Syafira

Syafira
Chapter 6


__ADS_3

LIKE DULU DONGGGG


***


Kelvin Pov


Dengan kasar aku membanting pintu, begitu aku keluar dari kamar ayah, dia selalu saja membuatku kesal dan muak, bagaimana tidak, ia bahkan mengatakan jika si jalangg siialan itu adalah istriku, aku tahu, alasan dia mengatakan hal itu karna ayah malu, mengakui dirinya yang masih tertarik pada seorang gadis, yang bahkan umurnya saja lebih muda dariku.


Sesegera mungkin aku membersihkan diri, dan mengenakan pakaian setelan formalku, aku berjalan perlahan sambil melirik ke arah jam, yang melingkar di pergelangan tanganku, sorot mataku melirik kesebuah arah, yang dimana saat itu Ayah dan gadis peliharaannya sedang bermesraan, gadis siialan itu cukup telaten merawat ayahku, ia bahkan menyuapi ayah dengan begitu santai, padahal semalam ia merangkak ke atas ranjangku.


Apa yang akan terjadi, jika aku memberitahukan hal ini pada ayah? mungkin ia akan langsung menghembuskan nafas terakhirnya, begitu mengetahui hal tersebut, tapi ayolah, aku tidak sekejam itu, aku masih menyayanginya meskipun ia sangat menjengkelkan.


"Kelvin kemarilah." ucap Ayahku.


Bukannya menghampiri ayah, aku malah berlalu mengabaikannya lagi dan lagi, sebenarnya aku sedikit tidak tega bersikap seperti ini padanya, akan tetapi jika melihat wajah gadis itu, aku malah semakin membencinya, dan tidak ingin menatap wajah ayah meskipun hanya sekilas.


Kepiawaian gadis itu dalam mengurus ayah memang patut di acungi jempol, Namun siapa sangka, jika semalam ia begitu berani menggodaku, bahkan sepertinya jika aku hilang kendali, ia tidak akan menolak dan justru dengan senang hati menelayani nafsu bejadku.


Aku tidak bodoh, meskipun ia memiliki bentuk tubuh menarik, hal itu tidak bisa mengecohku sedikitpun, aku tidak akan pernah terpengaruh oleh si wanita ular tersebut.


"Tunggu Kelvin,"


Lagi-lagi ayahku memanggilku, entah apa yang ia inginkan, seketika langkahku terhenti.


"Tolong kemarilah, ayah ingin bicara."


Aku menghela nafasku dengan kasar, terpaksa aku menghpirinya dengan raut wajah jengkel.


"Ada apa?" ucapku dingin.


"Kemarilah duduk."

__ADS_1


Baiklah, melihat wajahnya yang memelas dengan kondisi tubuh yang rapuh, aku mengalah aku duduk di sebelahnya meskipun ini sangat memuakan.


Prankkkk...


Sialan, gadis itu menumpahkan susu panas pada jasku, rahangku langsung mengeras, gadis ini benar-benar selalu membuat otakku panas, raut wajahnya terlihat terkejut, seolah merasa bersalah, ia langsung meraih tisu di hadapanku.


"Maaf, maafkan aku, aku tidak sengaja." ucapnya tergesa-gesa.


Susu panas mengnai jasku, terlebih aku haru ke kantor, dan dia marah mengacaukan segalanya.


"Jalangg sialann, beraninya kau." ucapku meninggikan suara.


Ayah mencoba menenangkanku, beberapa pelayan menatap kearah kami, aku bisa dengan jelas mendengar mereka mengatakan sesuatu tentang aku dan gadis ini.


"Gawat, Tuan muda pasti akan marah besar, kali ini Nyonya melakukan kesalahan." ucap para pelayan.


"Aku minta maaf."


Syafira Pov


Mati aku, sumpah demi apapun aku tidak sengaja menumpahkan segelas susu panas itu padanya, Kelvin sangat terlihat marah, ia menatapku dengan rahang yang mengeras, tanda api kemarahannya sedang bergejolak.


Entah apa yang akan dilakukan Kelvin, ia menarik tanganku dengan kasar, menyeretku ke arah luar, sampai ayahnya sendiri tidak ia perdulikan.


"Tunggu, aku minta maaf, aku tidak sengaja, tolong lepaskan aku."


Aku menarik tanganku, dan mencoba melepaskannya dari cengkraman Kelvin, tapi pria itu tidak menggubrisnya dan malah semakin kasar menarikku. Aku rasa Kelvin akan mengirimku kembali kerumah orang tuaku, Astaga tidak, ia menyeretku melewati mobil, kemana dia akan membawaku? entah saat ini aku benar-benar takut, tubuhku bergetar, percayalah dia sangat menyeramkan.


"Kau sudah bosan hidup rupanya." ucapnya


Seketika aku tersadar, ini jalan menuju belakang, yang tidak lain disana tempat Kelvin mengurung Pluto.

__ADS_1


"Apa yang akan kau lakukan? Kelvin hentikan." teriak Tuan Syekar yang mencoba menghentikan Kelvin. Tentu saja pria garang ini tidak menggubrisnya, ia terus menyeretku dengan kasar.


"Ahhhhhh, tolong lepaskan aku, aku tidak sengaja tolong maafkan aku."


Aku terus menjerit, berontak dan memohon, tapi kali ini ia benar-benar tidak waras, ia membuka selot besi kandang Pluto. Benar saja dia akan menjadikan aku sebagai menu sarapan pagi untuk hewan peliharaannya tersebut.


"Lepas apa kau gila?" jeritku diselingi rasa takut.


Suara gonggongan Pluto benar-benar menyeramkan, sepertinya anjing itu belum mendapatkan jatah makannya hari ini, ia terus menatap dan meneriaki aku dengan Kelvin, tubuhku semakin bergetar, Ya Tuhan apa dia seorang psikopat.


"Tuan, jangan Tuan, kasihan Nyonya Tuan." ucap beberapa pelayan yang menghampiri aku dan Kelvin.


Siapa peduli, Kelvin terus menyeretku kedalam kandang Pluto dengan sangat kasar. bahkan ia terus mengabaikan ucapanku.


"Tidak, aku tidak mau." Jeritku, aku mencengkram kuat tangannya, agar ia tidak melepaskan aku, Pluto terus saja menggonggong dengan garang membuat aku semakin ketakutan.


"Aku mohon, maaf, maaf maaf." ucapku tanpa Jeda, dengan raut wajah memelas.


Tapi dia malah mendorongku, semakin kuat aku mencengkramnya, hingga kami berdua terjatuh didalam kandang tersebut secara berbarengan.


"Ahhhhhhh."


Aku menjerit ketakutan begitu tubuhku dan tubuhnya terkapar di tanah, Kelvin tepat jatuh di atas tubuhku dan aku sama sekali tidak melepaskannya.


Aku mati, aku akan mati, anjingg itu akan mengoyak tubuhku dengan tubuh Kelvin, secara bergantian, tidak, aku tidak ingin mati konyol, aku terus memeluk erat tubuh Kelvin agar dia tidak melepaskan aku, dan kabur begitu saja membiarkanku, jadi santapan anjinggnya


"Dasar jalangg sialan."


Pria itu beranjak, dan apa ini? Pluto tidak mengoyak salah satu dari kami, oh aku melupakan sesuatu, anjingg itu kan adalah hewan peliharaan kesayangan Kelvin, tidak mungkin ia akan mengoyak tubuh Tuannya sendiri.


KASIH BINTANG LIMANYA DONG, MASA RATE ANJLOKK, SEKALIAN VOTE KOMENNYA YANG BANYAK

__ADS_1


__ADS_2