tubuh Syafira bergetar, sangat sulit untuk mengatakan hal tersebut, meskipun ia memang sudah jatuh cinta.
"Apa sangat sulit mengatakannya? aku sudah berjanji bukan, aku hanya akan menyentuhmu saat kau jatuh cinta padaku." ucap Kelvin penuh kelembutan, dengan jemari yang menari diatas kulit bahu Syafira.
"Jika aku mengatakan aku mencintaimu, apa kau akan menyentuhku malam ini?"
"Tergantung." sahut Kelvin yang membuat seketika raut wajah Syafira berubah. "Jika kau mengijinkanya aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan."
"A-aku mencintaimu, tapi... tapi aku takut jika harus melakukan itu sekarang." Ucap Syafira dengan gugup.
Kelvin tersenyum penuh kemenangan, Syafira sangat terlihat menggemaskan, akan tetapi Kelvin memilih bersabar dan tidak buru-buru untuk bertindak lebih lanjut. "Apa yang kau takutkan?"
Syafira tidak menjawab, raut wajahnya memucat dan hanya menatap dua bola mata indah Kelvin secara terus menerus.
"Aku mencintaimu, Fira." Kelvin kembali merengkuh bibir Syafira untuk melanjutkan hal yang tertunda.
Meskipun ragu, Syafira hanya bisa pasrah, saat Kelvin menarik seluruh pakaian yang ia pakai untuk menutupi dada telanjangnya, dengan begitu liar tangannya meremass satu bongkahan dada padat milik Syafira, hingga membuatnya sedikit meringis kegelian.
__ADS_1
DI STOP DULU, AYO TERUS DUKUNG AKU DENGAN CARA VOTE LIKE DAN KOMENNYA SEBANYAK MUNGKIN