Syafira

Syafira
Chapter 43


__ADS_3

Kelvin datang memawa begitu banyak mainan dan coklat, manisan permen. hal itu ia lakukan tentu saja untuk merebut hati sang buah hati yang masih saja menganggap dirinya adalah penjahat.


"Alvin..." sapa Kelvin, kemudian langsung menghampiri pria cilik yang sedang berada di pelukan sang istri.


"Mamy, ayo kita pulang. Ayah pasti sudah menunggu." rengek Alvin yang terus memaksa Syafira.


Kelvin bersimpuh dengan senyum hangat menatap Alvin intens. "Ini adalah rumah, Papa. Rumah Alvin juga."


"Tidak... kau bukan Papa Alvin, Alvin tidak punya Papa, Alvin hanya sayang Ayah Ervan. kau penjahat!" Pekik Alvin dengan rengekan yang khas.


Ucapan bocah tersebut memang sedikit membuat perasaan Kelvin sebagai ayah kandungnya tersayat. Akan tetapi hal itu tidak membuat semangatnya terputus. pria jangkung itu terus berusaha membuat Alvin percaya dan menyayanginya.


"Alvin, dia bukan orang jahat. dia adalah Papa Alvin." ucap Syafira mencoba meredam rengekan Alvin.


"Tidak! Alvin tidak punya Papa. dia orang jahat, dia sudah memukul Ayah Ervan!" jerit Kelvin kemudian berlalu pergi menuju lantai atas.


Kelvin menghela nafas panjang, memang sangat sulit meyakinkan anak kecil dibawah umur. segala sesuatunya akan menjadi terlalu sensitif, jika saja saat itu Kelvin tidak terpancing mungkin Alvin tidak akan melihat sisi buruk ayahnya ketika sedang emosi memukuli Ervan.


"Sudah satu minggu, dan Nada belum juga kembali." ucap Kelvin pada Syafira.


"Kenapa kau tidak mendatanginya saja, aku khawatir jika terjadi sesuatu padanya." Sahut Syafira yang tidak kalah cemas.


"Kau ikut bersamaku, biarkan pelayan yang menjaga Alvin."


Syafira mengangguk, keduanya langsung bergegas menuju apartemen, tempat tinggal Nada yang tidak lain sekertaris Kelvin tersebut.


"Kau yakin ini tempat tinggalnya?" tanya Syafira.

__ADS_1


"Menurut data dari perusahaan ini adalah tempat tinggalnya." sahut Kelvin.


Syafira mulai mengetuk dan menekan bel apartemen milik Nada.


Tokk... Tok... Tok...


"Aku rasa dia tidak ada disini." ucap Kelvin yang mulai tidak sabar menunggu.


"Tunggu sebentar, jika tidak coba kau tanya seseorang."


Klekk...


Syafira dan Kelvin menoleh saat puntu di hadaapnnya tiba-tiba saja terbuka.


"Kau... apa yang terajadi?" celetuk Syafira dengan mata yang membulat saat melihat kondisi Nada yang dipenuhi luka lebam.


Gadis itu hanya tersenyum tipis, dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak mungkin, kenapa dengan wajahmu?" Syafira terus mencecarnya akan tetapi Nada masih enggan untuk bicara.


"Aku hanya butuh istirahat, maaf karna aku tidak sempat mengurus surat ijin cutiku." ucap Nada dingin.


"Tidak... kau tidak baik-baik saja, tolong katakan. apa yang sebenarnya terjadi?" tegas Syafira.


Nada menatap Syafira intens, wajahnya tiba-tiba saja memerah dengan mata yang menggenang. "Apa jika aku mengatakan hal ini kalian bisa membuat segalanya menjadi lebih baik?" tanya Nada dingin.


"A... apa maksudmu, apa Ervan?"

__ADS_1


Belum sempat Syafira menyelesaikan ucapannya, Nada langsung memeotong ucapan tersebut dan berkata, "Yaaa... dia menyiksaku, dia bahkan memperkosaku." ucap Nada spontan.


Syafira menganga dengan mata yang membulat.


"Kau? apa kau baik-baik saja?" Tanya Kelvin yang tidal kalah terkejut.


"Apa aku terlihat baik-baik saja? dalam hal ini Aku hanya bekerja, tapi siapa sangka aku sendiri malah menjadi korban." ucap Nada tersenyum kecut.


Kelvin semakin murka, ia mengepalkan ta gan dengan rahang yang mengeras. sebelumnya ia berpikir jika Ervan tidak akan mungkin berani pada Nada, karna Nada hanyalah sekertarisnya. tapi siapa sangka Ervan malah mengambil keuntungan dalam hal ini.


"Baji*ngan itu telah menghancurkan hidupku." ucap Nada lirih, air matanya menetes begitu saja dengan tatapan yang kosong.


Syafira mencoba menenangkannya, ia memeluk gadis menyedihkan tersebut dan mengelus punggungnya.


"Ini semua salahku, karna aku kau harus menjadi korban." ucap Kelvin


"Aku ingin dia mati, dia sama sekali tidak pantas menginjakan kaki di bumi ini. dia adalah penjahat, dia..." Tiba-tiba saja Nada menjatuhkan dirinya, tubuh yang sedang di peluk oleh Syafira itu melemah begitu saja dan tidak sadarkan diri.


"Nadaa..." pekik Syafira yang hampir kewalahan menahan tubuhnya.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Kelvin kebingungan.


"Aku tidak tahu, cepat bawa dia kerumah sakit." sahut Syafira penuh kecemasan.


"Ba... baik." Kelvin langsung mengangkat tubuh Nada dan membawanya kerumah sakit bersama Syafira.


LIKE LIKE LIKE KOMEN KOMEN KOMEN VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2