Syafira

Syafira
Chapter 31


__ADS_3

"Kenapa kau tidak membawa wanita lain pulang saja, agar Syafira bisa cepat pergi dari sisimu." Celetuk Andrew.


Dalam suasana kantor, tepatnya pada pukul siang hari Kelvin mengatakan jika ia sudah berhasil meniduri Syafira pada sahabatnya tersebut.


"Jadi maksudmu..."


"Tentu saja, kenapa tidak?" tegas Andrew.


Kelvin memiringkan senyumnya, dan meraih segelas win yang terletak di hadapannya. cara yang Andrew katakan memang terdengar begitu menarik jika untuk membuat Syafira pergi. toh beberapa waktu yang lalu gadis itu sempat mengatakan jika dirinya tidak akan memaafkan Kelvin jika menyangkut dengan adanya wanita lain.


"Aku pikir ini sedikit keterlaluan, setelah kau mendapatkan tubuhnya, dan sekarang kau akan membuat dia pergi dari sisimu."


"Kau tahu aku, siapapun bersedia menyerahkan dirinya padaku. tapi Syafira berbeda, ia sedikit jual mahal, dan nyatanya hanya dalam hitungan hari dia jatuh cinta padaku." ujar Kelvin yang seolah sedang membanggakan dirinya.


Bahkan setelah kejadian itu Syafira hanya terus mengurung dirinya dikamar. penyesalan karna sudah mencintai Kelvin dengan begitu mudah muncul. ia sungguh menyesal karna sudah mempercayai pria yang berulang kali telah menyudutkannya pada maut.


"Sayang Istrimu pasti akan mengamuk begitu melihat kita berdua disini."


Syafira mendengar suara wanita, tidak tahu siapa. tiba-tiba saja dadanya terasa semakin sesak saat mendengar Kelvin.


"Dia tidak berguna, memuaskanku diranjang saja tidak bisa." suara Kelvin


Dengan perasaan yang hancur, Syafira mencoba melihat dan memastikan dengan siapa Kelvin datang.


"Mmmmhh. Sayang kau sangat nakal."

__ADS_1


Tubuh Syafira bergetar, perlahan ia mendekati kamar dimana ia mendengar suara-suara yang menusuk batinnya. air matanya sudah ada diujung pelupuk mata, sedikit saja ia mengerjap air mata itu akan mengalir dengan deras membasahi wajahnya. ia mencoba menguatkan diri saat dirinya yakin jika sang suami sedang bersama dengan wanita lain di ruangan kamar.


Cklekk...


Sayafira menekan gagang pintu dan mendorong perlahan pintu tersebut, ia menghela nafas beratnya saat mendapati sang suami sedang bercumbu dengan wanita lain di hadapannya. "Kau..." air mata Syafira mengalir begitu saja, perasaannya semakin tidak karuan seketika tubuhnya melemah.


Kelvin mendorong perlahan wanita yang berada di pangkuannya tersebut, "Kau sudah melihatnya aku tidak bisa hidup dengan satu wanita. aku yakin kau pasti tahu akan hal ini." ucap Kelvin dengan santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Syafira berlari, perasaannya sangat hancur, pria garang yang ia cintai selamanya memang akan menjadi baj*ngan. suatu hal yang tidak mungkin Kelvin yang kejam akan berubah begitu manis jika tidak ada hal yang ia inginkan.


Bukan Syafira, ternyata semua yang ia lakukan hanya untuk mendapati tubuh Syafira saja. seketika bayang-bayang ucapannya terlintas.


"Aku bisa memaafkan semua kesalahanmu, tapi jika itu menyangkut wanita lain aku menyerah."


"Nyonya?" Seorang pelayan langsung mencoba menenangkan Syafira, karna ia tahu saat Kelvin datang dengan seorang wanita akan membuat Nyonya-nya terpukul. "Nyonya tolong jangan lakukan ini, jangan pergi."


"Lantas apa yang kau pikirkan? apa aku harus diam saja melihat suamiku bercinta dengan wanita lain?" Jerit Syafira histeris.


"Tolong berikan kesempatan untuk Tuan berubah Nyonya, bagaimana pun Nyonya adalah istrinya." ucap pelayan yang mencoba melerai emosi Syafira.


"Tidak, aku tidak bisa memaafkan penghinatan." Syafira beranjak, ia menarik kopernya dan berlalu meninggalkan pelayan tersebut.


Entah apa dosa gadis itu dimasa lalu, kedua orang tuanya menukar Syafira dengan transaksi bisnis, untuk menikahi pria kejam yang tidak bisa hidup dengan satu wanita. kemana gadis itu akan pergi, karna mengingat perlakuan orang tuanya tidak mungkin Syafira harus kembali pada keluarganya.


"Jangan menangis, tidak kau tidak pantas hidup bersama baj*ingan itu," Syafira twrus saja menjatuhkan air matanya, ia berusaha menguatkan dirinya sendiri. "Kau akan jauh lebih bahagia jika tidak bersamanya, cukup Fira kau kuat. dia tidak layak menjadi suamimu."

__ADS_1


Tetap saja air matanya tidak kunjung berhenti mengalir, gadis itu sudah terperangkap oleh perasaannya terhadap Kelvin, hingga ia tidak bisa menghentikan tangisannya sendiri. Bahkan seseorang yang biasanya terlihat kuat, tegar, dan tidak mudah menyerah harus di lumpuhkan oleh cinta. Syafira sendiri bisa menghadapi masalah sebesar apapun sendirian, tetapi jika menyangkut cinta gadis itu merasa sangat bodoh dan lemah.


"Hentikan tangisanmu."


Syafira mendongak saat seseorang memberikan dirinya sapu tangan. "E-Ervan?"


"Jadi Kelvin telah mengusirmu?" ucap Ervan


Syafira menghapus air mata dan menganggukan kepalanya perlahan.


"Aku tahu itu, dia memang pecundang," Umpat Ervan memiringkan senyumnya. "Sekarang kau akan kemana? aku akan mengantarmu."


Syafira terdiam, ia menunduk dan tidak mengeluarkan satu patah katapun.


"Hey... apa kau tidak tahu apa yang akan kau lakukan?" tambah Ervan.


Lagi-lagi Syafira hanya membalas ucapan pria jangkung itu dengan mengangguk.


"Oke. aku mengerti, kau harus membalas apa yang telah Kelvin lakulan padamu."


Syafira langsung memalingkan wajahnya menatap Ervan dengan tajam. "Jadi maksudmu aku..."


"Denganku, aku akan membantumu membuat Kelvin membayar segalanya yang telah ia lakukan padamu."


LIKE VOTE DAN KOMENNN YG BANYAK. KECEPATAN UP TERGANTUNG KALIAN.

__ADS_1


__ADS_2