Syafira

Syafira
Chapter bonus 5


__ADS_3

Sebelum tidur Syagira dan Kelvin biasa melakukan obrolan-obrolan membahas masalah rumah tangganya. mulai dari kenakalan sang buah hati sampai masa depan yang sudah mereka rencanakan sebaik mungkin.


"Bagaimana jika kita mengabulkan permintaan, Alvin." celetuk Kelvin yang sukses membuat Syafira mengerutkan dahinya.


"Apa maksudmu?" tanya Syafira heran.


"Soal adik yang ia inginkan."


Syafira menggelengkan kepalanya, ia menyandarkan wajahnya di dada sang suami kemudian berkata. "Anak itu masih sangat nakal, dia belum mengerti apapun. aku takut jika menambah satu anak tanpa rencana."


"Apa yang kau takutkan?"


"Alvin masih terlalu kecil, aku takut stelah ada anak lain ia akan merasa diduakan."


Kelvin tersenyum tipis, ia mengelus wajah Syafira kemudian mengecup pucuk kepala sang istri. "Aku tidak akan memaksa jika kau belum siap."


Syafira yang mendengar kalimat tersebut hanya membisu dengan senyum cantik yang terukir.


"Kenapa?" tanya Kelvin heran.


"Aku ingat kau mengatakan hal itu saat pertama kali kita akan melakukannya."


Kelvin terkekeh, ia sendiri mengerti apa maksud dari ucapan yang Syafira katakan. "Apa kau merindukan hal itu?"


"Tidak." sahut Syafira menggelengkan kepala.


Kelvin menghembuskan nafas kecewa mendengar pernyataan Syafira. sejenak pria itu mengalihkan tatapannya, kemudian kembali menatap Syafira lekat. "Apa Ervan pernah menyentuhmu selama kau tinggal dengannya?"

__ADS_1


Syafira mendalamkan lipatan didahinya, "Apa maksudmu?"


"Aku hanya bertanya."


"Tentu saja tidak." tegas wanita tersebut membantah.


Kelvin tersenyum tipis, "Aku percaya."


"Kenapa kau bertanya?"


"Hanya memastikan!"


"Dasar!" Syafira mencubit perut sang suami, "Jika aku melakukannya?"


Kelvin terkekeh, ia mendekap Syafira dengan tangan yang mengelus perut rata sang istri. "Tidak mungkin, jika hal itu ia lakukan mungkin hal yang sama akan Ervan lakukan pada Janne tanpa menyuruh seorang berandal untuk menyentuhnya."


"Ia tidak mungkin menyentuh seseorang yang sudah pernah aku sentuh."


Syafira membulatkan matanya, "Tidak adil."


Kelvin menatap Syafira heran, "Apanya yang tidak adil."


"Kau pria pertama yang menyentuhku, sedangkan aku?"


Kelvin membisu, ia menelan salivanya dengan wajah yang memucat. "Kau... tentu saja kau juga yang pertama." sahut Kelvin berbohong.


"Tidak mungkin, kau sendiri yang mengatakannya!" gerutu Syafira jengkel.

__ADS_1


"Sayang, aku... tadi aku hanya..."


"Hanya apa? tanpa sadar kau sudah menjelaskan semuanya." tegas Syafira meninggikan suara.


"Aku itu, aku maksudku. untuk seorang pria itu adalah hal wajar,"


"Lalu kenapa dengan wanita? apa jika saat itu bukan pertama kalinya untukku, kau akan tetap menerimaku dan mencintaiku sepeeti sekarang?" ucap Syafira mencecar.


"Aku... itu aku, tentu saja aku menerimamu."


"Bohongggg..." pekik Syafira. wanita itu bahkan langsung membungkus dirinya dengan selimut, dan membuat jarak yang cukup jauh diatas tempat tidur dengan Kelvin.


Kelvin menyetil bibirnya sendiri, ia merasa sangat ceroboh karna sudah membahas cinta masalalunya dengan sang istri. tentu wanita manapun tidak akan bisa tahan mendengar hal itu.


"Firaa..." Kelvin menyentuh perlahan selimut yang menutupi tubuh istrinya, "Semua itu sudah berlalu. ayolah..."


"Apa itu artinya kau mengakui jika malam itu bukanlah yang pertama kalinya?"


Kelvin merasa tenggorokannya tercekat, ia semakin gugup dan berkeringat. "Firaa aku, aku..."


Tak hentinya Syafira mengutuk Kelvin dalam batinnya. "Tidak adil, pria selalu menuntut hal pertama dari wanita. sedangkan mereka di bebaska untuk menyentuh wanita manapun tanpa memikirkan calon istrinya." gerutu Syafira.


Yang Kelvin takutkan sekarang adalah, Syafira akan mengusirnya dari dalam kamar. dan malam ini ia tidak bisa mengelus tubuh indah sang istri. setelah kembali bersama dengan Syafira pria itu memang tidak bisa tidur tanpa kehangatan dari istrinya. karna sudah terbiasa, setiap kali ia bertengkar dengan wanita tersebut Kelvin akan merasa cemas.


"Fira, jangan begini." Kelvin terus mendekatkan tubuhnya memeluk Syafira dari belakang. siapa yang akan tahan dengan sentuhan? Kelvin menggerayangi tubuh Syafira kemudian mengecup bahu wanita tersebut.


"Beraninya dia, setelah melakukan kesalahan malah menggodaku." batin Syafira.

__ADS_1


Kelvin mengelus perut rata Sayafira, jari-jarinya menari di bagian tersebut kemudian berpindah kedua bagian kesayangannya. "Aku tau kau tidak akan bisa menahannya." batin Kelvin licik.


__ADS_2