
"Aku tidak akan mengatakannya! Tidak akan! Cepat keluarkan aku!" teriak pria itu yang berusaha membuka pintu mobil Charzo.
"Kau jika tidak ingin mati maka katakan yang sebenarnya, atau aku tidak akan membiarkan mu mati tapi membuat mu menderita bahkan kau sendiri yang akan bunuh diri!" ancam Charzo.
"Heh! Siapa takut! Aku bahkan rela mati sekarang! Buat aku memberi tahu mu, tidak akan pernah!" seru pria itu bersikeras.
"Oh, begitu ya, baiklah, akan ku tunjukkan rasanya ajal akan menjemput," ucap Charzo.
"Aku tidak akan takut!" ucap pria itu ketus.
"Baiklah, ayo kita mati bersama," ucap Charzo yang pandangannya fokus ke depan.
Charzo pun menahan kecepatan mobilnya lalu ia menabrakkan mobil itu di pembatas jalan, Charzo juga menabraknya di tiang listrik, ia juga menabrak mobil tronton yang sedang berhenti di pinggir jalan membuat guncangan yang dahsyat.
"Hey! Kau sudah gila ya! Kenapa kau lakukan ini!" teriak pria itu memegang sabuk pengaman dengan kuat.
__ADS_1
"Kenapa? Kau bukannya tidak takut mati, ya sudah kita mati dengan cara seperti ini saja, biar matinya ada rasa tegangnya dulu," jawab Charzo santai.
"Maksud ku bukan mati seperti ini! Aku mah kematian yang langsung! Bukan mengalami hal tegang begini," ucap pria itu was-was.
"Terserah ku mau kau mati seperti apa," jawab Charzo yang lagi-lagi menambah kecepatannya dan ia juga sengaja salah jalur.
"Hey! Jika seperti ini kau juga akan mati!" teriak pria itu ketakutan saat itu ada mobil besar dari arah depan.
"Hey! Cepat menghindar!" teriak pria itu mencoba meraih setir mobil agar kesamping jalan, tapi Charzo malah mempertahankan setir mobilnya dan terus menginjak gas.
Pria itu pun lega duduk dengan tenang. Charzo kembali melajukan mobilnya lagi.
"Hey! Apa kau ingin lakukan!" teriak pria itu kaget.
Kali ini Charzo membawanya mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Hey! kau ini ingin kemana!" teriak pria itu.
"Dari tadi kamu berisik terus, karena kamu ingin mengatakannya maka aku akan membawamu ke tempat aman," jawab Charzo masuk ke tempat yang sepi, di sana banyaknya semak-semak dan tidak jauh dari sana ada tebing.
Charzo pun memberhentikan mobilnya dan ia kembali menyeret pria itu ke dekat tebing dan melemparkannya ke tanah.
"Aduh!" teriak pria itu kesakitan.
"Kau sudah bilang ingin bicara yang sebenarnya, jadi katakan yang sesungguhnya," ucap Charzo.
"He-he-he, tadi itu aku hanya berbohong dan kau percaya? Aku tidak akan mengatakannya, lebih baik aku mati saja," ucap pria itu berlari ke arah tebing, tapi Charzo menangkap bajunya, saat pria itu ingin melepaskan bajunya Charzo menangkap kakinya dan membuat pria itu terjatuh terjerembab.
"Aku membawa mu ke sini agar mau bunuh diri sendiri, tapi tidak semudah itu, setelah aku tahu maksud dan tujuan baru aku melepaskan mu untuk bunuh diri di tebing ini," ucap Charzo.
"Aku tidak akan mengatakannya! Tidak akan!" teriak pria itu.
__ADS_1
"Oh, mulut mu sangat rapat ya, meskipun kau lajang, kau punya cita-cita dan keluarga di luar kota kan? Bagaimana jika aku akan menangkap mereka semua lalu memperlihatkan di depan mata mu pembantaian keluarga mu, menurut mu bagaimana? Sangat seru bukan?" tanya Charzo menyengir.