Syafira

Syafira
Chapter 7


__ADS_3

LIKE DULU DONGGG...


Pria itu beranjak, dan apa ini? Pluto tidak mengoyak salah satu dari kami, oh aku melupakan sesuatu, anjingg itu kan adalah hewan peliharaan kesayangan Kelvin, tidak mungkin ia akan mengoyak tubuh Tuannya sendiri.


Dan sekarang Apa? Pluto malah menjilatii Tuannya dengan penuh kasih sayang, aku sedikit bernafas lega, akhirnya anjingg yang seperti babii pemalas itu tidak menelanku.


"Kau mau kemana?"


Mataku membulat, begitu Kelvin menutup kandang Pluto, tanpa membawaku keluar bersamanya, dia benar-benar mengurungku dengan hewan menyeramkan ini. Yatuhan pria psikopat ini benar-benar sangat keterlaluan. Kelvin bahkan tidak menjawab pertanyaanku, dan langsung mengunciku bersama Pluto.


Gogggkkk.. Goggkkkk.. Gogkkk..


"Ahhhh aku mohon, aku takut jangan tinggalkan aku."


Aku menjerit begitu Pluto menggonggong menatapku dengan garang, tidak kalah dengan Tuannya, tubuhku kembali bergetar, aku sangat takut, apa ini akan menjadi akhir hidupku? konyol sekali jika aku tewas karena menjadi hewan peliharaan anjing ini bukan?


Author Pov


Dengan wajah dinginnya, Kelvin pergi meninggalkan Syafira begitu saja, di dalam kandang hewan peliharaannya.


Raut wajah Kelvin benar-benar sangat mengerikan, beberapa pelayan utusan Tuan Syekar yang mendekatinya bahkan tidak berani bicara, saat menatap wajah dinginnya tersebut.

__ADS_1


"Jika kalian semua membebaskannya, akan aku pastikan jika kalianlah yang akan menjadi giliran setelah Pluto mengoyak jalangg itu." tegas Kelvin meninggikan suaranya.


"Ba-baik Tuan."


Kelvin kembali melangkah kedalam rumahnya, meninggalkan beberapa pelayan tersebut. sungguh ironis tujuan Syafira datang dengan maksud baik, tapi Kelvin terus memperlakukannya dengan buruk, ia bahkan rela mengorbankan masa mudanya, hanya untuk menikah dengan Tuan Syekar, meskipun Syafira tahu, pria tua itu hanya seseorang yang sudah sakit-sakitan, dan bahkan umurnya saja dua puluh tahun lebih tua darinya.


"Kelvin. Apa yang kau lakukan? cepat lepaskan Syafira." tegas Tuan Syekar


Pemuda itu tidak menggubrisanya, dan terus berjalan melewati sang Ayah, dengan begitu angkuh.


"Kelvin, kau sudah sangat keterlaluan. cepat lepaskan Fira."


Langkah Kelvin terhenti, ia menatap ayahnya dengan penuh kebencian.


Entah apa yang ada dalam pikiran Kelvin, Tuan Syekar saja sampai kewahalan jika harus menghadapi anaknya tersebut, itu sebabnya ia menyuruh Syafira untuk mencairkan aura dingin, yang ada dalam diri Kelvin.


Tubuh Syafira bergetar, meskipun anjing itu terlihat menyukainya dan terus bermanja padanya. Syafira benar-benar ketakutan, ia terus mengelus tubuh besar Pluto, dengan air mata yang mengalir, menurutnya Kelvin benar-benar sangat kejam, sebegitu bencinya Kelvin pada Syafira, hingga pemuda itu mengurung Syafira bersama hewan peliharaannya.


"Begitu hinakah aku dimata Kelvin? ia bahkan mengurungku disini bersama seekor anjing ini,"


Air mata Syafira mengalir, ia tidak menyangka Kelvin benar-benar melakukan hal ini padanya.

__ADS_1


"Apa dimata Kelvin, aku ini hanya seperti hewan peliharaan?"


Syafira terisak, tentu sesuatu yang Syafira katatan itu adalah hal yang benar, belum lagi semalam Syafira merangkak ke atas ranjang Kelvin, dan bahkan menggodanya. Padahal dari awal Kelvin memang sudah berpikir jika Syafira hanyalah gadis peliharaan ayahnya, demi uang, rela melakukan apapun.


Jauh dari itu, ia sama sekali tidak kekurangan uang, Syafira bersedia menikah dengan Kevin, awal yang dijanjikan sang Ayah. tapi karna Kelvin sendiri yang kabur dihari pernikahan, Tuan Syekar dengan terpaksa menggantikan anaknya, tentu tujuan perjodohan ini hanya agar Syafira mendapat status, untuk masuk kedalam kediaman keluarga Ardian. meskipun dalam perjanjian awal adalah, ia akan menjadi istri dari Kelvin.


Nasi sudah menjadu bubur, ia harus menerima kenyataan ini, kenyataan pahit menjadi istri dari pria tua dan penyakitan.


"Nyonya, apa Nyonya baik-baik saja?" ucap Salah satu pelayan.


Syafira melirik ke sumber suara, dengan raut wajah yang sangat menyedihkan.


"Tolong keluarkan aku dari sini, aku mohon." ucap Syafira, terisak.


Betapa tidak teganya beberapa pelayan wanita tersebut melihat kondisi Syafira saat ini, satu diantara bahkan sudah membawa daging segar untuk ia berikan pada Pluto.


"Pagi ini Pluto belum diberi makan, kami takut terjadi sesuatu pada Nyonya, kami akan memberinya daging segar ini."


Syafira pun mengangguk, dalam keadaan tenang ia membiarkan beberapa pelayan melempar daging segar kedalam kandang tersebut, saat itu Pluto langsung memakannya, dan mengoyaknya dengan garang, bau amis yang menyengat itupun tercium mengetuk hidung Syafira. Terlebih perut gadis itu belum terisi apapun, hingga membuat dirinya menjadi sedikit mual.


"Maafkan kami Nyonya, hanya ini yang bisa kami lakukan, bahkan kunci kandang Pluto di bawa oleh Tuan Muda, kami tidak bisa berbuat apapun."

__ADS_1


Ingin rasanya Syafira menjerit, ia kembali menangis deras, tanpa suara, ia begitu ketakutan sampai tidak tahu lagi harus mengatakan apa selain menangis.


LIKE KOMEN VOTENYA YANG BANYAKKKKK😍


__ADS_2