
LIKE DULU...
Aku sudah mulai bosan, sudah sebulan aku berusaha, tetapi hasilnya nihil. Kelvin malah semakin membenciku, bahkan pria garang itu tidak segan untuk memakiku di hadapan para pelayan sekalipun, Memalukan.
Aku mengintip dari sudut ruangan, gayaku sudah seperti mata-mata kelas internasional, dan targetku adalah Kelvin. tidak pernah aku menyerah meskipun aku sering kali mengeluhkan hal ini, aku terus berusaha, dengan dukungan Tuan Syekar. aku sudah bertekad untuk membuat Kelvin bertekuk lutut.
Aksiku selalu aku mulai pada malam hari, untuk berjaga-jaga. karna terakhir aku melakukannya pada siang hari, Kelvin menyeretku dan memakiku di hadapan para pelayan tanpa ampun. bahkan setiap harinya ada saja tontonan seru untuk para pelayan saksikan antara aku dengan Kelvin.
Aku menekan gagang pintu kamar Kelvin, dan apa ini? sial dia menguncinya dari dalam, oke baiklah aku tidak pernah kehabisan akal. Beberapa waktu lalu aku sudah meminta kunci cadangan kamar anak tiriku ini, dari pelayan. itu bukan hal yang sulit.
"Oh, ternyat kau masih belum menyerah."
Aku tersentak, bagaimana tidak, saat aku masuk kamarnya begitu gelap, dan tiba-tiba saja lampu menyala dengan suara ucapannya yang diselimuti aura menyeramkan.
Aku mencoba tetap tenang, dengan senyum yang menggoda, aku menatapnya dengan tajam.
"Aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkanmu." ucapku.
Bahkan setiap kalimat yang ku ucapkan sudah terdengar begitu ringan, tanpa ada rasa gugup sedikitpun. Kelvin memiringkan senyum piciknya membalas tatapanku.
"Kau menyerah?"
Aku memangkas jarak diantara kami, tangan lentikku menyentuh dada bidangnya, satu hal yang harus kalian tahu, aku bahkan harus menonton film dewasa, untuk mempelajari bagaimana caranya memancing gairah seorang pria, bahkan setiap adegan dan dialognya aku hapalkan, dan langsung aku peragakan dengan baik untuk menggoda Kelvin. tetapi tetap saja, hasilnya nol besar.
Sepertinya anak tiriku ini tidak tertarik pada seorang wanita, pakaian yang aku kenakan saja hampir semuanya kekurangan bahan, yang mengekspose beberapa bagian tubuhku secara gamblang. dan itu tidak memberikan hasil apapun
"Untuk apa kau melakukan hal ini?" tegasnya dingin.
Apa ini akan berhasil, ini kali pertamanya ia tidak langsung menendangku keluar, dan malah bertanya apa maksud dari semua yang sudah aku lakukan.
__ADS_1
"Aku tertarik padamu." ucapku
"Dasar jallang." celetuk Kelvin
Aku sudah sangat biasa mendengar ucapan-ucapan tajamnya, tidak masalah dari caraku menggodanya memang aku sudah melebihi dari seorang jallang, aku tidak akan menyangkal.
"Terserah."
Aku menyandarkan kepalaku di dadanya, tanganku melingkar di perutnya, aku bisa sangat merasakan detakan jantungnya yang sangat cepat, aroma tubuhnya yang sangat fress, astaga dia benar-benar memabukan.
"Boleh aku bertanya?" ucapku padanya, aku mendongak menatap wajahnya yang saat itu terlihat sangat dingin tanpa ekspresi.
"Kenapa kau tidak tertarik padaku?"
Kelvin terkekeh, tetap saja aura dingin itu masih menyelimuri wajahnya, dia mencengkram bahuku, dan melepaskan diriku dari tubuhnya, sehingga tercipta sebuah jarak, antara aku dan Kelvin.
Sejujurnya perasaan takut itu sudah menghampuriku, aku sangat yakim setelah ini dia akan menyeretku keluar, meskipun begitu aku akan tetap berusaha.
"Kenapa? apa aku tidak cantik? apa tubuhku ini kurang sexy?" ucapku dengan suara yang menggoda.
