
"Cepat hubungi dia!" titah kelvin pada Syafira.
"Dia tidak menjawab panggilanku, mungkin saja dia sudah pergi." sahut Syafira cemas.
Ditempat lain pada saat yang bersamaan, Nada sedang membersihkan diri, ia bahkan sudah mengemas seluruh barang-barangnya untuk segera meninggalkan tempat tinggalnya tesebut.
"Baiklah, aku harap setelah ini tidak akan ada lagi masalah." gumamnya, kemudian menutupi tubuh polosnya dengan bathrobe.
Nada melangkah keluar, sadar akan keadaan ponsel yang menyala ia langsung mendekati ponsep tersebut dan meraihnya. "Nyonya Syafira dan Tuan Kelvin menelpon, banyak sekali. apa terjadi sesuatu?"
Belum sempat gadis itu menghubungi kmbali Syafira, terdengar suara ketukan pintu dan bel dari apartemennya, Nada pun melangkah mendekati pintu sambil mengecek pesan masuk yang Syafira kirimkan.
Nada membaca pesan sambil membaca pesan yang Syafira kirimkan, bahkan saat tangannya membuka pintu sorot mata Nada terus saja menatap kearah ponsel.
"Bersembunyi sampai Kelvin mengirim seseorang untuk menjemputmu. Ervan kabur!"
Isi pesan tersebut sukses membuat mata Nada membulat sempurna, tubuhnya bergetar hebat perlaha ia mendongak melirik keseseorang yang sudah berdiri di hadapannya. "Ahkkhhhhh..." Nada menjerit ketakutan saat dua bola matanya menangkap Ervan yang sudah berdiri memperhatikannya.
Bruakkk... pria itu langsung mendorong Nada masuk kedalam dan kembali menutup pintunya, ia bahkan langsung membungkam mulut Nada dengan tangannya.
"Mmmmm..."
__ADS_1
"Jangan berteriak!" ucap Ervan.
Nada sama sekali tidak tahu apa maksud dan tujuan Ervan datang menemuinya, ia hanya merasakan takut yang luar biasa karna pria tersebut pernah hampir membunuhnya.
"A... apa yang kau lakukan? lepaskan aku? aku mohon, jangan sakiti aku!" ucap Nada memohon dengan mata yang menggenang.
"Aku tidak akan melukaimu!"
"Lalu kenapa kau membungkam mulutku? mendorongku dengan kasar!" tegas Nada dengan suara bergetar.
"Karna kau berteriak!" sahut Ervan kemudian melepaskan cengkramannya begitu saja dari tubuh Nada.
Keduanya hanya saling terdiam, dan tidak berani menatap satu sama lain. Nada yang masih ketakutan pun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya apa sebenarnya maksud dan tujuan Ervan datang.
Sorot mata tajam Ervan langsung mengarah pada Nada, gadis itu hanya bisa tertunduk saat pandangan mematikan Ervan menatapnya.
"Kemana kau akan pergi?" tanya Ervan dingin.
"Bu... bukan urusanmu!" sahut Nada spontan yang langsung membuat lipatan didahi Ervan semakin mendalam. "Eee... maksudku..."
Dengan raut wajah jengkel Ervan mencengkram kuat bahu Nada kemudian berkata, "Kemana kau akan pergi membawa bayiku?" tegas Ervan dingin.
__ADS_1
Rasa takut itu kembali muncul, jantung Nada berdebar dengan cepat dan tubuhnya bergetar hebat. "Aku... aku..."
"Jawab aku!" tegas Ervan meninggikan suaranya dengan cengkraman yang semakin kuat.
Nada tetsentak, ia mengerjap dengan nafas yang cukup berat. "Le... lepaskan aku!" ucap Nada mendorong perlahan pria dihadapannya tersebut.
"Jangan bawa pergi anakku."
Pernyataan Ervan berhasil membuat Nada terkejut, "Tidak! bayi ini bukan anakmu, kau tidak pantas menjadi ayah dari bayi yang ada didalam perutku." ucap Nada sambil melangkah mundur menjauh dari Ervan.
"Apa maksudmu?" tanya Ervan melangkah mendekati Nada.
"Pe... pergi, bayiku tidak memerlukan Ayah penjahat sepertimu!" ucap Nada yang terus memundurkan langkah hingga dirinya sudah terhimpit antara Ervan dan tempat tidur.
"Aku tidak akan menyakitimu karna kau sedang mengandung anakku."
"Pe... pergi, tolong jangan ganggu hidupku lagi." ucap Nada memohon, ia bahkan meleparkan bantal dan benda lainnya kearah Ervan.
Ervan mengepalkan tangannya, matanya melotor dengan rahang yang mengeras, ia kembali mencengkram tubuh gadis itu dengan kuat, "Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu lolos, karna didalam perutmu ada darah dagingku."
"Ahhhhhhkkkkk..." Nada menjerit histeris, tentu ia tahu apa yang akan pria itu lakukan setelah melihat eksprsinya, karna sebelumnya setelah hal ini Ervan pasti akan menamparnya, memukul bahkan menghantamkan benda keras ketubuh Nada tanpa belas kasih.
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN VOTENYA...