Syafira

Syafira
Chapter 20


__ADS_3

Syafira Pov


Aku selalu mengusirnya dari kamar. Akan tetapi setiap kali aku tidak melihatnya, hatiku selalu bertanya-tanya, kemana perginya pria garang itu? Apa dia tersinggung dengan sikapku yang terus mengabaikannya? Apa aku sudah sangat keterlaluan bersikap demikian pada suamiku sendiri? Ya tuhan. Aku merasa, aku ini tidak lebih kejam darinya karna terus saja mengabaikan Kelvin yang selalu berusaha untuk memperbaiki segalanya.


Pagi hari saat aku membuka mata, tidak ada sosok Kelvin yang biasa aku temukan di sampingku, setiap malam setelah aku usir dia akan pergi, dan kembali saat aku terlelap, ikut tidur disampingku. Tetapi sekarang, ia tidak ada, dan aku merasa hal ini sangat terasa aneh. Aku beranjak, membuka lemari besar menyiapkan pakaian untuk Kelvin kenakan ke kantor. Ini pertama kalinya aku melakukan hal tersebut untuknya, karna aku berpikir aku terlalu kejam sebagai seorang istri, dia sudah bisa menahan hasratnya tidak menyentuhku, karna aku terus menolak, dan sekarang aku harus mulai menjalankan kewajibanku, meskipun hatikunmasih sangat sakit jika mengingat sikap buruknya di masa lalu terhadapku.


Semua sudah aku siapkan, aku berlalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dibawah tetesan air aku tersu berpikir, kenapa aku jadi memperdulikannya? kenapa aku jadi merasa sangat kejam karna sudah mengacuhkannya? padahal kan sikapnya padaku lebih kejam dari apa yang aku lakukan sekarang. Tapi benar juga, aku sudah berjanji dihadapan semua orang akan menyerahkan diriku padanya, sebagai hadiah.


Aku keluar dari kamar mandi, Kelvin masih belum kembali. Entah dia tidur dikamar lain atau pergi keluar semalaman. Hello... Kenapa aku terus memikirkan dia? Dasar bodoh.


Cklekkk...


Aku mendengar suara seseorang menekan gagang pintu, itu pasti Kelvin. Astaga kenapa jantungku jadi berdebar, kenapa perasaan ini jadi tidak karuan, Syafiraaa... tenangkan dirimu.


Kami saling menatap, wajahnya terlihat tidak berekspresi saat menatapku, aku mencoba tetap tenang, meskipun jantung ini rasanya seperti akan melompat dari tempat yang seharusnya.


"Kau sudah bangun?" Ucapnya dingin.


Aku hanya menganggukan kepalaku, sepertinya ini adalah kali pertama aku merespon ucapannya selama aku kembali. Kelvin melirik kearah ranjang, yang diatasnya sudah ada pakaian yang aku siapkan untuk ia kenakan hari ini, seketika sorot matanya teralihkan menatap kearahku.


"Kau yang menyiapkannya?"


Aku menelan salivaku, lagi-lagi aku hanya menangguk dengan ekspresi datar, dia tersenyum manis kepadaku, sepertinya tindakanku hari ini cukup membuatnya senang.


"Terima kasih." Ucap Kelvin.


Ya Tuhan, perasaanku semakin tidak karuan, aku memilih membuka lemari besar tersebut dan langsung memilih pakaian yang akan aku kenakan, dna setelah itu aku segera berlalu dari hadapannya menuju kemar mandi untuk mengenakan pakaianku disana. Dulu aku berani mempertontonkan lekukan tubuhku untuknya, sekarang aku tidak berani. Lucu bukan?

__ADS_1


Senyumnya, ini kali pertama Kelvin menunjukan senyum manisnya padaku, astaga aku meleleh dibuatnya. aku hanya melakukan hal sesederhana itu, dan ia menyukainya.


Aku turun kelantai dasar untuk sarapan, sementara itu Kelvin masih menyiapkan dirinya untuk pergi kekantor. Cukup asik bisa membuatnya terkesan atas tindakan-tindakan yang aku lakukan, dan sekarang aku akan menyiapkan sarapan untuknya.


"Selamat pagi, Nyonya." Ucap pelayan.


Aku tersenyum tipis, membalas ucapannya, kau memgambil kotak makan, dan mengoleskan selai coklat dan bubuk kacang pada roti tawar, hal ini aku lalukan karna Kelvin memang tidak pernah meluangkan waktunya untuk menyantap sarapan bersamaku. Mungkin ia tidak ingin aku terganggu.


"Nyonya, untuk siapa roti itu?"


"Ini untuk Kelvin, kau bantu aku memberikan ini padanya ya."


Pelayan itu tersenyum mendengar pernyataanku, tidak butuh waktu lama, terlihat Kelvin sudah tampan sedang berjalan menuruni anak tangga.


"Cepat ini berikan padanya." tegasku


Pelayan tersebut mengejar Kelvin keluar, dan aku mengekor secara diam-diam untuk melihat ekspresi wajahnya.


Langkah Kelvin terhenti, ia memalingkan tubuhnya menatap pelayan tersebut.


"Ini Tuan, Nyonya yang sudah menyiapkannya."


Kelvin mengerutkan dahinya, raut wajahnya terlihat sangat bodoh.


"Apa ini?" ucapnya


"Itu sarapan yang sengaja Nyonya Fira siapkan untuk Tuan."

__ADS_1


Kelvin langsung memancarkan senyumnya yang berbinar, lagi-lagi ia terkesan dengan apa yang aku lakukan. Dan perasaanku saat ini semakin menjerit kegirangan, melihat ekspresi Kelvin yang menerima makanan tersebut dengan senang hati.


Semudah ini membuatnya terkesan, dulu aku menawarkan tubuhku secara cuma-cuma, ia malah menolak dan hampir membunuhku, dasar pria bodoh, tidak waras, aku menawarkan berlian, ia malah menerima perak, hahaa menggelikan.


"Aku tahu kau disana, keluarlah."


Seketika aku tersentak, bagaimana ia bisa mengetahuinya, jika aku sedang mengintip dibalik pintu.


"Fira keluarlah."


Aku membuka pintu perlahan, dengan raut wajah datar penuh kegugupan. Astaga, sejak kapan ia menyadarinya? memalukan.


Kelvin menghampiriku, ia terus memancarkan senyum tersebut yang semakin membuat jantungku tidak karuan.


"Kenapa kau menyuruh pelayan untuk memberikan ini padaku?"


Aku menelan salivaku, menatap kedua bola mata indahnya dengan intens, seketika tubuhku bergetar, aku kebingungan mencari jawaban atas pertanyaan yang ia lontarkan padaku.


"Kenapa kau diam?"


"Aku... Aku hanyaa... Ak-"


Cuppp...


Mataku membulat saat Kelvin meraup bibirku dengan penuh kelembutan, bahkan di depan seorang pelayan hingga pelayan itu tidak kalah terkejut sepertiku.


"Ini sebagai bentuk ucapan terima kasihku." ucapnya.

__ADS_1


Aku masih diam mematung, seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan, dan Kelvin berlalu begitu saja meninggalkanku sambil membawa kotak makanan tersebut dengan santainya.


LIKE KOMEN YANG PANJANG VOTE YANG BANYAK, KECEPATAN UP TERGANTUNG ANTUSIASME PEMBACA


__ADS_2