
"Aku pikir, Nada akan sulit menerima kenyataan. ternyata dia malah berhasil kembali meretas sistem Ervan." ucap Kelvin pada sang istri.
"Iya, aku juga berpikir begitu. sepertinya aku harus belajar banyak hal padanya." sahut Syafira yang tidak kalah kagum akan keberhasilan Nada.
"Mamy..."
Syafira dan Kelvin melirik kesumber suara secara bersamaan.
"Ayo kita pulang, Ayah Ervan pasti sedang mencari kita sekarang."
Syafira dan Kelvin saling menatap, sejujurnya mereka berdua kebingungan mencari cara untuk menjelaskan apa yang seharusnya tidak pantas diketahui oleh Alvin yang masih kecil tersebut.
"Kenapa kita harus tinggal dirumah orang jahat sepertinya? Mamy... aku merindukan Ayah. ayo kita pulang." rengek Alvin.
Tentu sesuatu hal yang menyakitkan saat Alvin sang buah hati jauh lebih dekat dengan Ervan, seseorang yang terus mencoba menghancurkan hidupnya. Akan tetapi Kelvin cukup tahu diri, Alvin hanyalah anak kecil yang tidak mengerti apapun. sekeras apapun ia berusaha, jika Alvin terus menanam kebencian di dalam hatinya untuk sang ayah. usaha Kelvin tetap akan menjadi sia-sia.
"Alvin..." Syafira bersimpuh dihadapan sang buah hati, senyumnya terpancar. ia bahkan mengelus wajah Alvin dengan penuh kelembutan. "Mulai sekarang kita harus tetap disini."
"Tapi kenapa? kenapa Mamy lebih memilih tinggal bersama orang jahat itu dari pada bersama, Ayah Ervan?" tegas Alvin bertanya.
Kelvin terus memperhatikan Syafira yang sedang menenangkan sang buah hati.
__ADS_1
"Dia tidak jahat, dia adalah Papa Alvin." ucap Syafira meyakinkan.
"Tidak! dia telah memukul Ayah Ervan dia jahat." tegas Alvin bersikeras.
Syafira menghela nafasnya, dan mengelus pucuk kepala Kevin versi junior tersebut. "Sayang, tidak semuanya yang kita lihat itu adalah kebenarannya. kenapa kau tidak bertanya saja kenapa Papa memukul Ayah Ervan pada saat itu."
Dengan wajah polos Alvin terdiam, ia sangat tetlihat menggemaskan, dua bola matanya melirik kearah Kelvin dengan bibir yang mengerucut.
"Memangnya kenapa dia memukul, Ayah Ervan?" tanya Alvin pada Syafira.
"Karna Ayah Ervan telah membawa Alvin dan Mamy dari Papa." ucap Syafira penuh kehati-hatian, agar dia tidak salah bicara. "Jika seseorang mengambil sesuatu yang berharga dari hidup Alvin, apa yang akan Alvin lakukan?"
"Pintar. itulah yang Papa rasakan, saat Ayah Ervan membawa Mamy dan juga Alvin. Papa sangat marah itu sebabnya Papa memukul Ayah Ervan." ucap Syafira kemudian mengelus pucuk kepala sang buah hati.
"Benarkah?"
Syafira mengangguk dengan senyum yang berbinar.
Betapa kagumnya Kelvin melihat kelembuta. dan kehati-hatian Syafira menenangkan, dan mencoba menjelaskan sesuatu yang tidak seharusnya di dengar oleh Alvin. kelembutan Syafira mengubah hal tersebut menjadi lebih sederhana hingga sepertinya Alvin bisa sedikit mencerna ucapannya.
***
__ADS_1
Nada mulai bangkit dari keterpurukannya, saat dirinya berhasil meretas sistem Ervan. gadis itu menjadi sedikit merasa lebih tenang, keuangan perusahaan Kelvin telah kembali normal, dan sekarang Nada hanya tinggal menunggu berita kebangkrutan yang akan menimpa Ervan. seseorang yang telah menghancurkan hidupnya tersebut.
"Data Invalid"
Hanya itu yang terus keluar dari layar komputer Ervan. saat dirinya sudah menyadari jika keuangannya mulai bermasalah, bahkan beberapa debit bank telah terblokir akibat penyusupan sistem tersebut.
Rahang Ervan mengeras, api kemarahannya bergejolak. "Ke*parat, dengan cepat mereka membalasku."
Bruakk...
Ervan menendang komputernya hingga komputer tersebut hancur. "Kalian semua tidak bisa lepas dari cengkramannku!"
Ervan meraih ponsel dan mencoba menghubungi seseorang. "Cari tahu dimana tempat tinggal gadis yang bernama Nada, sekertaris Kelvin!"
Ervan langsung memutuskan panggilan tersebut, entah apa yang akan ia lakukan pada Nada sekarang.
"Aku akan menghancurkan orang-orang yang berpihak pada, Kelvin! kau beruntung Syafira bisa lepas dariku saat ini. setelah Nada, giliranmu yang akan aku jebloskan kedalam rumah sakit jiwa seperti Janne!" Gumam Ervan penuh kebencian.
Bagaimana tidak, belum sampai pada titik dimana ia bisa membuat Kelvin hancur melalui Syafira dan Alvin. tetapi keduanya sudah pergi meninggalkan Ervan jauh sebelum semua rencananya berhasil. Ervan merasa di khianati, sia-sia dirinya memelihara Syafira dan Alvin selama beberapa tahun ini. pada akhirnya mereka kembali dibawa oleh Kelvin dan dilindungi.
LIKE KOMEN DAN VOTE :)
__ADS_1