
Setelah ibu itu membayar dan pergi dari butik, Clara nampak melompat-lompat kegirangan.
"Mas lihatlah, baru satu orang yang datang aku udah dapat uang hampir 10 juta," ucap Clara bahagia.
"Ya udah, uangnya kamu simpan sendiri aja, gunakan uangnya untuk kamu belanja barang lagi," ucap Charzo.
"Iya Mas, ya ampun, rasanya aku nggak percaya, jika aku bekerja butuh beberapa bulan buat ngumpulin uang sebanyak ini," ucap Clara sangat terharu.
"Ya udah, jadi butik ini milik kamu, tolong jaga baik-baik ya," ucap Charzo.
"Baik Mas, aku pasti jaga butik ini dengan baik," ucap Clara.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
Ponsel milik Charzo tiba-tiba saja berbunyi.
"Halo," jawab Charzo.
__ADS_1
"Halo, apa dengan Tuan Charzo?" terdengar suara seorang pria di sebrang sana.
"Ya saya sendiri," jawab Charzo.
"Saya adalah sekretaris Yuda dari perusahaan YU milik Anda, ada beberapa persyaratan yang harus Anda selesai dan ada beberapa berkas yang perlu Anda tanda tangani dan juga ada sebuah proyek yang pemegang pertama tidak menyelesaikannya, jadi Anda yang harus melanjutkannya," ucap sekretaris Yuda.
"Hm, begitu ya, baiklah aku akan ke sana sekarang," ucap Charzo mengangguk.
"Baik Tuan, saya tunggu kedatangan Anda," ucap sekretaris Yuda.
Panggilan pun di putuskan.
Charzo pun buru-buru masuk ke dalam mobilnya dan ia segera melajukan mobilnya di jalanan.
Clara melihat kepergian suaminya dengan penuh haru.
"Mas, aku nggak tau kamu bisa sekaya ini, tapi aku sangat bersyukur setidaknya hidup kita bisa berubah, semoga aja berkah," ucap Clara berharap.
Saat Clara baru aja mau masuk ke dalam ada sebuah mobil berhenti di depan butiknya. Mendengar suara mobil, Clara sangat senang saat mendengar mobil berhenti di depan depan butiknya, Clara pun berbalik badan dan mendadak wajahnya cemberut.
__ADS_1
Yang berhenti di depan butiknya adalah teman kakak-kakaknya, jika mereka tahu Clara di sini mereka pasti akan memberi tahu kepada orang tuannya.
Ketiga wanita sosialita itu keluar dari mobil mewah tentu saja mereka harus berfoto dulu di depan butik Clara.
Mau bersembunyi juga percuma, Clara memilih untuk menghadapi mereka saja.
Setelah berfoto-foto mereka pun masuk ke dalam butik.
"Selamat datang di butik Clara, kakak mau baju yang seperti apa?" tanya Clara sopan.
"Butik Clara? Maksudnya ini butik kamu?" tanya wanita pertama yang bernama Eve.
"Iya kak Eve, ini butik Clara yang baru buka hari ini," jawab Clara mengangguk.
"Seriusan kamu udah punya butik? Gimana kamu bisa punya butik? Pasti uang dari ayah kamu ya? Tapi kenapa cuma kamu aja yang punya, kenapa Carin dan Carry tidak punya?" tanya Eve lagi.
"Bukan, butik ini milik suami ku kak, ini tidak ada kena mengena dengan keluarga ku," jawab Clara tetap sopan.
"Milik suami mu? Suami mu yang jadi pembantu itu? Ha? Sejak kapan dia bisa punya butik, dari yang ku lihat dia hanya pembantu di rumah orang tua kamu, kenapa mendadak punya butik, oh aku tahu kalian pasti minjam uang bank kan?" tebak Eve.
__ADS_1