Syafira

Syafira
Chapter bonus 8


__ADS_3

KARNA BANYAKNYA PERMINTAAN PEMBACA, AKU BUATIN PART BONUS NADA DAN ERVAN.


***


Suara tangisan Anna berhasil membuat Nada terbangun. wanita tersebut mengerjapkan matanya perlahan, ia melirik kearah jam dinding yang saat itu sudah menunjukan pukul 5 pagi. dengan segera Nada menenagkan sang buah hati, mengelus wajah bayi tersebut dengan penuh kelembutan hingga Anna benar-benar menghentikan tangisannya.


Nada mendengus kesal, ternyata Ervan belum kembali dari ruang kerjanya hingga sekarang. wanita itu mengpalkan tangannya dengan gigi yang mengerat. "Dasar pria licik!"


Nada beranja, ia langsung membersihkan diri dikamar mandi dan segera menyiapkan segaalnya. merasa popok Anna sudah dipenuhi oleh cairan, Nada pun langsung memandikan bayi tersebut dan mendandaninya.


Cleak... pintu kamat pun terdorong, Ervan baru kembali dari ruang kerja. karna semalam ia tidur disana.


Awalnya Ervan terlihat santai, ia bahkan langsung mendekati Anna dan menegurnya. "Gadis cantikk..."


Entah apa yang terjadi pada Nada, wanita itu terus menekuk wajahnya. Nada bahkan tidak menyapa Ervan, atau mengatakan apapun untuk sekedar basa-basi.


"Apa yang terjadi?" tanya Ervan yang mulai menyadarinya.


Tidak ada gubrisan dari Nada, wanita itu meninggalkan Ervan begitu saja keluar ruangan untuk menuju lantai dasar menyiapkan sarapan.


Waras atau tidak? Nada terus saja mengoceh pada sang buah hati. entah Anna mengerti ucapan ibunya atau tidak, tetapi setiap kali Anna mengatakan sesuatu bayi tersebut akan tertawa dengan sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Lihat itu Anna," Nada memotong beberapa sayur sambil menggerutu. "Ayahmu benar-benar keterlaluan, Mamy sudah berusaha mengumpulkan keberanian. tapi dia tidak meresponnya,"


Gelak tawa bayi itu terus saja menemani Nada yang sedang memasak sambil mengutarakan kekesalannya terhadap Ervan.


"Dia bahkan tidak tidur bersama Mamy semalam, setelah mendapatkan apa yang dia inginkan dia tidak kembali."


Tanpa Nada sadari, sepasang mata sudah memperhatikannya dengan langkah yang mendekati Anna.


Dengan senyum yang mengembang, Ervan mengangkat tubuh kecil Anna kemudian berkata. "Jangan luapkan kekesalanmu oada putriku."


Nada menatap sinis kearah Ervan. sungguh bagi Ervan itu sangat menggelikan, pria jangkung itu kembali membaringkan Anna di kereta dorongnya.


"Dasar psycho." umpat Nada dalam batiinya.


Nada yang sedari tadi membulatkan matanya karna terkejutpun akhirnya diselimuti oleh kegugupan, "Si... siapa perduli? bu... bukan masalahku jika kau mau tidur dimanapun."


"Benarkah?" Ervan mendekatkan wajahnya pada sang istri hingga kini nafas mereka saling beradu.


Nada menelan salivanya, dengan tangan yang berada tepat didada Ervan. "A... apa yang akan kau lakukan?"


"Menurutmu?"

__ADS_1


Astaga, jantung Nada benar-benar sudah meletup-letup. getaran cintanya benar-benar sudah tidak terkontrol, ingin rasanya Nada merengkuh Ervan kemudian berteriak. "Katakan Ya atau Tidak, itu yang aku inginkan dasar bodoh." batin Nada.


"Kau diam?" Ervan menyungkirkan rambut halus yang menutupi wajah Nada, "Kau takut? atau gugup?"


"He.. hentikan, aku... aku sedang menyiapkan sarapan."


"Bagus, aku lapar."


"A... apa yang kau inginkan?" tanya Nada terbata.


"Dirimu."


Nada terkejut, "Aku?"


"Ya, seperti semalam."


Bukan senang, karna sikap Ervan yang semakin berani. Nada malah merasa dirinya hanya diberikan harapan palsu saja. sebab pernyataannya semalam tak kunjung mendapat balasan hingga sekarang.


"Cepat lepaskan aku Ervan, apa kau tidak waras?"


"Ustttt..." Ervan meletakan telunjuknya, ia menatap sorot mata Nada yang bercahaya. pria itu larut dalam tatapannya sendiri, ia terus menenggelamkan dririnya di mata indah snag istri. hingga wajahnya semakin tertarik untuk mendekat.

__ADS_1


Cup... Ervan merengkuh bibir Nada tanpa permisi, dengan penuh kehati-hatian kini bibir mereka benar-benar saling menyatu.


Nada tidak berkutik, matanya masih membulat. entah apa yang harus dia lakukan Nada sendiri tidak berniat untuk membalas ciuam Ervan dari lembut sampai menuntut.


__ADS_2