Syafira

Syafira
Chapter 55


__ADS_3

"Tunggu!"


Langkah Ervan terhenti seketika.


"Kemana kau akan pergi?" tanya Nada.


"Penjara."


Lagi-lagi Nada dibuat terkejut oleh Ervan. "U... untuk apa kau kesana?"


"Menyerahkan diri." sahut Ervan dingin.


Nada membulatkan matanya, dengan mulut yang terbuka lebar. "Apa kau sudah tidak waras?"


"Kau yang menyuruhku, hal itu sulit aku hindari karna polisi sekarang sedang mengejarku diluar."


Nada langsung menarik tangan Ervan, kemudian mendudukan pria itu diranjang. "Berikan aku pilihan!" ucapnya dengan mata menggenang.


"Katakan!"


"Aku tidak menginginkan bayi ini."


Bruakk... Ervan langsung mendorong tubuh Nada hingga gadis itu menjatuhkan dirinya diatas ranjang dengan posisi Ervan mencengkramnya. "Apa maksudmu kau akan membunuh bayiku?"


"Kenyataannya itu adalah pilihan yang tepat untuk hidupmu dan juga masa depanku!" sahut Nada lirih dengan tubuh yang bergetar ketakutan.


"Berikan aku pilihan yang lain!"

__ADS_1


"Tidak ada pilihan untukmu, aku tidak ingin mengandung bayi dari seoramg penjahat sepertimu!"


Rahang Ervan mengeras, ia semakin kuat mencengkram tubuh gadis itu memajukan wajahnya kemudian berkata. "Sebegitu buruknya aku dimatamu?"


Nada membalas tatapan Ervan, jarak diantara keduanya sangatlah dekat. bahkan Nada bisa merasakan hembusan nafas pria yang mencengkramnya, menyapu wajahnya. "Apa kau masih menganggap dirimu ini sebagai malaikat, setelah kau menghabisi nyawa seseorang dengan begitu mudahnya!"


"Aku tidak akan membiarkanmu membunuh bayiku! kau jangan besar kepala, berterima kasihlah pada anakku karna aku tidak melukaimu sekarang." tegas Ervan mengeratkan giginya.


"A... aku harus bagaimana?" tanya Nada lirih.


Ervan melepaskan cengkramannya begitu saja, ia duduk disebelah Nada dan berpikir keras. "Lahirkan anakku, kita akan membuat perjanjian diatas pernikahan kontrak! setelah bayi itu lahir kau boleh pergi."


Deg... ucapan Ervan langsung membuat Nada tertegun.


"Bagaimana kau bisa memilih pilihan seperti itu?" sejenak Nada menatap Ervan yang tidak berani memalingkan wajahnya, hingga gadis itu memalingkan wajah Ervan agar menatap wajahnya. "Apa kau pikir aku akan menyetujui hal tersebut? menikah dengan seorang penjahat?"


Nada menelan salivanya, ia benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa pada Ervan.


"Tugasmu hanya menjaga dan melahirkan anakku, kau bisa tidur denganku setiap harinya anggap saja itu adalah bonus." ucap Ervan santai.


Nada berdecih, dalam pikirannya betapa tebal muka pria yang sedang berada tepat disampingnya tersebut. "Kau terlalu menyanjung tinggi dirimu!"


"Itu terserah kau saja," Ucap Ervan kemudian meraih ponsel milik Nada diatas nakas.


"Apa yang akan keu lakukan?" tanya gadis itu heran.


"Menelpon kantor! Sekertarisku akan membantu kita mengurus pernikahan kontrak."

__ADS_1


"Tapi aku belum mengatakan setuju!"


"Bagus, kau sudah mengatakannya! aku akan tinggal disini, untuk bersembunyi." sahut Ervan santai.


"Penjahat! Licik! kau bajin*gan Ervan!" umpat Nada kesal.


Ervan menatap Nada dengan tajam, kemudian memiringkan senyumnya. "Aku tahu itu!"


"Sampai kapanpun aku tidak sudi menjadi istrimu, meskipun pernikahan itu hanya terjalin atas dasar bayi dan kontrak!" pekik Nada meninggikan suaranya.


Ervan kembali dibuat jengkel, ia langsung mencengkram wajah Nada dengan kuat hingga bibirnya memoncong. "Aku katakan sekali lagi, sebaiknya kau menurut jika kau masih ingin melihat dunia. aku bisa saja bersikap baik dan lembut padamu, tapi semua itu tergantung bagaimana kau menjaga sikapmu."


Ervan selalu berhasil membuat Nada tidak berkutik, sekali saja Ervan menggerakan tangannya, hal itu suksem membuat seluruh tubuh Nada bergetar ketakutan. karna Nada sendiripun cukup trauma mengingat semua perlakuan kasar Ervan padanya dimasa lalu.


"Kau tidak diijinkan untuk keluar dari sini, semua kebutuhan dan lainnya akan aku pesan secara online!" ucap Ervan.


"Apa maksudmu? kau mengurungku!"


"Tidak. aku hanya berjaga-jaga," Ervan meraih ponsel Nada dan memasukan ponsel tersebut kedalam sakunya, "Dan kau tidak diijinkan menggunakan ini."


"Apa hakmu melarangku?" tegas Nada meninggikan suara.


"Beberapa menit lagi kita akan resmi menjadi sepasang suami dan istri, lakukan tugasmu dengan baik dan benar. dan jangan pernah kau mencoba untul berhianat apalagi meminta pertolongan pada Syafira ataupun Kelvin! aku sama sekali tidak menginginkanmu, ini semua aku lalukan demi anakku yang ada dalam perutmu! setelah bayi itu lahir kau bebas!"


"Ba*jingan, kau iblis, setan, biada*b." umpat Nada memekik


"Terserah!" sahut Ervan dengan santai seolah tidak memperdulikan ucapan-ucapan tajam Nada.

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN VOTENYA DONGG, MATRE DIKIT BOLEHH


__ADS_2