System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 23


__ADS_3

"Biasanya dia memang pergi bermain sendiri, makanya aku tidak khawatir," ucap ibu itu.


"Haishhh … ya sudahlah kalau begitu, ini anak ibu saya pulangkan, saya harap bukan hanya motor saja yang ibu perhatikan, anak yang lebih penting di perhatikan, motor bisa di cari, tapi anak lucu seperti ini mau di cari kemana, saya permisi dulu," ucap Charzo.


"Terima kasih banyak ya," ucap ibu itu.


"Iya sama-sama," jawab Charzo kembali naik ke atas motornya dan kembali menuju pasar.


"Beli apa ya? Beli apa ajalah," ucap Charzo masuk ke dalam pasar itu dan membeli bahan belanjaan. Sekitar 3 jam ia membeli bahan belanjaan yang sangat banyak itu.


"Jika begini aku nggak bisa pake motor, aku harus pesan taksi online nih," ucap Charzo. Ia mengambil ponselnya dan memesan taksi.


10 menit menunggu dan taksi pesanan Charzo datang, matahari juga sudah hampir tegak di atas kepala yang menandakan jika sudah masuk tengah hari. Charzo memasukkan semua bahan belanjaan ke dalam bagasi taksi dan ia pun masuk ke dalam taksi.


"Mau kemana?" tanya supir taksi.


"Ke jalan Kemang nomor 30," jawab Charzo. Supir taksi mengangguk mengerti, taksi pun perlahan-lahan melaju di jalan raya yang sudah padat akan penduduk yang sedang beraktivitas.

__ADS_1


Tak lama kemudian, ia pun sampai di dekat rumah mertuanya. Lagi-lagi rumah itu terlihat ramai.


"Berapa pak?" tanya Charzo.


"50 ribu," jawab supir taksi.


"Aku bayar lewat scan aja ya pak," ucap Charzo.


"Boleh."


Charzo mengambil ponselnya dan menscan lalu secara otomatis terbayarkan.


[Saldo Anda di kurang 50.000]


[Sisa saldo Anda 159.350.000]


"Terima kasih," ucap Charzo keluar dari taksi dan mengambil barang belanjaannya. Ia pun berjalan menuju rumah mertuanya itu.

__ADS_1


Tapi siapa yang sangka, rumah itu kedatangan tamu tak lain adalah keluarga Eko, Charzo berdiri di depan pintu melihat rumah itu sudah penuh dengan barang hantaran.


Barang-barang yang ia bawa jatuh di lantai. Clara yang ia lihat duduk bersebelahan dengan Eko, ia terlihat sedang menangis.


"Ini maksudnya apa?" tanya Charzo dengan wajah kaget.


"Mas." Clara berdiri tapi ia di tahan oleh Eko dan Carin.


"Kamu kenapa cepat sekali pulangnya! Sana-sana pergi sana! Jangan masuk dan ganggu!" teriak Lena dengan membulatkan matanya.


"Oh, jadi kau menyuruhku untuk pergi ke pasar itu karena agar aku tidak mengacaukan acara ini ya! Aku tidak bisa terima, dia masihlah istriku dan sampai kapan pun aku tidak akan menceraikannya, dia masihlah isteri sah ku, jadi pernikahan ini tidaklah sah!" seru Charzo dengan wajah merah padam.


"Hey! Siapa dirimu? Dia adalah anakku! Kau itu hanya orang asing sekarang! Manusia sampah seperti mu siapa yang menganggapnya!" teriak Lena dengan bercekak pinggang menghadap ke arah Charzo.


Mata Charzo berkaca-kaca, ia melihat ke arah Clara.


"Istri ku, jika kau masih menyayangi ku dan ingin hidup bersama ku, kemari lah. Ayo kita hidup bersama tanpa gangguan dari keluargamu." Charzo mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Clara menangis dan ia juga mengulurkan tangannya.


"Tidak Clara! Ingat diri mu, jika bukan karena dia hidupmu tidak akan seperti ini! Selama ini kau sudah lama menderita gara-gara pria yang berguna ini! Setidaknya sekarang kau menikah dengan Eko hidup mu berubah," ucap Carin.


__ADS_2