Syafira

Syafira
Chapter 9


__ADS_3

Syafira Pov


Ingin rasanya aku menjerit, aku benar-benar sudah terjebak dalam permainan Ayah dan Suamiku sendiri. Masa muda yang harusnya aku lalui dengan indah, kini suram sejak aku menginjakan kaki, menjadi Nyonya dalam keluarga Ardian.


Dia sudah tidak waras, ia dia. siapa lagi kalau bukan Kelvin, bahkan kemarin Pluto terus saja bermanja kepadaku, hewan buas sepertinya saja masih memiliki perasan, dan hati nurani, sepertinya jiwa Pluto dan Kelvin sudah tertukar, Kelvin jauh lebih buas, lebih garang, dan bahkan lebih menyeramkan dari Pluto.


Aku menyerah, aku menyerah, dan benar-benar menyerah. Jika aku bertindak lebih lanjut, ia mungkin akan memotong terlebih dahulu tubuhku, sebelum pada akhirnya aku menjadi santapan Pluto.


Dua hari lamanya aku jatuh sakit, pelayan mengatakan, jika aku mengalami penurunan daya tahan tubuh yang drastis, dan bahkan aku terkena asal lambung.


Siapa lagi pelakunya jika bukan Kelvin, pada saat ia menyeretku, aku memang belum sempat mengisi perutku, terlebih setelah aku di kurung, ia tidak mengijinkan pelayan untuk memberiku makanan. mengerikan bukan?


Oke hari ketiga, aku cukup tahu diri, karna aku adalah istri dari Tuan Syekar, aku seperti biasa melakukan aktifitasku. menyiapkan obat dan makanan secara tepat waktu untuk suamiku. Perlahan aku melangkah masuk kedalam kamar Tuan Syekar, lengkap dengan nampan makanan dan obat-obatan untuknya.


Aku tersenyum tipis, begitu ia melirik ke arahku, Tuan Syekar terlihat seperti biasa, tubuh rapuh, dengan mata sayu, sepertinya selama aku sakit ia juga tidak mengalami peningkatan dalam kesehatannya.


"Pagi Tuan." ucapku dengan senyum yang berbinar.


Tuan Syekar tidak menjawabnya, ia hanya mengerjap memberikan isyarat kepadaku, sepertinya ia sudah tidak sanggup untuk berbicara.


"Fira.."

__ADS_1


Tuan Syekar memanggil namaku, tapi sungguh, suaranya terdengar sangat kecil sekali, bahkan jika aku mengerti, lebih baik aku dengannya saling berbicara dalam isyarat saja, melihat kondisinya yang benar-benar terlihat lemah tidak berdaya.


"Aku Tuan."


Tuan Syekar meraih tanganku dan menggenggamnya, aku sampai terkejut, karna selama aku jadi istrinya, hal ini bisa dikatakan sesuatu yang paling intim, yang pernah aku lakukan dengan Tuan Syekar.


"Bagaimana keadaanmu?"


Dalam keadaan gugup, dan sedikit tidak nyaman, aku menjawab pertanyaanya dengan santai, untuk menjaga perasaanya. aku bahkan membiarkan dia menggenggam tanganku, karna jika aku menariknya, aku khawatir dia akan kecewa, dan merasa aku tidak menerima kenyataan sebagai istrinya.


"A-aku, aku baik."


Sumpah, bukan hanya tidak nyaman, aku bahkan selalu tidak tega mendengar suaranya yang sudah sangat kecil, dan ia terus memaksakan untuk berbicara padaku.


"Aku bahkan tidak bertemu dengannya selama tiga hari ini." ucapku santai.


Uhukkkk.. Uhukkkk...


Mendengar suara batuknya yang cukup berat saja, aku benar-benar ketakutan, pria paruh baya ini selalu berhasil membuat aku menggelepar. Aku langsung meraih air diatas nakas, dan membantunya untuk meminum air tersebut.


"Maafkan atas apa yang sudah ia lakukan padamu, aku harap kau tidak menyerah untuk mencairkan hati dinginnya."

__ADS_1


Deg..


Aku ingin menyampaikan hal ini pada Tuan Syekar, tapi begitu melihat kondisinya aku tidak tega, dan berpikir akan mengatakan hal ini di lain waktu, ini tidak buruk. Tuan Syekar sendiri yang memulainya, dan aku akan mengatakan padanya sekarang.


"Maaf Tuan, aku menyerah. Aku sudah melakukan segala perintahmu, dan itu baru semalam saja kulakukan, paginya dia langsung mengirimku ke kandang hewan buas itu. Entah apa yang terjadi jika aku mencobanya lagi, mungkin saja dia akan langsung melenyapkan aku."


Tuan Syekar kembali menggenggam tanganku dengan erat.


"Jangan pernah menyerah Fira, umurku sudah tidak lama lagi, hanya kau harapanku satu-satunya." ucap Tuan Syekar lirih.


Ayolah, ia selalu menjadikan kalimat itu sebagai senjata, agar aku tidak menyerah. Tapi bagaimana? aku tidak ingin mati di tangan Kelvin. jika hal ini diteruskan, aku sama saja menjemput ajalku sendiri.


"Tidak, Tuan aku mohon maaf jika aku sedikit lancang. Aku menerima pernikahan ini, dan aku bersedia mengabdi padamu, dan juga mengurus, aku tidak akan mengeluhkan hal ini, tapi jika ini mengenai Kelvin, maaf aku menyerah." ucapku. bahkan aku mengatakan hal tersebut secara santai, karna memang keputusanku sudah bulat, aku sudah tidak ingin bermain-main dengan pria garang itu.


Uhhukk... Uhhuukk...


"Anggap saja ini permintaanku yang terakhir, setelah ini tidak masalah, aku tidak akan membebankanmu untuk mengurusku terlalu keras, pada akhirnya aku juga akan mati, permintaanku hanya satu, tolong cairkan sikap dingin anakku."


Aku terdiam, apa yang harus aku katakan? wajahnya sangat menyedihkan, percayalah siapapun yang melihatnya, pasti akan bersikap sama sepertiku, diam tidak berkutik. Entah aku harus pasrah dengan ucapan Tuan Syekar, atau masih bertahan dengan keputusanku untuk menyerah. Yang jelas kali ini, aku benar-benar dilema, Ayah dan Anak ini benar-benar bisa membuatku mati berdiri.


LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA DONG YANG BANYAAKKK...

__ADS_1


__ADS_2