Syafira

Syafira
Chapter 12


__ADS_3

LIKE DULU..


Aku terus memandang wajah Kelvin, di hari kematian Ayahnya saja ia sama sekali tidak menjatuhkan air matanya, mungkin benar. Hatinya memang terbuat dari batu, tentu itu bukan hal aneh.


Saat upacara pemakaman aku turut merasakan kesedihan, pernikahanku baru beberpapa bulan, dan sekarang statusku begitu cepat berubah menjadi seorang janda, dari Tuan Syekar.


Tepat semalam Tuan Syekar menghembuskan nafas terakhirnya, ia samaa sekali tidak mengatakan apapun, dan benar saja, permintaannya untuk aku meluluhkan hati anaknya adalah yang terakhir. Apa yang aku lakukan? Tuan Syekar sudah meninggal, siapa yang akan mendukungku? sudah pasti Kelvin bisa dengan mudah mengusirku keluar dari rumahnya.


Sepertinya aku memang sudah gagal, aku tidak bisa memenuhi permintaan terakhir suamiku.


Meskipun aku tidak memiliki perasaan cinta terhadap Tuan Syekar, tapi aku sudah menyayanginya, dan menganggap Tuan Syekar seperti ayah kandungku sendiri. dia begitu baik, tidak pernah menbuatku takut, mengerti bagaimana perasaanku, ia benar-benar menepati janjinya, meskipun aku dengannya memiliki hubungan suami dan istri, hal yang paling intim, yang pernah ia lakukan adalah menggenggap tanganku, dan tidak pernah lebih dari itu.


Rumah masih diselimuti suasana berduka, Aku pulang setelah upacara pemakaman selesai, tidak dengan Kelvin, entah kemana anak tiriku yang super garang itu pergi.


Aku menjatuhkan diri di atas ranjang, seluruh badanku terasa pegal, hidungku memerah akibat merasakan kesedihan atas kepergian Tuan Syekar, apa yang akan aku lakukan sekarang? cepat atau lambat aku harus keluar dari rumah ini, bagaimana dengan permintaan terakhir suamiku, hanya itu yang selalu aku pikirkan sampai sekarang.


Bruakkk..


Aku baru saja berbaring, dan langsung tersentak begitu mendengar seseorang menendang pintu kamarku, siapa lagi kalau bukan Kelvin.

__ADS_1


"Sedikit saja kau tidak membuat aku terkejut, apa kau akan mati?" ucapku dengan raut wajah jengkel.


Kelvin tidak menggubrisnya, ia malah membuka lemari pakaianku, dan mengeluarkan semua baju-bajuku dari sana.


"Apa yang kau lakukan? kenapa kau melempar semua pakaianku."


Bahkan pakaian tersebut terlempar, mengenai wajahku, astaga apa dia akan mengusirku sekarang, bahkan upacara pemakaman ayahnya saja baru selesai.


"Cepat kemasi barang-barangmu, dan pergi dari rumah ini." ucapnya senada arogant


Aku menelan salivaku, ia benar-benar langsung mengusirku begitu saja, dinhari yang sama dengan kematian ayahnya.


"Dasar tidak tahu malu, ayahku sudah meninggal dan kau masih berharap untuk menjadi Nyonya di rumah ini."


Baiklah, tanpa menjawab pernyataan pedasnya, aku mengambil pakaianku yang terlempar dan segera mengemasnya. karna tidak ingin membuat lebih banyak masalah, toh lagi pula aku sudah menyerah untuk meluluhkan anak tiriku tersebut.


Saat Kelvin mengusirku, aku sama sekali tidak merasakan kesedihan sama sekali, aku begitu dengan santainya melangkah keluar, smabil menarik koperku, di sudut lain Kelvin dengan raut wajahnya yang menyeramkan terus memperhatikan aku.


"Nyonya mau kemana? kenapa Nyonya pergi?" ucap salah satu pelayan yang menghampiriku.

__ADS_1


"Karna tugasku sudah selesai, terima kasih untuk kebaikan kalian selama aku berada disini."


Aku tersenyum tipis, dan kembali melangkah menarik koperku, keluar dari rumah besar tersebut. Tuan Syekar pasti sangat kecewa karna aku tidak bisa memenuhi keinginannya yang terakhir, tak hentinya aku memaki diriku sendiri, karna begitu bodoh, hanya menaklukan hati seorang pemuda saja aku tidak bisa, padahal selama masa studyku dulu, tidak sedikit pemuda yang mendekatiku, meskipun aku menolak, dan lebih menerima pria tua untuk menjadi suamiku.


Aku menghembuskan pelan, aku melirik ke arah Kelvin yang saat itu terus menatapku, sepertinya memang sudah tidak ada tempat, untukku berada di rumah ini, dia memang tidak akan pernah tertarik pada seorang gadis sepertiku.


"Maafkan aku, Tuan." ucapku dengan air mata yang menggenang.


Aku kembali kerumah orang tuaku, aku biasa saja, tapi rasanya aku ingin menangis, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. padahal ini cukup bagus, aku bisa melanjutkan hidupku, tanpa harus memikirkan tanggung jawabku sebagai seorang istri, tetapi rasanya perasaan ini sangat mengganjal. Entah apa yang di inginkan hatiku sekarang.


"Fira? kau kembali?" ucap Mama.


Aku tersenyum tipis begitu melihat dirinya, ayahku bahkan langsung datang menghampiriku dan terkejut melihat kedatanganku, padahal aku dan ayah sudah bertemu di upacara pemakaman tadi siang.


"Statusku sudah janda, untuk apa aku disana? Kelvin mengusirku." ucapku dengan santai.


Orang tuaku masih tidak percaya, secepat ini aku kembali, dan di usir oleh Kelvin. aku tidak perduli, aku melangkah masuk kedalam rumsh besarku, menarik koper munuju kamar.


Aku sendiri sampai tidak ingat, kapan aku berkunjung kerumah ini, pastinya aku sangat merindukan suasana rumah. Aneh, perasaan ini terus saja muncul, aku semakin tidak nyaman, aku ingin menangis tapi air mataku tidak kunjung keluar, sebenarnya aku kenapa? sedih atas kepergian Tuan Syekar atau keluar dari rumah Tuan Syekar?

__ADS_1


KOMEN VOTE YANG BANYAK ATUH😭😭


__ADS_2