
Perlahan Nada membuka pintu apartemennya saat suara bel dan ketukan intu dari luat terus mengganggunya.
"Ad..." Ucapan Nada terhenti dengan mata yang membulat, saat mendapati pria jangkung yang mengetuk pintunya adalah Ervan.
"Kau..."
Dukk... Nada langsung meutup kembali pintu tersebut akan tetapi Ervan terus menahannya. seketika tubuh Nada bergetar, ia sangta ketakutan. "Pergi, jangan ganggu aku!" pekik Nada dengan suara bergetar.
"Wanita si*alan,"
Bruak... Ervan berhasil mendorong pintu tersebut hingga Nada terlempar dan terjatuh.
"A... apa yang kau inginkan? pergi, jika tidak aku akan berteriak." ucap Nada, ia memundurkan tubuhnya kebelakangencoba menjauh dari Ervan.
"Siapa yang akan mendengarmu?" sahut Ervan memiringkan senyum piciknya.
"Ahhh..." Nada mendorong Ervan sekuat tenaga hingga Ervan sedikit terdorong kebelakang.
Sreakkk...
Ervan menahannya, dengan cara menarik pakaian yang Nada kenakan hingga robek, Bruakk... Nada terlempar begitu saja saat Ervan membanting tubuhnya keatas ranjang.
"Tolong... lepaskan aku! aku mohon." Ucap Nada lirih memohon.
__ADS_1
Ervan menindih tubuhnya dan mengunci kedua tangan Nada hingga gadis itu kesulitan untuk bergerak. "Gadis jal*ang, beraninya kau meretas sistem keuanganku!"
"Ahhhh... tolong hentikan!" Nada menjerit, ia menangis kesakitan saat Ervan menarik rambut indahnya hingga wajah gadis tersebut mendongak keatas, "Tolong jangan libatkan aku lagi, aku mohon!" pekik Nada lirih.
"Apa setelah ini kau masih berpikir aku akan melepaskanmu?" Plakkkk... Ervan melayangkan tamparan kasar kewajah Nada hingga membuat gadis tersebut mengeluarkan darah segar dari celah bibirnya.
"Kau ********, Ervan. kau binatang!" jerit Nada.
Ervan melepaskan Nada begitu saja, ia melempar beberapa lembar foto kewajah gadis itu dengan amat santai. "Hancurkan Kelvin, jika kau tidak ingin aku menyebarkan aibmu pada media?" titah Ervan mengancam.
Nada langsung meraih lembaran foto tersebut, ia begitu sangat terkejut saat melihat gambar dirinya yang tidak mengenakan apapun, saat dimana Ervan telah memperkosanya, "Ahhhhhhhh..." Nada menjerit, ia memukul tubuh Ervan dengan bantal menangis lirih. "Kau licik Ervan, kau bajin*gan."
"Lakukan apa yang aku perintahkan, jika kau tidak ingin foto-foto tersebut tersebar!"
Ervan mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras, ia langsung mencengkram kuat wajah Nada hingga bibir gadis itu memoncong. "Kalau begitu kau sudah memilih jalan hidupmu! aku akan menyebarkan foto-foto ini pada media!" tegas Ervan.
"Bunuh saja aku." ucap Nada dengan wajah datar tanpa ekspresi, sepertinya gadis itu sudah sangat pasrah karna disisi lain ia tidak ingin menyakiti ataupun merugikan orang lain. terlebih Kelvin dan Syafira sudah sangat mempercayainya.
Ervan terkekeh, ia menajamkan tatapannya menatap kedua bola mata indah milik Nada. "Kau menyerah?"
Nada menggelengkan kepala dan berkata, "Jika itu yang kau mau, bunuh aku. sampai kapanpun aku tidak akan pernah menuruti perintahmu!"
Bruakkk...
__ADS_1
Ervan kembali memukul wajah Nada dengan sangat kasar, bahkan lebam sebelumnya yang ia buat di tubuh gadis itu belum sepenuhnya hilang.
Sulit untuknya memaksa Nada untuk menghancurkan Kelvin, meskipun ia sudah mempunyai bekal ancaman yang cukup. Nada dengan santainya lebih memilih mati dan tidak masalah atas apa yang akan Ervan lakukan padanya.
Pria kejam itu langsung mengeluarkan ponselnya, dan mengirimkan beberapa gambar bu*gil Nada pada pegawainya, untuk menyebarkan gambar tersebut ke media.
"Jika itu yang kau mau!" Ervan beranjak kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Nada yang tidak berdaya.
"Tunggu..."
Langkah Ervan terhenti saat Nada berteriak padanya.
"Kenapa kau tidak membunuhku?"
Ervan memalingkan tubuhnya, ia memiringkan senyumnya menatap Nada. "Setelah foto-foto itu tersebar, apa kau masih ingin meminta bantuanku untuk mengakhiri hidupmu?"
"Kau monster, Ervan. Kau iblis!" seketika Nada kehilangan semua tenaganya, tubuhnya melemah. Ervan benar-benar sudah menyebarkan foto telanjangnya ke media. Hal itu tentu akan membuat Nada terpukul menanggung malu, defresi lalu akhirnya memilih jalan kematian karna dunia sudah mengecap buruk dirinya.
"Itu sebab karna kau sudah bermain-main denganku." celetuk Ervan kembali berlalu meninggalkan Nada.
"Ahhhhhhh...." Nada menjerit dan melempar benda disekitarnya kesembarang arah, jauh diluar dugaan ternyata Ervan telah memotret tubuh dirinya saat tidak berdaya di atas ranjang beberapa waktu lalu. ia kebingungan, entah apa yang harus Nada lakukan sekarang. Ervan benar-bebar membuat Nada gila.
LIKE KOMEN DAN VOTENYA DONGG😭
__ADS_1