
Bruakk...
Kelvin menendnag pontu utama kediaman Ervan, dan mencari sosok pria yang sedari dulu telah menjadi musuhnya tersebut.
"Ervan." Teriak Kelvin dengan penuh amarah. "Keluar kau ba*jingan."
Prankkk...
Kelvin bahkan sengaja menjatuhkan pas bunga untuk memancing kedatangan Ervan yang saat itu tak kunjung keluar
"Tidak usah berteriak! aku akan datang." Ucap Ervan kemudian menuruni tangga secara perlahan untuk menghampiri Kelvin.
"Keterlaluan." Kelvin menarik kerah Ervan dan mendorongnya dengan amat kasar, "Kenapa harus Syafira? Kenapa?" Tegas Kelvin dengan rahang yang mengeras.
Ervan terkekeh, tidak ada perlawanan darinya meskpun Kelvin berlaku kasar padanya. "Tujuanku dengannya sama, hanya ingin melihat kau hancur!" ucap Ervan dengan santainya.
"Kurang Ngajar," Bruakk.... Kelvin menjatuhkan pukulannya pada wajah tampan Ervan yang nyaris tanpa cacat, pria garang nan kejam itu bahkan menendang dan terus membanting tubuhnya. "Kenapa kau diam? kenapa kau tidak melawan?" Bruakk.... lagi-lagi Kelvin memukulnya tanpa ampun.
"Aku tidak ingin menambah kehancuranmu, aku pikir di benci istri dan kehilangan harta sudah cukup membuat hidupmu menderita, aku tidak perlu mengotori tanganku untuk memukulmu!" ucap Ervan dengan senyum menyeringai.
"Omong kosong!"
Bruakk.. darah mengalir dari bibir Ervan, tetapi pemuda itu masih tidak melawan dan terus membiarkan sang kakak terus memukulinya.
"Ayah..."
Seketika Kelvin menghentikan aksinya, ia melirik kesumber suara.
"Ayahh..." Pekik Alvin, pemuda cilik itu bahkan mendorong tubuh Kelvin dengan sangat berani saat mendapati Ervan sedang dipukul habis-habisan oleh ayah kandungnya yang tidak ia ketahui tersebut. "Pria jahat, kenapa kau memukul ayahku..." Jerit Alvin yang langsung memeluk Ervan dengan sangat menggemaskan.
__ADS_1
Dengan kondisi mata yang membulat sempurna, Kelvin benar-benar terkejut. benar yang Nada ucapkan, pemuda cilik dihadapannya pasti adalah anak kandungnya, sebab wajah polos anak itu sangat mirip dengan Kelvin versi kecil.
Ervan memiringkan senyum piciknya menatap Kelvin dengan tajam. "Ini kehancuranmu sesungguhnya, di benci dan ditakuti oleh darah dagingmu sendiri. aku yakin sekertarismu sudah mengatakan apa yang ia lihat malam itu." gumam Ervan dalam batinnya.
"Sial! dia pasti sengaja melakukan hal ini." Gumam Kelvin dengan emosi yang sudah memuncak.
"Ayah... apa kau baik-baik saja?" tanya Alvin dengan suara yang menggemaskan duduk diatas tubuh Ervan.
"Dia bukan ayahmu." Bentak Kelvin.
"Pergi kau orang jahat! dia memang bukan ayah Alvin. tapi dia baik tidak sepertimu." ucap pemuda cilik itu dengan bibir yang mengerucut, Alvin bahkan mengambil sifat keras kepala dan kasar dari Kelvin.
"Namanya bahkan hampir sama persis denganku." guman Kelvin, ia mengepalkan tangannya menajamkan tatapan kearah Ervan dengan wajah memerah, seolah darahnya sudah naik semua. "Aku akan membalasmu!" ucap Kelvin kemudian berlalu.
***
Bruakk...
"Maafkan aku, aku tidak sengaja."
Mata Syafira membulat saat menyadari jika gadis di hadapannya adalah gadis yang berada dalam satu kamar bersama sang suami.
"Astaga..." Nada mencoba berlari dari hadapan Syafira.
"Tunggu... dasar ja*lang! kau wanita yang sudah naik keatas ranjang suamiku." pekik Syafira mencengkram kuat tangan Nada hingga gadis itu tidak memiliki kesempatan untuk kabur.
Nada menganga, ia melirik kesekitar saat semua orang sudah memandangnya dengan tatapan menjijikan, "Tidak ada pilihan." ucap Nada kemudian mrmbalas tarikan Syafira membawanya keluar mall.
"Apa yang kau lakukan? kenapa lau menarik tanganku. lepaskannn!!!" pekik Syafira.
__ADS_1
"Diam!" Nada mendorong Syafira masuk kedalam mobilnya dengan tergesa-gesa karna orang-orang disekitar terus memperhatikannya.
"Dasar jal*ang, bagaimana? apa Kelvin sudah membuangmu?" tanya Syafira memiringkan senyumnya.
"Tentu saja tidak, dia semakin mempercayaiku." sahut Nada dingin.
Batin Syafira sedikit tersayat, meskipun ia sangat membenci Kelvin, akan tetapi perasaannya tidak bisa dobohongi, ia masih mencintai Kelvin, dan berpikir kenapa hal itu tidak bisa Kelvin lakukan pada Syafira. kenapa harus Nada.
Mobil terhenti disebuah pemakaman mewah besar dan entah untuk apa Nada membawa Syafira ke tempat tersebut.
"Apa yang akan kau lakukan? kenapa kau membawaku kesini?" tanya Syafira meninggikan suaranya.
Nada tidak menggubrisnya, ia menyeret Syafira keluar dan membawa gadis itu masuk secara paksa kedalam pemakaman mewah tersebut.
"Lepas! apa Kelvin yang menyuruhmu? apa dia sudah menyiapkan liang lahat untukku?" Tegas Syafira dengan suara memekik.
Bruakk...
Nada melempar Syafira tepat kedepan makam yang bertuliskan, "Janne? siapa dia? apa sebenarnya maksudmu?" tegas Syafira meninggikan suaranya.
"Aku tahu kau membenciku, karna kau pikir aku telah menghancurkan pernikahanmu, tapi inilah kenyataannya."
"A-apa maksudmu?"
"Tuan hanya ingin melindungimu, Ervan adalah orang yang bisa melalukan apapun. itu sebabnya ia membiarkanmu pergi." Ucap Nada dengan lengkungan yang terukir dibibirnya.
Syafira masih kebingungan, ia belum mengerti apa maksud dari perempuan yang sudah menghancurkan pernikahannya tersebut. "Tu-tuan? Apa yang kau maksud adalah Kelvin?"
"Ya.."
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA DONG YANG BANYAKKK BIAR MAKIN RAJIN