Syafira

Syafira
Chapter 32


__ADS_3

"Tuan, sistem keamanan perusahaan telah diretas, akibatnya kita mengalami penurunan saham berskala besar." ucap Nada Sekertaris Kelvin yang cukup camtik dan sexy.


Pria jangkung itu mendengus kesal. "Cari tahu siapa yang telah berani meretas sistem keamanan perusahaan." tegas Kelvin.


Cukup mengejutkan bagi Kelvin, karna selama ini perusahannya selalu baik-baik saja, dan bahkan setiap tahunnya akan selalu mendapat keutungan besar.


Kelvin memijat pelipisnya, ia benar-benar sedang berada di ambang kebangkrutan, belum lagi beberapa waktu lalu perusahaan besar tiba-tiba memutuskan kontrak kerja bersamanya, dan berdampak pada keuangan perusahaan. Kelvin bahkan tidak pernah tidur demi menyelesaikan masalah keuangan kantor yang terus menyusut. ternyata hal itu bukan karna kesalahan prekuensi hitungan bisnisnya, sistem keamananya yang cukup berpengaruh menyimpan data dan informasi lainnya telah diretas.


Beberapa tahun yang lalu...


"Tidak, aku tidak bisa melalukan apapun." ucap Syafira lirih.


Ervan mendekati Syafira yang terlihat gelisah dan ketakutan. ia bahkan menghapus air mata gadis itu yang telah jatuh membasahi pipinya. "Katakan, apa masalahnya? aku yakin kau bisa menghancurkan perusahaannya untuk membalas dendam, aku bersamamu, apa yang kau takutkan?" tanya Ervan penuh kelembutan.


Syafira mendongak, ia menatap Ervan dengan raut wajah memilukan. "Aku... aku hamil."

__ADS_1


Degg...


Niat hati Ervan akan menggunakan gadis menyedihkan di hadapannya sebagai alat untuk balas dendam. dan sekarang jauh diluar perkiraan, Syafira ternyata hamil dan tentu saja itu adalah bayi dari Kelvin, sesrorang yang sangat Ervan benci.


"Aku... aku hanya beban untukmu, maafkan aku karna sudah merepotkanmu, aku akan pergi." ucap Syafira lirih.


Setelah ia pergi dari kediaman Ardian, Syafira memang cukup terpengaruh oleh ucapan Ervan yang menyuruh dirinya untuk membalas dendam. Ervan bahkan membawanya pulang dan memperlakukannya dengan lembut dan layak.


Syafira beranjak, ia mencoba berlalu dari hadapan Ervan untuk segera pergi.


"Tapi aku..."


"Besarkan anakmu disini bersamaku, aku tidak keberatan." ucap Ervan.


Tidak ada raut wajah keterpaksaan dari Ervan, seolah sudah siap menanggung resiko apapun dimasa depan demi menghidupi Syafira dan bayinya.

__ADS_1


"Ervan... aku..."


Pemuda jangkung itu langsung memeluk Syafira yang berlinang air mata, ia bahkan selalu memberikan ketenangan dan kekuatan untuknya agar Syafira bangkit dari keterpurukan. dalam pikiran Ervan menurutnya tidak ada kata terlambat untuk balas dendam, bahkan kehidupan masih sangat panjang. tentu suatu keuntungan jika Ervan bisa membuat Syafira dan bayinya berpihak padanya, hal itu Ervan lakukan agar Kelvin merasakan sakitnya di hancurkan oleh darah daging dan istrinya sendiri. karna sebelumnya hal itu belum sempat Ervan lakukan pada Tuan Syekar. sekarang Kelvin-lah yang harus menanggung kesalahan ayahnya tersebut.


Sekilas kehidupan Syafira dan Ervan seperti sepasang suami istri yang bahagia, bahkan segala sesuatu kebutuhannya selalu pemuda itu penuh meskipun Syafira tidak memintanya. karna merasa cukup tahu diti sudah diberi tumpangan hidup dan diuris baik bersama bayinya, Syafira merasa cukup bersyukur. tidak dengan Kelvin, sepertinya Kelvin sendiri tidak pernah mencari keberadaan Syafira bahkan sekedar menghubunginya saja tidak pernah. itu cukup membuat kebencian Syafira terhadap Kelvin semakin mendalam, sebagai seorang yang telah dikhianati Syafira merasa dirinya hanyalah barang yang dibutuhkan sesaat lalu akan dilupakan ketika sipemilik sudah bosan dengannya.


"Kau harus mempelajari dunia bisnis, ini adalah cara termudah untuk menghancurkan Kelvin." Ucap Ervan.


Dengan keadaan perut membuncit Syafira mengangguk, lembaran demi lembaran ia baca dan pelajari. dan Ervan sendiri selalu membantunya dalam hal apapun.


Sesaat Syafira merasa tidak tega karna harus membuat seseorang yang ia cintai mengalami kesulitan, akan tetapi jika mengingat semua hal yang Kelvin lakukan padanya kebencian itu selalu bisa mengalagkan jiwa kelembutannya.


"Kenapa harus mengasiani pria kejam itu? ia harus merasakan bagaimana sakitnya dikhianati dan di hancurkan." Batin Syafira. Air matanya selalu saja mengalir ketika bayang-bayang Kelvin yang menyiksa, bercumbu dengan wanita lain di hadapanya sukses membuat jiwa kejahatan Syafira bergejolak.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu begitu saja. kau harus membalas kehancuran hidupku, Kelvin." Jerit Syafira dalam batinnya.

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA YANG BANYAK....


__ADS_2