System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 58


__ADS_3

Ding Ding


[Misi tersembunyi selesai]


[Selamat Anda mendapatkan penambahan hadiah sebesar 20.000.000]


[Selamat Anda mendapatkan reward sebuah cafe]


[Selamat Anda mendapatkan 100 poin]


[Saldo \= 479.300.000]


[Kecepatan \=15]


[Kelincahan \=15]


[Kekuatan \=15]


[Kecerdasan \=15]


[Level \=11]


[Poin \=300]


[Reward\= cafe]


Tak lama kemudian Charzo pun sampai di rumahnya. Terlihat rumah sepi, Charzo pun masuk ke dalam rumahnya.


Ia melihat istrinya sudah tertidur lelap di kasur.


"Ternyata dia sudah tidur, pasti capek habis kerja seharian. Kayaknya memang butuh karyawan untuk membantunya," ucap Charzo mengelus rambut Clara dan mencium keningnya.


Charzo pun tidur di samping Clara dan memeluknya dari belakang.


***

__ADS_1


Ke esokkan paginya. Kali ini Clara bangun terlebih dahulu, sedangkan Charzo masih di dalam selimut.


Tuuut! Tuuut! Tuuut!


"Halo."


"Halo, dengan Rina kan?" tanya Clara.


"Iya Clara, ini aku," jawab Rina dengan mata berbinar.


"Kamu tinggal di mana?"


"Aku tinggal masih di kontrakan lama."


"Oh, ya udah. Aku jemput kamu nanti ya, tapi sekarang aku nunggu suami aku bangun dulu ya," ucap Clara.


"Kamu mau berangkat?" tanya Charzo yang masih mengantuk karena ia pulang terlalu larut, terbangun karena Clara nelpon nggak terlalu jauh dari kamar.


"Eh Mas udah bangun? Iya, tapi nunggu Mas bangun," ucap Clara mendekati Charzo.


"Oh, ya udah kalo gitu, aku pergi dulu ya Mas," ucap Clara menyalami tangan Charzo dan mencium kening Charzo.


Clara pun keluar dari kamar dan menutup pintu. Charzo pun sambung tidur.


Setelah menjemput Rina, Clara pun memutar mobilnya kembali ke butiknya. Perjalanan beberapa menit tersebut dan mereka pun sampai di butiknya.


Clara melihat ibu dan kedua kakaknya berdiri di depan butik.


"Bagaimana ini? Jika mereka punya niat jahat dan laser itu … pasti akan memotong mereka nanti, moga aja mereka enggak punya niat jahat," ucap Clara berharap.


Mereka pun keluar dari mobil dan perlahan Clara berjalan mendekati ibunya.


"Ibu," ucap Clara lirih.


"Oh, jadi ini butik kamu ya? Sejak kapan Charzo punya harta sebanyak ini? Kok ibu nggak tahu?" tanya Ibu Clara tersenyum sinis.

__ADS_1


Clara diam tidak menyahutinya. Clara masih wanti-wanti apa ibunya datang dengan niat baik atau buruk?


Saat ini mereka berada di luar butik dan pintunya juga masih tertutup, makanya alat pendeteksi tidak aktiv.


"Jadi kamu nggak membiarkan ibu masuk nih?" tanya Lena menyadarkan Clara.


"Eh iya, ya udah ayo masuk." Clara membuka kunci butiknya dan membuka pintu tersebut.


"Ini beneran butik kamu?" tanya Lena.


"Iya." angguk Clara.


Lena berjalan mendekati baju-baju yang terpasang di manekin sambil tersenyum.


"Ibu, tempo hari ibu bilang menganggap ku bukan anak ibu lagi? Lalu hari ini kalian menganggap aku sebagai apa?" tanya Clara dengan mata yang redup.


Lena terdiam sesaat lalu menatap Clara.


"Apa kau ingin aku menganggap mu bukan anak lagi? Apa mentang-mentang kau sudah punya butik kecil ini jadi kau tidak ingin menjadi anakku lagi? Dasar sombong, kalau kamu durhaka dengan ibumu maka apa pun usaha mu pasti akan bangkrut!" tukas Lena.


[Terdeteksi! Terdeteksi! Ada yang berniat jahat!]


Cahaya itu mengarah ke arah Lena.


"Eh apa ini?" tanya Lena kaget.


"Ibu cepat pergi!" teriak Clara.


"Apaan kamu sih?" tanya Lena bingung.


"Terdeteksi! Terdeteksi! Penjahat terdeteksi!]


Tiba-tiba saja alarm itu mengeluarkan lasernya dan mengarah ke arah Lena.


Lena menghindarinya dan ia sangat terkejut karena bekas yang di lewati laser itu terbelah.

__ADS_1


Ia pun segera lari keluar dari butik Clara.


__ADS_2