System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 41


__ADS_3

"No, kalau rezeki kita lebih, kita cari pembantu saja, karena kamu sebentar lagi akan sibuk mengurus sesuatu," ucap Charzo melahap makanannya.


"Ya udah, terserah Mas sajalah," ucap Clara menurut.


Setelah selesai makan, mereka pun bersiap-siap. Charzo terlebih dahulu menunggu di mobil.


Ia melihat systemnya.


"Pantasan tubuhku terasa berbeda, ternyata dari kekuatan ini ku dapatkan, jadi tubuh ku semakin kuat," ucap Charzo.


"Mas aku sudah siap." Clara masukmke dalam mobil duduk di samping Charzo.


"Oh iya, kamu harus pake ini dulu ya." Charzo mengambil kain lalu menutup mata sang istri.


"Mas kenapa harus pake ini?" tanya Clara penasaran.


"Tentu saja, kalo enggak, namanya bukan kejutan," ucap Charzo tersenyum. Ia menghidupkan mesin mobil dan perlahan-lahan mobil pun melaju.


Karena tak begitu jauh, mereka pun segera sampai.

__ADS_1


Charzo keluar dari mobil dan membuka pintu mobil di samping Clara.


"Hati-hati ya," ucap Charzo membantu Clara keluar dari mobil.


Saat di depan butik, Charzo membuka penutup mata Clara.


"Tara, ini butik untuk kamu sayang," ucap Charzo memberi kejutan.


"Ha? Untuk ku?" tanya Clara masih tak percaya.


"Iya, ini butik untuk kamu, jadi kamu nggak perlu kerja di luar lagi, kamu sudah punya usaha sendiri, jadi kamu jangan sedih lagi ya," ucap Charzo memegang bahu Clara.


"Sudah, kamu setia seperti ini Mas udah bersyukur banget, mengomel itu memang sifatnya wanita, Mas udah nggak heran lagi mah. Ya udah ayo masuk, coba lihat apa yang nggak kamu suka nanti kita ganti," ucap Charzo memegang tangan Clara masuk ke dalam.


Butik itu sudah di penuhi dengan baju branded dan juga ada ruang khusus untuk menjahit dan materi pembelajaran di dalamnya.


"Mas, aku suka banget tempat ini, jangan di ganti, biarkan tempat ini seperti ini saja, awal mula masuk hingga akhir nanti, ini adalah hal yang terindah yang pertama kita alami. Terima kasih banyak ya Mas," ucap Clara terharu.


"Ya udah, kamu butuh karyawan nggak?" tanya Charzo duduk di sofa.

__ADS_1


"Enggak dulu deh Mas, saat ini belum ada datang beli, biarlah aku yang mengurusnya untuk sementara waktu," ucap Clara.


Baru saja Clara bicara seperti itu, ada sebuah mobil berhenti di depan butik Clara, ibu itu keluar dan masuk ke dalam butik.


'Eh, orang beli kah?' batin Clara. Ia mendekati ibu yang masuk itu.


"Ada yang bisa saya bantu Bu?" tanya Clara.


"Hm … aku mau baju yang itu deh, kayaknya bagus," ucap ibu itu menunjuk ke arah baju tunik berwarna coklat.


Clara mengambilnya dan memberikan kepada ibu itu.


"Ayo di tes dulu Buk, ruang gantinya ada di sini," ucap Clara mempersilakan ibu itu masuk ke sebuah ruang.


Ibu itu pun mengetes bajunya dan ia sangat senang.


"Aku mau yang ini deh, sama yang itu dan itu, kwalitas kainnya juga bagus," ucap ibu itu tersenyum senang.


"Wah terima kasih ibu, semoga jadi langganan ya," ucap Clara senang.

__ADS_1


__ADS_2