Kelvin mengerutkan dahinya, sepertinya kesabarannya sudah mulai habis, dia akan membunuhku, pasti akan membunuhku, terakhir dia melemparku keluar dan mengancam akan menjatuhkanku dari lantai atas ke lantai dasar. dan itu bukan sekedar ancaman, jika saja pelayan tidak menolongku, mungkin aku sudah jadi Almarhumah Syafira sekarang.
Author Pov
Syafira menjerit dengan begitu keras, sampai membangunkan para pelayan, yang berada di rumah besar tersebut. Gadis itu tidak pernah menyerah, setiap hari ada saja ulahnya dengan Kelvin yang membuat semua orang terkejut, bahkan jika salah satunya mempunyai riwayat jantung, mungkin mereka sudah meninggal akibat ulah Kelvin dan Syafira.
"Ahhhhh, oke ampun maaf, ini yang terakhir, aku tidak akan mengganggumu lagi." jerit Syafira
Keduanya sudah berada di atas balkon, Kelvin mencoba mendorong Syafira dari lantai tertinggi tersebut, untuk membuat gadis itu jera.
__ADS_1
"Katakan sekali lagi." ucap Kelvin.
Sepertinya hal ini juga sudah menjadi kebiasaan untuknya, ia menganggap hal ini sebagai hiburan, karna Syafira sendiri yang selalu memancing amarahnya.
Beberapa pelayan datang, menyaksikan apa yang sedang Kelvin dan Syafira lakukan, mereka menjerit setiap kali Syafira akan terjatuh dan Kelvin menahannya.
"Katakan dengan keras." tegas Kelvin meninggikan suaranya
"Aku, Syafira tidak akan mengganggu Kelvin lagi, aku bersumpah." teriak gadis itu.
Kepalanya terasa berat, jika harus melihat ke dasar. tubuh Syafira bergetar hebat di selingi rasa takut yang luar biasa, sedikit saja ia salah langkah, maka ia sendiri akan memjatuhkan dirinya dari lantai atas tersebut. dan jika itu terjadi pun tidak akan ada yang bisa memasukan Kelvin ke penjara, karna bisa begitu mudahnya Kelvin membuat laporan jika ini adalah tindakan bunuh diri, yang aku lalukan.
Aku kalah, aku benar-benar sudah kalah, aku gagal menjinakan majikan dari Pluto, jika aku di beri pilihan, aku lebih baik menjinakan hewan peliharaannya saja, dari pada harus berulang kali memancing malaikat maut untuk segera mencabut nyawaku.
"Tuan, sudah Tuan, kasihan Nyonya Syafira." ucap salah satu pelayan.
Kelvin kembali menarik tubuh gadis itu, ia bahkan menurunkan Syafira dan berlalu begitu saja, beberapa pelayan langsung menyelimuti tubuh Syafira dan mencoba menenangkannya, wajah Syafira benar-benar memucat, tubuhnya bergetar hebat, dan itu adalah kesalahannya sendiri, sudah memancing pemuda garang yang tidak lain adalah anak tirinya.
Dua pelayan membantu Syafira berjalan, dan yang lainnya bergosip membicarakan Kelvin dan dirinya.
"Apa kau percaya jika Tuan Muda, tidak menyukai Nyonya Syafira?"
"Aku ragu, Nyonya Syafira begitu terlihat sempuran, ia melakukan hal ini untuk memenuhi permintaan Tuan Syekar."
"Terkadang aku merasa lucu, dengan wajah polosnya, Nyonya Syafira terus berusaha menjadi wanita penggoda untuk meluluhkan Tuan Muda."
Seolah tidak ada hentinya jika mendengarkan pelayan itu bergosip, membicarakan Tuan dan Nyonya majikannya, mereka semua sudah tahu apa tujuan Syafira sebenarnya, bahkan keberanian Syafira yang tidak pernah menyerah patut di acungi jempol.
KOMEN LIKE DAN VANTU VOTENYA DONG YANG BANYAKKK, VERSI MAKSA NIH KOMENNYA YANG PANJANG
__ADS_1