
Dalam ruangan perawatan Nada terduduk, dengan tubuh yang bergetar dan tubuh dipenuhi luka memar akibat ulah Ervan yang telah menyiksanya selama beberapa hari terakhir. ia memandangi tubuh tidak berdaya Alvin disebelahnya, tubuh pemuda kecil itupun juga dipenuhi luka meskipun ia bisa dikatakan adalah anak kecil yang tangguh.
"Hasilnya sudah keluar, dokter mengatakan jika Ervan positif. ia pencandu berat, itu sebabnya ia berani menyakiti seseorang bahkan anak kecil sekalipun." ucap Kelvin.
Syafira menghembuskan nafas pelan, apapun hasil tes tersebut itu bukan masalah baginya. yang terpenting adalah putra kecilnya sekarang baik-baik saja. dan syukurnya Ervan belum sempat melakukan apapun pada sang buah hati.
"Jadi dia..."
"Dia akan tetap menjalani hukuman, setelah menjalani rehabilitas." tegas Kelvin.
Deg...
Menakutkan, apa jadinya jika bayi yang Nada kandung sekarang memiliki ayah seperti Ervan. seorang pembunuh bahkan pemakai obat-obatan terlarang.
"A... apa sebaiknya aku menggugurkan bayiku?" ucap Nada dengan wajah datar,
Syafira mengerutkan dahinya, ia langsung menatap Nada dengan intens dan berkata, "Apa yang kau pikirkan? kau akan membunuh bayimu?"
Air mata itu tiba-tiba saja mengalir dari pelupuk Nada, "Aku harus apa sekarang?" tanya Nada lirih.
"Besarkan bayimu! apalagi?" tegas Kelvin.
__ADS_1
Nada memalingkan wajahnya menatap Kelvin dengan tajam, "Jadi maksudmu aku harus membesarkan bayi seorang pembunuh? pemakai narkoba?"
Syafira mendekati Nada dan mencoba menenangkannya.
"Aku bertahun-tahun membantumu, tapi apa? aku terlibat sejauh ini kau tida membantuku! di kantor kau memang Tuanku! diluar kau hanya memanfaatkan aku untuk menguntungkan dirimu sendiri." tegas Nada meninggikan suaranya.
"Hentikan omong kosong ini, aku membayarmu! Ervan memperkosamu, itu semua diluar kendaliku." tegas Kelvin.
"Lalu apa? hidupku hancur! aku hamil oleh seorang pria menjijikan dan itu semua karna aku terlalu sibuk membantumu!" jerit Nada histeris.
Cukup sulit untuk Nada menerima kenyataan. dalam hal ini Kelvinlah yang diuntungkan, disaat dirinya hancur hanya Tuannya lah yang mendapatkan kebahagiaan atas berkumpulnya istri dan anaknya tersebut.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Kelvin dingin.
Kelvin memiringkan senyumnya menatap Nada dengan tatapan mematikan. "Aku salah menilaimu! aku pikir kau wanita hebat, tangguh, bisa diandalkan ternyata kau sama pengencutnya dengan Ervan."
"Jangan pernah samakan aku dengan adik baji*nganmu itu!" tegas Nada meninggikan suaranya.
Syafira memeluk Nada, dan mengleus punggungnya, ia bahkan menyeka air maga gadis itu penuh kelembutan. "Hentikan, kau tidak sendirian. aku ada bersamamu, kita akan membesarkan bayi itu bersama!"
"Tapi aku..."
__ADS_1
"Ustthhh..." Syafira meletakan telunjuknya di bibir Nada, "Jangan katakan apapun, bagaimana pun kau sudah membantu Kelvin dan aku. kau bahkan menjaga Alvin saat kalian berdua di sekap oleh Ervan, aku berhutang banyak padamu." ucap Syafira dengan suara terendah.
Nada menangis, ia memeluk Syafira. memang hanya wanita yang akan mengerti perasaan seorang wanita, dalam hal ini Nada merasa benar-benar di hargai kehadirannya. "Boleh aku meminta sesuatu?"
"Katakan..."
"Aku tidak ingin Ervan memiliki catatan buruk dalam hidupnya."
Kelvin mengerutkan dahinya, ia cukup dibuat kebingungan, "Apa maksudmu?"
Pria itu benar-benar tidak bisa berkata dengan lembut pada seseorang kecuali anak dan istrinya.
"Cabut tuntutan kalian untuknya!" celetuk Nada yang sukses membuat semua orang terkejut.
"Apa kau bodoh? dia telah menghancurkan hidupmu dan hampir membunuh putraku! tidak aku tidak akan mengabulkan permintaamu." tegas Kelvin penuh penolakan.
"Tapi dia Ayah dari bayiku! aku tidak ingin bayiku memiliki Ayah seorang narapidana!"
Sangat Sulit untuk Kelvin mengiyakan hal tersebut, terlebih Ervan sudah sangat sering merugikannya dan membuat seseorang kehilangan nyawa. bagaimana bisa ia mengampuni pria yang sudah membunuh kekasih dan sekarang hampir membunuh anaknya tersebut?
"Aku menghargai semua yang pernah kau lakukan untukku! aku bersedia memberikan separuh hartaku padamu, asal kau tidak memintaku untuk membebaskan Ervan dari tuntutan!" ucap Kelvin penuh penekanan.
__ADS_1
"Sebanyak apapun harta yang kumiliki, aku tidak akan sanggup jika anakku memiliki ayah seorang narapidana sepertinya, aku mohon! demi masa depan anakku," Nada terus memohon dengan air mata berlinang, "aku tidak akan menuntut apapun darimu! aku akan membawa anak ini pergi jauh, aku hanya tidak ingin saat anakku bertanya siapa ayahnya dan dia akan sulit menerima kenyataan jika ayahnya adalah pecandu dan seorang pembunuh." ucap Nada lirih.
LIKE KOMEN VOTE