
Bruakk...
Kelvin menendang dengan kasar pintu utama kediaman Ervan. dengan rahang mengeras pria itu langsung menghampiri sang adik dan mencengkram kerahnya dengan kuat. "Dimana kau sembunyikan anakku." tegas Kelvin meninggikan suaranya.
Ervan memiringkan senyumnya, "Kenapa kau sangat terburu-buru? dia baik-baik saja." sahut Ervan tak kalah sinis.
"********!" Bruakk... pukulan keras mendarat tepat di wajah Ervan.
"Papa, aku disini."
Kelvin tertegun, ia melirik kesumber suara dan ini adalah kali pertama untuk pria tersebut mendengar suara Alvin memanggilnya dengan sebutan Papa.
"Alvin..." Syafira langsung berlari kearahnya memeluk tubuh kecil yang sedang berdiri bersama dengan Nada penuh ketakutan tersebut.
"Mamy, Ayah jahat. dia memukul Alvin!" ucap pemuda cilik tersebut lirih memeluk erat sang Mama.
__ADS_1
Kelvin naik pitam, Bruakkk... pukulan keras mendarat tepat diwajah Ervan hingga pria itu jatuh terlempar. "Beraninya kau memukul anaku!" Bruakkk... tanpa ampu Kelvin menendang dan menghantam tubuh Ervan dengan kepalan tangannya.
"Beraninya kau!!" pekik Ervan membalas pukulan, Bruakk... Dukkk.... "Pergilah kau keneraka Kelvin!" Teriak Ervan menghantam tubuh kekar sang kakak dengan sebuah pas berukuran sedang.
"Papa, pukul dia Papa, dia sudah memukul Alvin Papa." jerit sang buah hati menangis lirih.
Tentu saja teriakan Alvin berhasil membangkitan semangat Kelvin, ia sudah sangat tidak sabar ingin menyudahi hal ini dan benar-benar akan membuat Ervan tidak berdaya sebelum pada akhirnya membusuk di penjara
Bruakkk... Dukk... Kelvin mendorong kemudian menendang perut Ervan hingga pria itu mengeluarkan darah segar dari mulutnya, Kelvin bahkan mencekik dan menghantam kepala Ervan dengan benda keras yang ada di sekitarnya. "Enyahlah kau ********!" Duggkkkk... sebuah kendi besar pajangan menghantam kepala Ervan hingga berhasil membuat darah segar mengalir deras akibat pukulan tersebut.
Nafas Ervan tersenggal kemudian ia terkekeh, pria itu masih saja sadar meskipun sekujur tubuhnya sudah dipenuhi dengan luka dan darah. "Aku tidak akan mati, sebelum aku benar-benar melihatmu menderita dan hancur." ucapnya dengan santai.
Tatapan kejam Kelvin seolah menandakan jika dirinya benar-benar tidak akan membiarkan Ervan bernafas lagi. "Kali ini kau yang mengundang maut! aku tidak akan mengampunimu ERVAN!"
Dengan posisi tubuh menghadap kearah Ervan, dan Alvin dalam gendungannya membelakangi pria mengerikan tersebut. "Peluk Papa, katakan kau menyayangi Papa!"
__ADS_1
Alvin mengeratkan pelukannya kemudian berkata, "Aku menyayangi Papa, aku sangat mencintai Papa."
Kelvin tersenyum penuh kemenangan, ia mengeluarkan sebuah pistol dan mulai mengarahkannya kearah Ervan. "Kau mengajari anakku agar dia membenciku, dengan cara menjebakku! kali ini aku akan memperlihatkan pada Alvin bagaimana sisi kejamku saat aku melenyapkanmu di depan matanya sendiri."
Cklekk... Kelvin menatap Ervan penuh kebencian, dendam yang selama ini ia simpan akhirnya akan terbalaskan. setelah sekian lama ia tidak punya cukup bukti kuat untuk menjebloskan sang adik kedalam penjara. "Bersiaplah menyusul ibumu dineraka!"
"Hentikann..."
Kelvin terkejut, saat Nada tiba-tiba saja menghalangi pistol yang sudah akan mengarah tepat kejantung Ervan. meskipun Kelvin belum sempat menekan pelatuk. "Kenapa kau menghentikanku? dia pria yang sudah menghancurkan hidupmu!"
"Aku... aku hanya... aku tidak ingin bayiku lahir tanpa seorang ayah!"
Deg...
Syafira terkejut matanya membulat begitupun dengan Kelvin.
__ADS_1
LIKE KOEN DAN VOTEEE...