
"Eh Tuan, kenapa botol miras itu menjadi botol plastik?" tanya mereka penasaran.
"Oh itu … karena … aku adalah pesulap," ucap Charzo ngasal.
"Wah, keren banget kapan-kapan bisa berguru," ucap mereka cengengesan.
"Eh, boleh, boleh." angguk Charzo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya udah, karena sudah selesai membersihkan hotelnya, kalian kumpul di sini," ucap Charzo duduk di sofa.
Mereka pun berkumpul.
"Siapa pemilik pertama hotel ini?" tanya Charzo.
"Tuan Hio," jawab mereka.
"Pria yang tadi itu hanya pengurus saja kan?" tebak Charzo.
"Iya Tuan."
"Ada pembukuannya?"
"Ada Tuan, sebentar saya ambilkan," ucap pegawai itu berlari kebelakang. Ia mengambil sebuah buku dan laptop.
"Ini Tuan," ucap pegawai itu meletakkan buku dan laptop tersebut di atas meja.
__ADS_1
Charzo pun segera memeriksanya isi laptop.
Di sana tertulis jika para pegawainya di bayar 3 juta perbulan.
Charzo juga melihat pendapatan yang lumayan besar itu.
"Apa pengunjung di sini sangat ramai yang datang?" tanya Charzo.
"Biasanya sangat ramai Tuan, tapi tadi karena ada pesta, jadi hotel terpaksa di tutup dan menginap pun di anjurkan untuk pindah tempat," jawab mereka.
"Pesta boleh, tapi yang tak boleh itu pesta miras, itu udah keterlaluan banget karena ada anak di bawah umur, itu sangat tidak baik. Ya sudah, mulai hari ini jika pengunjung ramai yang datang maka gaji kalian aku naikkan. Jika kalian kerja rajin maka ada bonusnya," ucap Charzo.
"Wah, terima kasih banyak Tuan," ucap mereka senang.
"Terima kasih Tuan," ucap mereka membungkukkan badan mereka sebagai tanda hormat.
Charzo pun berdiri dan hendak keluar. Para pegawai itu berlari ke arah tong tempat uang tersebut dan mereka mengeluarkan semua isi yang itu dan berbagi rata.
Charzo melihat seorang pria yang memakai jaket hitam celana hitam dengan penutup kepala dengan jaket hitamnya berlari ke arah tempat gelap.
"Kenapa dengan pria itu ya?" tanya Charzo bingung. Ia seperti di kejar-kejar oleh sesuatu, tapi tidak ada yang terlihat yang mengejarnya.
"Kenapa dia lari-lari seperti itu? Apa dia sedang mencuri?" tanya Charzo berpikir.
Charzo pun berjalan mendekati pria yang bersembunyi di kegelapan tersebut.
__ADS_1
"Hey! Kau! Kenapa bersembunyi di sini?" tanya Charzo.
Pria itu sangat terkejut dan ia berlari menjauhkan diri.
Charzo hanya melihat kepergian pria tersebut tanpa berbuat apa-apa.
Charzo pun masuk kembali ke hotelnya dan para pegawainya siap-siap ingin pulang.
"Kami pulang dulu Tuan," ucap mereka pamit.
"Iya." angguk Charzo.
Berhubungan ada pesta tadi, jadi tidak ada yang menginap dan mereka di biarkan pulang untuk istirahat.
Charzo menutup pintu hotel itu sambil melihat di sekelilingnya. Hotel itu tampak luas dan besar, ada puluhan kamar yang saling berhadapan. Karyawannya juga sedikit, sekitar 40 orang, 25 sip siang dan 15 sip malam.
Charzo pun berbalik badan dan ia pun terkejut karena pria yang ia temui tadi ada di hadapannya.
"Kamu kenapa?" tanya Charzo menekuk alisnya.
"Bang, bolehkah aku minta tolong," ucap pria itu.
"Minta tolong apa?" tanya Charzo.
"Tadi ada pencuri yang mencuri nggak tau apa yang dia curi, kebetulan baju pencuri yang di pakai itu berwarna hitam semua dan sama yang di pakai dengan ku, jadi para warga mengejar ku, mereka berpikir akulah pencurinya, mereka ingin membunuh ku, jadi aku harus bagaimana? Tolong bantu aku ya Bang," ucap pria itu memohon.
__ADS_1