
Kelvin sangat menyebalkan, saat Ia sedang bersamaku. Tetapi saat dirinya berada jauh dariku, aku selalu memikirkannya. Pesona pria ini memang bisa membuat siapa saja histeris, termasuk aku. Padahal aku masih sangat kesal jika mengingat apa yang pernah ia lalukan padaku dulu, disisi lain sikap lembut dan penuh perhatiannya sukses membuatku terkesan.
Bruakk...
Aku tersentak saat Kelvin tiba-tiba saja mendorong pintunya dengan sangat keras.
"Kau ini kenapa?" ucapku seraya terkejut. Bagaimana tidak, setelah Kelvin kembali dari kantor saat itu jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Kelvin langsung memeluk tubuhku dengan tubuh yang bergetar, wajahnya bahkan terlihat sangat pucat.
Aku membantunya untuk berbaring diatas ranjang, tubunya menggigil. Akan tetapi suhu tubuhnya sangat panas.
"Kelvin... Apa yang terjadi? Apa aku sakit?"
Pemuda garang ini sama sekali tidak menggubris ucapanku, Ia terlihat tidak nyaman dan gelisah.
"Tolong aku... aku dingin."
Aku membuka sepatunya, membantu Kelvin melepaskan jas. kondisinya saat ini benar-benar mengkhawatirkan, aku segera menyiapkan air hangat untuk mengelap tubuhnya.
"Kau tenang... aku disini."
Perlahan aku membuka satu persatu kancing kemejanya, mengelap tubuhnya dengan penuh kehati-hatian. Jantungku berdebar lagi saat aku menyentuh dadanya. Kelvin benar-benar sangat tampan. sekilas aku bahkan sangat sering terlena dengan ketampanannya, Ahhh dia sangat sempurna.
"Dinginn..." ucap Kelvin lirih hingga sukses membuatku tersentak, membuyarkan lamunanku.
"Ke-Kelvin... Apa aku perlu memanggil dokter?"
__ADS_1
Kelvin langsung menarik tanganku, hingga aku terjatuh diatas tubunya. Ia langsung memelukku dengan sangat erat hingga aku sedikit kesulitan bernafas.
"Jangan pergi. peluk aku saja."
Mata Kelvin terpejam, jarak wajahnya dengan wajahku hanya beberapa senti saja. Apa dia sedang tidak sadarkan diri? Aku pernah membaca salah satu buku, seseorang yang sedang mengalami demam tinggi memang sering mengigau berbicara sembarangan.
"Firaa... jangan tinggalkan aku, maafkan aku. temani aku."
Aku menelan salivaku, perasaanku semakin tidak karuan, aku menggeser tubuhku sedikit mencoba melepaskannya dari Kelvin dan terbaring disampingnya. Tangaku mengelus wajah tampannya, aku bahkan menarik selimut dibawah kaki untuk menutupi tubuh kami. Perlahan aku memeluknya, memberi kehangatan lebih untuknya, agar Kelvin bisa sedikit lebih tenang.
"Aku disini, aku tidak akan pergi." ucapku sambil mengelus kepalanya, Ia semakin mendekap tubuhku dengan erat.
Bibir Kelvin bergetar, suhu tubuhnya sangat tinggi, tetapi tubuhnya menggigil. Aku terus mengelus wajahnya, menelan salivaku dan pada akhirnya aku menempelkan bibirku dengan bibir Kelvin. Tidak, tidak mungkin aku jatuh cinta kepadanya, Kelvin telihat lebih tenang, dan sekarang aku yang tidak karuan, aku yang gelisah. Ini sangat nyaman, aku sendiri tidak ingin melepaskan dekapanku darinya.
"Fira aku mencintaimu, aku jatuh cinta padamu."
Mataku membulat, aku benar-benat tidak percaya, dalam keadaan tidak sadar Kelvin menyatakan perasaanya padaku. Apa yang harus aku lakukan? bukankah dulu aku sangat menginginkan jika Kelvin bertekuk lutut. Dia ini serius atau tidak? tidak mungkin, ia tidak mungkin jatuh cinta padaku.
"Aku mencintaimu, aku benar-benar mencintaimu."
Sepanjang malam dalam tidurnya Kelvin terus mengatakan hal itu, ia terus mendekap tubuhku, dan tidak melepaskannya sedetikpun, dia sendiri yang membuat aku sulit untuk terlelap. bahkan leherku sangat terasa sakit akibat aku tidak merubah posisiku sama sekali.
Rasanya baru beberapa detik mataku terpejam, cahaya mentari sudah menuntutku untuk segera bangun. Tapi apa ini? aku masih kesulitan untuk melepaskan tubuhku dari pria garang ini. Kelvin masih terlelap tanpa melepaskan dekapannya sama sekali.
"Kau sudah bangun?" ucapnya, yang berhasil membuat aku terkejut. Ternyata pria ini sudah terbangun dari tidurnya, tetapi dia enggan melepaskan aku.
__ADS_1
"Lepaskan aku sebentar. badanku pega, leherku sakit."
"Apa itu karna kau terus mendekapku sepanjang malam?"
Aku mengerutkan dahiku, menatapnya dengan intens dan berkata, "Kau yang memelukku."
Kelvin terkekeh, ia tidak mengataka apapun dan terus menatapku. Oh tidak, apa semalam dia menyadari jika aku memberikan kehangatan lewat ciuman. tapi melihat dari raut wajahnua sepertinya ia tidak menyadari apa yang ia ucapkan semalam.
"Ke-kenapa kau menatapku begitu?"
"Terima kasih sudah bersedia memelukku."
Aku menganggukan kepalaku perlahan dengan wajah datar, tanganku meraih dahinya untuk mengecek suhu tubuhnya.
"Demamnya sudah turun, sekarang lepaskan aku."
"Aku masih ingin memelukku, apa ini tidak boleh?"
"Leherku sangat sakit, tolong biarkan aku menggerakan tubuhku sebentar." tegasku.
Pria itu langsung terduduk, dan melepaskanku. Aku meregangkan otot-ototku, Astaga leherku benar-benar terasa sangat sakit.
"Firaa..."
Aku memalingkan wajahku kearahnya dan Cup...
__ADS_1
Kelvin mencium bibirku, tanpa permisi hingga membuat mataku membulat sempurna. Aku terus merapatkan bibirku, akan tetapi dia terus saja memaksa mencari celah untuk memperdalam ciuman tersebut.
NEXT LIKE KOMEN DAN VOTE YANG BANYAKKKK...