
LIKE DULU...
Tentu saja Syafira masih belum menerima, jika mengingat perlakuan Kelvin, yang suda sangat keterlaluan padanya, beberapa waktu lalu. meskipun ia kini kembali menginjakan kaki di kediaman Ardian, dengan paksaan Kelvin. akan tetapi Sayfira masih bersikap dingin dan acuh pada pemuda tersebut, yang ternyata adalah suaminya.
Seolah diputar balikan oleh takdir dan keadaan, Kelvin bersikap lebih lembut pada Syafira, mungkin bisa dikatakan ia cukup menyesal karna sudah memandang rendah gadis yang sudah mengurus sang Ayah, hingga hembusan nafas terakhirnya.
"Lewat sini, Nyonya." ucap pelayan.
Syafira mengekor di belakang pelayan tersebut, dahinya mengerut saat pelayan itu membawa Syafira menuju kamar Kelvin.
"Tunggu, kenapa kesini? kamarku disana." celetuk Syafira
"Maafkan aku Nyonya, Tuan muda yang menyuruh saya untuk memindahkan semua barang-barang Nyonya ke kamarnya."
Gadis itu menekuk wajahnya, ia terdiam tidak menggubris pelayan tersebut, dan ikut masuk kedalam kamar Kelvin. Seketika semua yang pernah terjadi di dalam kamar itu datang, Syafira bisa dengan jelas mengingat semua yang pernah terjadi di dalam kamar itu, ia bahkan mengutuk dirinya sendiri mengingat betapa nakalnya Syafira saat menggoda Kelvin.
"Kelvin dimana? kenapa aku tidak melihatnya?"
"Tuan Kelvin keluar sebentar, Nyonya."
Syafira mengangguk, lalu pelayan itu keluar setelah ia merapikan barang-barang Syafira,
"Enak saja dia ingin tidur denganku, dulu dia sendiri yang menolakku, dasar pria bodoh." celetuk Syafira
Syafira melangkah menuju kamar mandi, badannya terasa sangat pegal, niat hati ingin menikmati masa kebebasaannya setelah menjadi seorang janda, dan ternyata tanpa ia sendiri ketahui, dirinya adalah seorang istri dari Kelvin. pantas saja Tuan Syekar semasa hidupnya, selalu mengataka jika Syafira adalah menantunya, dan itu bukan semata-mata untuk menyembunyikan rasa malu, ternyata itu semua kanyataan.
Setelah melepaskan semua pakaiannya, Syafira mengatur suhu air, seketika beban hidup Syafira terasa hanyut, tubuhnya mejadi lebih ringan saat tetesan air membasahi seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Sekarang Kelvin sudah menerimaku, bahkan sikapnya sudah lebih lembut, aku rasa permintaan Tuan Syekar sudah aku penuhi."
Syafira menutupi tubuh indahnya dengan piyama, tidak lupa gadis itu membungkus rambut basahnya dengan handuk.
Ia melangkah keluar lalu tersentak, saat Kelvin sudah berada tepat di depan matanya, pria garang itu sedang memainkan ponsel bersandar di pembatas ranjang, meskipun setelannya masih mengenakan pakaian formal.
Sorot mata Kelvin teralihkan pada Syafira, tercium wewangian dari tubuh gadis yang telah menyelesaikan aktifitas mandinya tersebut.
"Kenapa aku gugup." gumam Syafira
Gadis itu melangkah dengan santai, ia membuka lemari pakaian besar disebelahnya, jantung Syafira berdetak, meskipun perasaan jegkel itu masih menguasai dirinya.
Kelvin Pov
Aku berhasil membawa Syafira, yang ternyata meskipun aku kabur di hari pernikahan, namaku dengannya tercatat sebagai pasangan resmi di kantor pencatatan sipil, setelah rapat pertemuan aku kembali dan langsung melangkah masuk menuju kamar. Perlahan aku membuka pintu kamarku, mengabsen setiap sudut ruangan tersebut, tentu saja aku mencari istri nakalku saat itu.
Pintu kamar mandi tertutup, suara gemericik air terdengar sepertinya Syafira sedang membersihkan diri, aku menjatuhkan diriku di ranjang, bersandar dan memainkan ponselku disana, tidak butuh waktu lama, setelah itu Syafira keluar, rambut basahnya masih terbungkus handuk, tubuh indahnya tertutup piyama, raut wajahnya saat melihatku masih sangat terlihat dingin, bahkan aku tidak pernah melihatnya tersenyum, memang aku yang sudah memaksanya untuk ikut bersamaku, dan aku bahkan mengancam akan membuat perusahaan ayahnya bangkrut jika ia menolak.
"Bau tubuhmu sangat menarik." ucapku dengan penuh kelembutan
Syafira menepis tanganku yang melingkar di perut ratanya, sorot matanya menatapku dengan kejam.
"Apa yang kau lakukan? jangan kurang ajar." tegasnya senada tinggi.
"Aku ini suamimu."
Syafira memiringkan senyumnya, ia melipat tangannya dengan begitu angkuh.
__ADS_1
"Apa kau lupa? dimatamu aku ini hanyalah seorang jalangg, kenapa kau menyentuh ****** sepertiku?" ucapnya.
Aku mengerti, sepertinya ia masih sakit hati dengan ucapan-ucapan tajamku beberapa waktu lalu.
"Maaf."
Syafira mengabaikannya, ia kembali memilah pakaian yang akan ia kenakan, tentu saja aku tidak akan menyerah, di luaran sana banyak wanita yang bersedia menyerahkan dirinya secara cuma-cuma padaku, tapi setelah aku pulang, istriku sendiri menolakku.
Aku menarik tangan Syafira, dan memangkas jarak di antara kami, tubuhnya menempel dengan tubuhku, aku bahkan langsung mengunci pergerakannya, meskipun ia memberontak.
"Lepas, apa kau sudah tidak waras."
Sungguh ia sangat menggemaskan, wajahnya memerah meskipun terlihat marah, aku bisa melihat jika ia tersipu saat tubuhnya jatuh di pelukanku.
"Dulu kau sendiri yang selalu memancingku, naik ke atas ranjangku, wajar saja aku menganggapmu sebagai jalangg, karna yang aku tahu kau adalah istri dari ayahku."
"Lepas."
Syafira mendorongku dengan kasar, matanya menggenang menatapku.
"Aku jalangg? apa kau tahu itu semua aku lakukan untuk memenuhi permintaan ayahmu, aku sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, karna melihat kondisinya yang semakin buruk, aku takut jika itu adalah permintaannya yang terakhir."
Air mata Syafira mengalir, entah mengapa melihat ekspresinya dadaku menjadi sangat sesak, rasa bersalahku padanya semakin kuat.
"Aku- aku minta maaf." ucapku
"Apa yang kau pikirkan? kau bahkan memasukanku kekandang hewan peliharaanmu, mencoba membunuhku dengan caramu, memaki dan menghinaku setiap kali kita saling menatap."
__ADS_1
Air mata Syafira terus saja berjatuhan, aku mendekatinya dan lengsung memeluk tubuhnya dengan begitu erat, betapa bodohnya aku karna sudah menyiksa gadis sebaik Syafira, ia bahkan sudah rela siang dan malam tanpa mengeluh mengurua ayahku yang sakit-sakitan, bahkan sampai hembusan nafas ayah yang terakhir.
LIKE, KOMEN VOTE YANG BANYAK DONG, KASIH 5 BINTANGNYAš