System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 98


__ADS_3

****


Ke esokkan harinya.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


"Halo," jawab Charzo mengangkat ponselnya dalam keadaan mengantuk.


"Tuan, sepertinya sedikit ada masalah dengan perusahaan kita." terdengar suara sekretaris Yuda yang sedikit khawatir.


"Ada apa?" tanya Charzo duduk di sandaran ranjang sambil memegang perut Clara.


"Tadi malam terlihat ada orang yang mencurigakan masuk ke dalam perusahaan kita, sepertinya dia sudah mengambil sesuatu," ucap sekretaris Yuda.


"Lalu di mana penjaga?"


"Dari yang aku lihat di kamera CCTV, ia menyemprotkan gas bius membuat para petugas pingsan, lalu masuk ke dalam dan membawa sesuatu," jawab sekretaris Yuda.


"Begitu ya, aku akan periksa nanti, lalu bagaimana dengan penjaga? Apa mereka sudah sadar?" tanya Charzo.


"Sudah, tapi saat pagi tiba dan langsung melapor pada ku,"


"Oh begitu ya. Jadi bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya Charzo.


"Aku sudah agak mendingan, tapi mau jalan masih sakit, mungkin beberapa hari lagi akan sembuh," jawab sekretaris Yuda.

__ADS_1


"Baiklah jika begitu, tetap jaga kesehatan, aku akan memeriksanya sekarang," ucap Charzo.


"Baik Tuan."


Charzo pun memutuskan panggilannya.


Ia berpikir siapa yang sudah merencanakan ini semua.


"Sayang, Mas mau ke perusahaan dulu ya, kamu kalau nggak ada urusan jangan keluar ya," ucap Charzo.


"Iya, tapi aku masih mau tidur, aku masih mengantuk," ucap Clara.


"Ya udah, nanti mana tau ada yang datang, dua pekerja ibu-ibu ke rumah kamu terima ya, soalnya Mas udah cari orang untuk mengurus rumah dan mengurus mu," ucap Charzo.


"Oh iyalah, apa mereka langsung kerja?" tanya Clara.


"Kamu juga tolong jagain Nyonya di rumah ya, tolong perhatikan orang yang datang ke rumah juga," ucap Charzo.


[Baik Tuan]


Charzo masuk ke kamar mandi dan ia pun segera mandi, lalu bersiap-siap.


"Sayang, Mas pergi dulu ya," ucap Charzo mencium kening Clara yang masih tidur.


"Hm."


Charzo pun beranjak dari kamarnya dan menuju mobilnya.

__ADS_1


Mobil pun melaju di jalanan menuju perusahaannya.


Tak lama kemudian ia pun sampai, terlihat di sana para pegawainya ada di sana.


"Tuan," ucap mereka menundukkan kepala memberi hormat.


"Jadi bagaimana? Apa yang kalian temukan?" tanya Charzo.


"Peralatan di dalam ruangan kita di curi, itu adalah kotak hitam," jawab Zet.


"Tuan, apa masalah ini tidak di laporkan ke polisi?" saran Hadi.


"Tidak usah, biar aku sendiri yang akan menyelesaikannya," ucap Charzo menatap ruangan itu.


"Kami akan membantu mencari siapa pencurinya Tuan," ucap mereka.


"Tidak usah, biar aku sendiri yang akan mencarinya, ini adalah waktu libur kalian, jadi bersenang-senanglah," jawab Charzo.


"Tapi, Anda sendiri tetap bekerja, bagaimana kami bisa tenang," ucap mereka yang perhatian.


"Nikmati saja waktu kalian, aku bisa memburunya sendiri, berikan aku rekaman pelakunya, aku akan mencari identitasnya," pinta Charzo.


Mereka pun mengirim rekaman CCTV itu ke ponsel Charzo.


"Oh ya, kalau kalian ingin bantu aku, kalian bergantian melihat para pekerja yang membangun gedung ini," ucap Charzo.


"Baik Tuan," ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


Charzo pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan melihat pria yang ada di kamera tersebut.


__ADS_2